Sunday, 3 May 2015

Konselor Sejati


Tulisan untuk Prof. Dr. Moh. Ali Aziz, M. Ag.
Description: C:\Users\Neon\Pictures\20150608_083436.jpg
Aku Rahmat Hidayat, seorang anak yang terlahir dari keluarga sederhana. Siti. Nahwa, seorang  wanita cantik dari kampung lekoboddong. Gadis cantik sekaligus putri bungsu dari H. Sudding dan H. Munca.  H. Sudding ini adalah seorang kiyai di desaku, hampir seluruh warga kampung di sekitar kakekku hormat kepadanya.  Bukan hanya itu, aku memiliki seorang ayah yang baik, pengertian, dan pemberani bernama M. Idris H. Seorang putra sulung H. Hamittu. Kakekku yang satu ini bisa dibilang orang terkemuka di kampungnya yaitu kampung  Sanrangan. 
Pada awalnya  dan teman-teman sekelas disuruh untuk membuat tulisan sebanyak lima puluh  lembar dalam satu semester, dan menngumpulkannya ketika akhir smemester. Setelah itu aku  kemudian berfikir aku mau menulis apa yah, karena sampai saat ini aku tidak tahu harus menulis apa, karena yang ada dalam fikiranku hanya tumpukan tugas yang harus diselesaikan dengan segera.  Dan  tidak mungkin juga aku memasukan tugas makalah kedalam tulisan ini karen tulisan ini untuk Prof. Dr. Moh. Ali Aziz, M. Ag.
Oke  sampai disini aku belum menemukan ide dan judul untuk tulsianku ini, akan tetapi tangan ini tidak berhenti untuk menekan tombol atau keyboard laptop axioo berwarna hitam ini dan masih saja mengetik. Entah siapa yang menggerakkan tangan ini, yang menggerakkan semua ini adalah Allah dan aku hanya  menuruti apa kata instingku yang penting menulis dan menulis , sebenanrnya aku pengen sekali menjadi penulis hebat, bahkan melebihi penulis-penulis yang lain, aku ingin melebiahi Prof. Dr. Moh. Ali Aziz, M. Ag., Buya Hamka, melebihi Qurai Shihab dan penulis hebat lainnya , akan tetapi bagaimana caranya. Aku mungkin bisa melebihi mereka dalam mimpiku akan tetapi dalam dunia nyata itu tidak mungkin, mungkin sihh akan tetapi ibarat langit dan bumi , jauh dan panjang,  yahhh itu lah angan-angan yang terpendam.  Aku ingin menjadiseorang penulis handal dan hebat.
Alangkah indahnya dunia ketika aku menulis sebuah buku dan buku aku digunakan oleh semua orang, dibaca, diteliti dan sebagainya.  Betapa banyak pahala yang mengalir dari tulisan itu. Oleh karena itu marilah menulis.
Jika tidak bisa berbicara dengan mulut maka berbicaralah dengan pena...
Ok, Aku berasal dari daerah semen. Pangkajene dan Kepulauan, itulah nama daerah kelahiran yang  amat ku cintai. Derah ini adalah daerah yang di kelilingi oleh gunung kapur yang besar dan luas, sehingga daerah ini di juluki sebagai daerah semen.  Di daerah ini pula, pabrik semen tersebut didirikan yang bernama PT.SEMEN TONASA, akan tetapi pabrik tersebut ibarat 2 mata pisau, di lain sisi ia amat berguna karena dapat mempekarjakan ribuan orang, akan tetapi disisi lain ia juga menimbulkan dampak pencemaran udara yang hebat. Tapi sebelum aku memperkenalkan daerah aku, aku terlebih dahulu membahas dampak dari pabrik semen tersebut, karena pabrik itu menimbulkan pertentangan dalam hatiku.
 Pabrik itu menimbulkan pencemaran udara yang hebat karena asap dari pembakaran batu kapur tersebut di hamburkan ke udara sehingga debu di sekitar daerah semen tersebut mengotori lingkungan, terutama udaranya. Selain itu hal negatifnya adalah gunung di daerah aku dari tahun ke tahun semakin menipis digerus oleh sendok beton. Oleh karena itu aku prihatin akan anak cucu kelak di masa depan yang tidak bisa menikmati ciptaan Allah ketika gunung tersebut tidak berhenti dikikis. Akan tetapi keberadaan dari pabrik semen tersebut juga ada hikmah yang tersimpan di balik itu semua, yakni daerah aku terkenal dengan pabrik penghasil semen dan masuk ke dalam 3 pabrik semen terbesar di Indonesa, diantara ke-3 pabrik semen tersebut antara lain :
1.      PT. SEMEN GRESIK
2.      PT. SEMEN TONASA
3.      PT. SEMEN PADANG
Selain itu daerah aku juga dikenal dengan makanannya yakni “Sop Saudara”.  Bukan hanya itu  Kota Pangkajene dan Kepulauan juga masih memiliki banyak daerah wisata dan tempat menarik lainnya.
Aku tinggal di daerah yang dipenuhi oleh gunung, dan di daerah itu pula aku punya impian. Semenjak kecil aku bermimpi untuk menjadi Kiyai serta mendirikan sebuah pondok pesantren yang besar.  Mengapa aku mengimpikan hal yang demikian, karena sejak kecil aku sudah di kenalkan dengan pendidikan agama oleh orang tua aku, dan kebetulan kakek dari ibu aku adalah seorang pemuka agama di desaku dan begitupun kakek dari bapakku, beliau juga seorang pemuka agama di daerahnya. Maka dari itu aku bermimpi agar bisa menjadi seperti kakek-kakekku yang dulu, dan berniat meneruskan peran kakekku di desa.
Selain itu usahaku untuk mewujudkan impianku adalah dengan terus belajar agama dan kebetulan, aku juga tertarik mempelajari agama islam, akan tetapi sampai saat ini aku masih belum banyak tahu tentang agama Islam.  Tapi itu tidak membuat aku menjadi putus asa, aku akan terus mempelajari agama islam sampai akar-akarnya. Usaha aku yang selanjutnya adalah dengan menempuh pendidikan pada sekolah  yang berlatar belakang agama, dan berikut nama-nama sekolah tempat aku menimba ilmu, antara lain :
1.      SDN. 8 Pacce’lang
2.      Mts.s Darussalam Anrong Appaka
3.      Pondok Pesantren Darul Ikhsan Makassar
4.      Pondok Pesantren Asshiratal Mustaqim Baru-Baru Tanga
Ke-4 sekolah inilah tempat  aku menimba ilmu untuk mewujudkan impianku.
Berbicara tentang sekolah, tak pernah luput dari yang namanya pengalaman, dan berikut pengalaman aku sejak MA (Madrasah Aliyah).
Ada banyak kisah yang berkesan sejak MA , akan tetapi aku akan menyampaikan kisah yang menarik yakni,
Pada waktu itu, Tanggal 17-11-2013 Pukul 10.00 WITA. Ketika itu aku berangkat ke Masjid yang berada di sekitar pesantren aku, akan tetapi aku ke Masjid bukan untuk sholat, akan tetapi berjumpa dengan seseorang yang pernah singgah di hati. Dia adalah adik kelas aku, pada saat itu dia masih kelas 1 Aliyah dan aku kelas 3 Aliyah. Pagi pukul 09.00 WITA aku sedang duduk ber-2 di teras Masjid dan berbicara soal isi hati. Pada awalnya aku masih ragu untuk berbicara kepadanya tentang isi hati akan tetapi aku beranikan diri untuk menyampaikannya. Tak perlu banyak basa-basi  aku langsung ke point utama yakni mengungkapkan isi hatiku. Dengan posisi berdiri di hadapan dia aku memberanikan untuk mengucapkan  kata-kata cinta, bahwasanya aku suka sama dia. “Dik, Aku suka sama kamu”, itulah kata yang terlontar dari mulutku. Perasaan  aku sangat kacau balau setelah mengungkapkan hal itu, karena itu adalah moment yang indah. Tak lama kemudian dia pun menjawab penrnyataanku dengan mengatakan “Ia Kak, aku juga suka sama kamu”. Setelah kejadian itu, entah apa yang terjadi karena tubuh aku seakan melayang-layang dan bahagia. Demikianlah kisah yang berkesan dalam sejak MA
.           tak hanya kisah senang yang aku miliki tapi ada juga kisah sedih dan berikut ceritanya.
Sebenarnya banyak sekali kisah sedih yang aku alami selama hidup yakni, mulai dari Orang Tua aku yang sampai saat ini belum bisa aku bahagiakan, terkena musibah , Orang Tua aku di tipu oleh saudaranya sendiri, pesantren penjara yang ada di Makassar dan masih banyak lagi kisah sedih. Tapi di antara kisah sedih diatas, aku akan mencerikan kisah sedih aku sewaktu Ramadhan kemarin.
Pada waktu sore hari di bulan Ramadhan aku diajak Bapak aku ke sebuah Masjid yang tak jauh dari daerah aku, aku di ajak untuk mengkonfirmasi jadwal ceramah pada malam hari itu, akan tetapi pada waktu itu tidak ada kendaraan untuk berangkat kesana, jadi terpaksa aku meminjam motor sepupuku. Setelah itu aku berangkat bersama Bapak aku dan kebetulan cuaca pada saat itu gerimis dan jalan licin. Pada awalnya motor berjalan biasa saja akan tetapi ketika hujan mulai deras aku dan bapak tiba-tiba terjatuh dan membuat motor yang kukendarai lecet dan bapak ku terluka. Bagi aku itu adalah hal yang sangat menyedihkan. Aku tidak akan berbicara panjang lebar akan kejadian itu karena hal itu sangat-sangat menyedihkan bagi aku.
Setelah berbicara tentang kisah sedih, aku akan menceritakan pesantren yang telah mengantarkan aku ke Surabaya dan berikut ceritanya.
Sebelum masuk ke UIN ini, aku sempat menempuh pendidikan di salah satu pondok pesantren sederhana di kampung aku. Pondok pesantren tersebut adalah cabang dari pesantren yang didirikan oleh KH. Abdurrahman ambo dalle’ seorang kiyai yang telah mendirikan sebuah pesantren yang cukup besar di Sulawesi selatan dan pondok aku berada di bawah naungn DDI atau yang biasa disebut darud ad-da’wah wal irsyad. Sebuah lemabaga yang erbasis pondok pesaantren dan didirikan oleh beliau yakni kh. Abdurrahman ambo dalle’. 
Kali aku akan mebicarakan tentang pondok pesantren aku. Pesantren aku terletak di  jl. Hajji gassing, kelurahan bonto perak, kecamatan pankaje’ne kabupaten pangkep provinsi Sulawesi selatan. Pesantren yan telah menghantakanku ke Surabaya ini memiliki luas sekitar dua hekta are. Dimana satu hektar ituadalah sekolah smadrasah aliyah dan tsanawiah dan satu hektarnya lagi adalah masjid. Pesanren dengan luas dua hekta are itu  memiliki tiga puluh satu bangunan. Dan bangunan itu di bagi lagi yakni bangunan madrasaha aliyah dan bangunan madrasah tsanawiah. Madrasah tsanawiah memiliki  delapan kelas diantaranya kelas 1A, 1B, 1C, 2A, 2B 2C, 3A, 3B, ruang perpustakaan, ruang kepala sekolah dan ruang guru serta kantin. Sementara untuk madrasah aliyah ada beberapa ruangan yaitu kelas  1 keagamaan, kelas 1 akutansi, kelas 1 ipa, kelas 2 ipa, kelas 2 ips, kelas 3 ipa, kelas 3 ips, perpustakaan, ruang kepala sekolah dan guru, kantin, serta pos satpam. Serta masih ada beberapa bangunan lainnya seperti masid, asrama putra, asrama putri, ruang laboratprium IPA, laboratorium IPS,  dan ruang keterampilan menjahit. Dan tak lupa pula fasilitas yang lainnya seperti lapangan sepak bola, lapangan volley, lapangan tenis meja, takraw, tempat parker, WC dan lain sebagainya.
Warna dasar dari pesantrenku ini adah hijau dan kuning. Kenapa harus hijau dan kuning?... karena warna hijau dan kuning adalah lambang DDI saat ini dan tak hanya itu warna hijau adalah warna favorit pimpinan pondokku yaitu KH. Khijruddin Mujahid. Tidak berhenti sampai disini. Jika dibandingkan dengan pesantren atau sekolah-sekolah lain yang pernah aku tempati.  Pesantren itu termasuk yang membuatku laju dan semakin berkembang karena hanya di pesantren inilah tingkat kedisiplinannya paling tinggi dan memiliki peraturan yang cukup ketat dibandingkan dengan sekolah atau pesantren yang lain. Uppsss, sebelum aku bersekolah di pesantren Asshiratal Mustaqim aku juga pernah menempuh pendidikan yang pertama di SDN negeri delapan pacce’lang sebuah sekolah dasar yang terletak tiga ratus meter dari rumahku, dan yang kedua adalah madrasah tsanawiah Darussalam lebih tepatnya di jl. Pendidikan no.1. yang berjarak seratus lima puluhmeter dari rumahku. Dan yang ketiga adalah madrasah aliyah  pondok pesantren darud ad-dakwah wal irsyad al-ihsan di Makassar atau lebih tepatnya di jl. Alauddin tiga Makassar.
Dari ketiga pesantren atau madrasah yang telah aku singgahi yang paling tinggi kedisiplinanya adalah pondok pesantren asshirathal mustaqim itu, karena untuk mengikuti ujiannya saja diadakan yang namanya pemeriksaan lambang, kerapian rambut yang harus memenuhi standar tiga dua satu, pelunasan spp, surat rekomendasi, atribut pesantren seperti kopiah harus selalu dipakai, sepatu hitam yang benar-benar hitam dan masih banyak lagi peraturan lainnya.
Lewat pesantren inilah aku bisa ke Surabaya. Dan pesantrenku itu pula yang mendaftarkan aku untuk ujian PBSB.
Pada awalnya aku tidak tahu apa itu PBSB, tapi aku diberi tahukan oleh uztadku tentang PBSB. Waktu itu aku sedang menonton didepan TV dan tiba-tiba hp aku berbunyi, dan ternyata, teman aku mengirimi aku pesan yang berbunyi “barang siapa yang mau mendaftarkan dirinya untuk beasiswa harap ke sekolah”. Tak lama kemudian, akupun kekelas untuk mendaftarkan diri. Di sekolah aku dan kawan-kawan menunggu pak sibgatullah haliq, beliaulah yang mengenalkan kepada kami apa itu PBSB, pendaftarannya cukup simple, kami hanya menisi biodata kemudian tanda tangan dan setelah itu, selesai. Tepat 1 minggu kedepan, aku dan kawan-kawan mengikuti karantina dan tes di Asrama Haji Sudiang. 
            Tepat 1 minggu kemudian aku berangkat menuju TKP bersama 4 orang teman kelas aku. Dengan menggunakan pete-pete (angkot) kami berangkat dari kota pangkep menuju kota makassar. Kurang lebih satu jam kami berada di perjalanan yang melelahkan itu. Tapi  hal tersebut harus aku jalani demi mendapatkan beasiswa tersebut. Sebenarnya aku tidak berharap banyak dengan beasiswa tersebut karena aku masih ragu untuk kuliah di luar Sulawesi apalagi dengan persaingan yang sangat ketat dan teman-teman di sana ilmunya sudah sangat mantap, karena mereka berasal dai pondok pesantren yang terkenal di daerahnya. Setelah itu pagi pukul 07.00 WITA  aku dan teman-teman menuju tempat belajar yang jaraknya agak jauh bagiku. Disana kami diberi pelajaran tentang ujian PBSB baik itu Bahasa Arab, Akida Ahlak, Kepesantrenan dan lain-lain. Dan begitu seterusnya selama 4 hari, pada hari tes PBSB aku duduk di samping naimatul mardiah yang juga lulus PBSB dan didepan aku kurniawan. Kami disana bersaing untuk mendapatkan  tiket untuk berangkat ke jawa. Setelah tes selesai aku dan kawan-kawan pulang ke daerah Pangkep.  1 bulan kemudian aku di bri tahu oleh guru aku lewat sms bahwa aku lulus di UINSA Surabaya dengan isi sms sebagai berikut :
“selamat rahmat kamu lulus
di uin sunan ampel Surabaya
dengan beasiswa 1 juta perbulan
                                    Setelah melihat sms itu aku sangat gembira dan aku seperti bermimpi setelah mendengar hal itu. Di surabaya nanti aku akan berubah dan berkeinginan untuk menjadi seorang konselor sesuai dengan jurusanku beserta kiyai dan ulama.
                        Setelah lama tidak menulis, pada kesempatan kali ini saya akan menceritakan tentang negara kita yang tercinta ini yaitu Indonesia
Indonesia
Indonesia adalah negara kesatuan yang sangat besar dan luas, yang memiliki ribuan pulau bahkan ratusan ribu pulau terdapat di Indonesia dan ada  pulau terbesar di lndonesia yakni Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi dan Papua. Indonesia juga di kenal dengan negara penghasil rempah-rempah terbesar di Dunia. Indonesia paling kaya akan keberagaman suku, bahasa, adat istiadat, budaya dan agama. Sebagian besar wilayah indonesia di dominasi oleh lautan, yakni 40% daratan dan 60% lautan. Oleh  karena itu indonesia memiliki hutan terluas di dunia demikian pula dengan lautannya. Darinya itu sebagian besar spesies tumbuhan dan hewan terdapat di lndonesia.
Indonesia terletak di daerah yang sangat strategis karena di apit oleh 2 benua besar yaitu benua Asia dan Afrika dan 2 samudra yang sangat luas yaitu Samudra Pasifik dan Samudra Hindia, mayoritas mata pencaharian warga negara Indonesia adalah petani dan nelayan, oleh karena itu Indonesia sangat kaya akan hasil laut dan hasil bumi.
Berbicara tentang  negara, tak lepas pula dari yang namanya pemimpinpemimpin, Indonesia saat ini di pimpin oleh presiden yang bernama Prof.Dr.H.Susilao Bambang Yudhoyono, masa kepemimpinan beliau saat ini hampir berakhir dan akan digantikan oleh Insinyur Jokowidodo, yang pada pemilihan presiden kemarin memenangkan pemilu dengan mengalahkan Prabowo Subianto. sebelum Prof.Dr.H.Susilo Bambang Yudhoyono menjabat sebagai presiden, ada 6 presiden yang telah menjabat sebelumnya yakni;
A.    Presiden 1 Soekarno
B.     Presiden 2 Soeharto
C.     Presiden 3 B.J Habibi
D.    Presiden 4 Abdurrahman Wahid
E.     Presiden 5 Megawati Soekarno Puteri
F.      Presiden 6 Susilo Bambang Yudhoyono
G.    Presiden 7 Susilo Bambang Yudhoyono
H.    Presiden 8 Jokowidodo
            Indonesia \ merdeka sejak 1945 yang bertepatan dengan tanggal 17-augustus, pada waktu itu  proklamasi kemerdekaan di bacakan oleh presiden saat itu yakni Bapak Soekarno.

Bulan agustus juga menjadi bulan yang sangat berpengaruh bagi bangsa Indonesia, karena bulan agustus bulan di mana BPUPKI di bubarkan dan di bentuklah PPKI (Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia). Sedikit aku paparkan tentang PPKI , PPKI di pimpin oleh Ir.Soekarno Beserta Moh.Hatta Dan Dr. Rajimanwidyaningrat berangkat ke Dalat, Vietnam pada 2 Agustus 1945 bertujuan untuk mengetahui lebih lanjut mengenai kemerdekaan Indonesia.[1]
Bukan hanya itu  pada tangal 14 Agustus 1945 kota Nagasaki di bom oleh tentara sekutu yang menyebabkan Jepang menyerah dan berdampak bagi Indonesia dengan berakhirnya kependudukan Jepang dari Indonesia.
Sebenarnya bibit kemerdekaan untuk Indonesia telah muncul sejak zaman Belanda, pada 1908 gerakan nasionalis yang pertama , yaitu Budi Utomo. Kemudian di susul gerakan-gerakan nasionalis yang lainnya. Belanda merespon hal tersebut setelah perang Dunia I dengan langkah-langkah penindasan. Para pemimpin nasionalis berasal dari kelompok kecilyang terdiri dari profesional muda dan pelajar. yang bebearpa diantaranya di didik tentara Belanda. Banyak dari mereka yang di penjara karena kegiatan politisi termasuk Soekarno.
Namun para tokoh pergerakan ini baru dapat angin segar unuk memerdekakan diri tat kala mendengar kabar bahwa Jepang tidak lagi mempunyai kekuatan untuk membuat keputusan seperti pada 16 Agustus, Soekarno membacakan “Proklamasi” pada hari berikutnya. Kabar mengenai Proklamasi menyebar melalui radio dan selebaran sementara pasukan militer Indonesia pada masa perang , Pasukan Pembela Tanah Air (PETA) , para pemuda dan lainya langsung berangkat mempertahankan kediaman Soekarno.
Pada 18 Agustus 1945 Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) melantik Soekarno sebagai wakil presiden dengan menggunakan konstitusi yang dirancang beberapa hari sebelumnya. Kemudian di bentuk Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP) sebagai parlemen sementara hingga pemilu dapat di laksanakan. Kelompok ini mendeklarasikan pemerintahan baru pada 31 Augustus dan menghendaki Republik Indonesia (RI) yang terdiri dari 8 provinsi : Sumatera, Kalimantan, (tidak termasuk wilayah Sabah, Sarawak dan Brunei), Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sulawesi, Maluku (temasuk Papua) dan Nusa Tenggara.[2]
Demikianlah sepenggal cerita atau proses proklamasi indonesia dan persiapan pemerintahan pada masa itu.
Hal yang sangat penting bagi Negara lndonesia atau peristiwa paling penting adalah pembacaan teks Proklamasi yang di kumandangkan oleh presiden saat itu yakni Soekarno, pada saat itu beliau membacakan teks Proklamasi di Jl.Peangsaan Timur no.56 Jakarta pusat, dengan isi sebagai berikut,
Proklamasi
Kami bangsa Indonesia dengan ini menyatakan kemerdekaan Indonesia, hal-hal yang mengenai pemindahan kekuasaan dan lain-lain. Di selenggarakan dengan cara seksama dan dengan tempo yang sesingkat-singkatnya
Jakarta 17-Agustus-1945
Atas nama bangsa Indonesia
Soekarno Hattaa
Soekarno membacakan Proklamasi tersebut atas desakan Sultan Syahrir yang mendesak Soekarno agar segera memproklamasikan kemerdekaan karena menganggap hasil pertemuan di Dalat sebagai tipu muslihat Jepang, karena Jepang setiap saat sudah  harus menyerah kepada sekutu dan demi menghindari perpcahan dalam kubu nasionalis antara yang anti pro Jepang dan pro Jepang.[3]
Hasil wawancara dengan tetangga kamar, beliau adalah Mas Dika, saat ini dia Bermukim di Pesantren Ma’had Al-Jaami’ah UIN Sunan Ampel Surabaya dengan nomor kamar 49.
Berikut pernyataan beliau ;
“ Iindonesia adalah negara kepulauan, pekerjaan penduduknya mayoritas adalah petani dan nelayan. Indonesia juga di kenal dengan maritim yang sangat kuat dan luas. Indonesia itu kekayaannya sangat melimpah entah itu dari sektor kelautan, daratan maupun udara. Di sektor kelautan kita kenal kekayaannya yaitu ikan yang banyak, dari sektor darat kita kenal dengan tanaman-tanamannya yang belum ada di luar negeri misalnya di sini banyak bepenghasilan dari padi, karet, sawit dan sebaainya. Di sektor udara indonesia di kenal dengan keberagaman burung yang banyak dan burung di indonesia banyak macamnya dan sanat tidak terhitung”.[4]
Demikianlah cerita tentang  Indonesia, ternyata Indonesia yang selama ini aku anggap sebagai negara yang lemah, negara yang miskin. Dan fikiran aku jika membicarakan tentang Indonesia yang di benak aku hanyalah masalah korupsi, masalah hambalang, free port yang membuat sakit hati karena kekayaan negeri sendiri di keruk oleh negara asing dan lain sebagainya,  akan tetapi di balik semua itu masih ada kebaikan dalam negeri yang bernama INDONESIA. Ibarat kata , sebuah kertas putih dimana di dalamnya terdapat titik kecil yang hitam, tapi ingatlah di sekeliling titk hitam itu terdapat kertas putih yang mengelilinginya.
Kita ke topik yang lain yaitu hari pertama di Surabaya
Hari pertama ku di Surabaya sangatlah mengesankan, ibu kota dari Jawa Timur dengan hari jadi  tiga puluh satu mei seribu dua ratus sembilan puluh tiga, yang di pimpin oleh Ir. Tri rismaharini, M.T.,   ini memiliki luas  333.063 km2 dan dengan populasi 2,88,385 jiwa.
Selain  itu  kota ini juga merupakan kota metropolitan  terbesar di provinsi Jawa Timur sekaligus pusat bisnis, perdagangan, industri serta pendidikan. Kota ini terletak  798 km sebelah timur Jakarta, atau 426 km sebelah barat laut Denpasar Bali. Surabaya terletak di tepi pantai utara pulau jawa dan berhadapan lansun dengan selat Madura serta laut Jawa[5].
Surabaya terkenal dengan sebutan kota pahlawan karena sejarahnya yang sangat diperhitungkan dalam merebut kemerdekaan bangsa Indonesia dari penjajah. Kata Surabaya konon berasal dari cerita mitos  pertempuran antara sura (ikan hiu) dan baya (buaya) dan akhirnya menjadi kota Surabaya.  
Pada  waktu itu, aku berangkat dari rumahku yang sederhana, bercat hijau dan kuning. Dan  aku diantar oleh satu keluarga diantaranya ibu, bapak, tante, kakak, adik 2dan tetangga yang rela melepaskanku untuk menempuh pendidikan di kota pahlawan, pada hari itu bertepatan dengan tanggal 11-Agustus 2014, pukul 14.00 WITA aku berangkat dari rumah berwarna hijau dan kuning tersebut menuju Makassar.
Yah Makassar, sebuah kota yang lahir pada tahun 1971 hingga 1999 secara resmi dikenal dengan Ujung Pandang adalah ibu kota provinsi Sulawesi Selatan. Makassar merupakan kota metropolitan terbesar   kedua di luar jawa, setelah kota Medan. Kota ini juga pernah menjadi ibu kota negara Indonesia timur. 
Makassar terletak di pesisir  barat daya pulau Sulawesi dan berbatasan dengan selat Makassar di sebelah barat, kabupaten Kepulauan Pangkaje’ne di sebelah utara, kabupaten Maros di sebelah timur dan kabupaten Gowa di sebelah selatan.
Aku menaiki sebuah mobil avansa hitam milik tanteku, di dalam mobil itu kami naik satu persatu. Perjalanan dari rumah ke Makassar menempuh waktu seperti berjalan kaki mengitari lapangan sepak bola sebanyak seratus kali atau 1 setengah jam. Ketika aku sampai di bandara keluarga aku pun turun dan mengantarku masuk ke bandara. pada saat itu aku sangat sedih karena harus berpisah dengan keluarga yang amat kucintai dan kusayangi.  sebelum  aku masuk ke bandara, kakak aku yang bernama ismail mengambil handphonenya dan setelah itu aku berfoto bersama keluarga aku. Aku sangat teramat sedih karena harus meninggalkan orang-orang yang mencintai aku, orang-orang yang akung sama aku, orang-orang yang setia mendampini aku. I LOVE MY FAMILY, I LOVE MY VILLAGE, AND I LOVE MY CITY.
Aku pun masuk menuju tempat check-in untuk mengonfirmasi keberangkatan pada hari itu. Tapi sebelum aku berangkat aku berfoto bersama keluarga besar yang menantarkan ku kebandara. Dan ketika aku sudah bearda di dalam aku langsung mencari tempat duduk untuk beristirahat sejenak. Aku pandangi apa yang ada di sekeliling aku, aku merasa tertegun karena itu adalah pengalaman pertama aku masuk bandara. Aku kemudian memainkan hp samsung corby berwarna hitam dengan sedikit warna kuing pada bagian keyboardnya. Hp hitam tersebut aku mainkan dan membuka aplikasi sms, dan aku mengirim pesan kepada teman-teman yang berada di kontak hpku. Dengan format berikut ini.
“Bismillah. Doakan kawan-kawan
mudah-mudahan selamat sampai
Tujuan
#otw surabaya”
setelah mengirim pesan singkat tersebut, sms dari teman-temanpun datang silih berganti. Ada yang memberikan support, memberikan semangat, berhati-hati dan lain sebagainya. Tak lama berselang aku di telefon oleh ibu dan menanyakan situasi di bandara. Dan aku mengabarkan kepada ibu bahwa, aku berangkat jam 17.00 waktu indonesia tengah. Tidak hanya itu, ibu mengatakan kepadaku bahwa beliau ketika pulang dari bandara, beliau menyewa mobil untuk pulang.
Ketika hampir berangkat aku akhirnya memasuki ruang tunggu yang berada tak jauh dari tempat aku beristirahat, pada waktu itu aku merasa sangat sedih. Karena aku harus merantau ke Surabaya demi ilmu yang kudambakan, seakan-akan aku tak rela meninggalkan kedua orang tuaku. Air mata yang kubendung dari tadi masih kupertahankan karena aku tidak ingin orang lain tahu kesedihan yang ku alami ini.
Tidak terasa jam keberangkatanpun  tiba, aku  lansung menuju ke pesawat garuda berwarna putih dengan ukuran yang tidak biasa atau bisa dibilang kecil. Dimana, pesawat tersebut telah aku pesan sejak 3 minggu sebelumnya. hal tersebut merupakan pengalaman yang sangat istimewa karena itu pertama kalinya aku melihat pesawat dari jarak yang sangat dekat, tak ada penghalan antara aku dan pesawat itu  dan aku pun tak sabar unuk segera menaiki pesawat tersebut, tapi sebelumnya aku berdo’a dalam hati agar dalam perjalanan ku kali ini di ridhoi oleh Allah dan diselamatkan dalam perjalanan.
Aku pun berjalan menuju pesawat tersebut, dan segera menuju tangga yang berada di bagian tengah pesawat. Saat aku memasuki gerbang pesawat tersebut, ada dua orang pramugari yang menyambut kedatanganku dan kawan-kawan dengan hangat. Sambil melontarkan senyuman kepadaku dan berkata “Selamat datang di pesawat garuda.” Sembari berjalan menuju kursi pesawat, aku melihat orang-orang yang berada di samping kiri dan kanan aku. Mereka datang dari berbagai daerah yang entah kenapa bisa menyasar di makassar. Ada yang dari papua dengan ciri khas kulit hitam dan rambut keriting. Ada yang berasal dari luar negeri dengan rambut pirang dan kulit putih serta tubuh yang tinggi menjulang bak tongkat yang berukuran dua meter.
Rasa sedih sejak tadi menghiasi  waktu-waktu sempitku itu berubah menjadi senang ketika aku memasuki pesawat, melihat  keadaan sekeliling, aku kemudian meletakkan tas hitam bercorak merah yang berisikan barang yang paling berharga yaitu laptop beserta berkas-berkas persyaratan PBSB. Aku meletakkan tas tersebut tepat berada di atas kursiku yang berwarna biru muda dengan hiasan bintik-bintik volkadot berwarna putih. Tubuh yang lelah menunggu keberangkatan pesawat ini akhirnya bisa beristirahat dengan lega di atas pesawat. Tak lupa aku berfoto diatas pesawat tersebut dan melihat keluar jendela. Sangat senang rasanya bisa duduk di atas  pesawat yang mewah dengan fasilitas yang baik juga. Dari balik pintu putih yang berada 5 meter dari kursi yang aku duduki saat ini muncul sosok pria jangkung dengan gaya rambut yang rapi serta jas dan celana hitam yang melekat pada tubuhnya. Sembari mengucapkan salam dan selamat datang. Pria  jangkung tersebut memberikan arahan kepada para penumpang dan tata cara penggunaan safeti belt yang berada di bagian bawah kursi masing-masing, tak lupa jaket pelampung berwarna kuning dengan hiasan peluit pada kerah lehernya itu diperagakan. Di dalam pesawat itu aku mengikuti komando yang disampaikan oleh pramugara(i).  tak terasa sang pilot bersiap-siap untuk melakukan take of atau yang biasa kita kenal dengan peluncuran. aku pun deg-degan karena pesawat akan  take-of, aku merasa jantung berdetak dengan kenacang bak berlari seratus meter, dan aku bertanya dalam hati, inikah  yang dinamakan dengan take of  di atas pesawat, senang sekali rasanya. Burung besi itupun mencari landasan untuk segera mengepakkan akupnya di udara Makassar.  
Di dalam pesawat aku melihat pemandangan Makassar dan Sul-Sel dari ketinggian, sedih rasanya meninggalkan Sul-Sel. Daerah yang telah membesarkan aku, daerah atau tempat aku hidup selama ini.  Begitulah kira-kira persaan ku saat itu. Setelah mengudara di atas langit Makassar aku menikmati pemandangan dan suasana di dalam pesawat.  di dalam lambung burung besi itu, seorang perempuan dengan paras cantik dan rambut sebahu datang dari balik pintu, perempuan dengan rambut sebahu itu membawa sebuah meja yang berisi makanan dan minuman bagi para penumpang. Satu persatu penumpang dilayani dengan senyuman dari pramugari tersebut. Tak lama setelah itu pramugari tersebut sudah sampai ke bagian kursi yang aku duduki saat itu. Dengan senyuman yang ramah wanita dengan paras cantik itu meletakkan sebuah kotak makanan di atas meja makanan. Dan bertanya kepadaku tentang minuman yang di inginkan. Dengan ramah aku meminta sebuah susu hangat yang terletak di atas meja.
Tak terasa pemandangan kota surabaya pun sudah nampak di depan mata, pemandangan saat itu terasa indah karena aku sampai disana pada saat malam hari, lampu kota yang terletak di tepian jalanan serta cahaya dari kendaraan kota itu seakan seperti sebuah lautan cahaya yang menghiasi malam tersebut.  pemandangan yang terlihat itu seakan menjadi hiburan bagi aku. Senang sekali bias menyaksikan pemandanan langka tersebut. Tak lama berselang burung besi dengan gambar kepala garu yang terletak di baigian luar pesawat tersebut  akhirnya melakaukan pendaratan. Dan sesaat kemudian para penumpang pun turun dari pesawat dengan mengambil barang bawaan masing-masing. Dan berjalan menuju pintu keluar yang terletak tak jauh dari kursiku saat itu. Sambil  menuju bandara juanda Surabaya aku kemudian melihat sekeliling kota tersebut dengan orang-orang yang berbuadaya jawa. Sambil  menunggu kedatangan koperku hijau dengan ukurang yang sangat besar yang sebelumnya aku bawa dari sul-sel.  nampak disana koper besarr  berwarna hijau berjalan  di atas eskalator dan aku tak sabar ingin mengambilnya. Setelah itu aku dan kawan-kawan rombonan dari bone keluar pintu bandara dan lansung memesan mobil. Suasana Bandara pada saat itu sangatlah ramai. Terdapat beberapa rombongan keluarga yang tak sabar menuggu sanak keluarganya yang turut ikut di pesawat yang kami tumpangi. Setelah istirahat sejenak aku dan kawan-kawan melanjutkan perjalananku menuju kampus impian, sebuah kampus besar dan katanya ilmu keagamaan di sana lumayan bagus. Aku dan rombongan  akhirnya mendaapatkan mobil avansa berwarna hitam yang telah dipesan oleh ustad nandar, seorang ustad dari bone  dan bersiap menhantarkan kami  ke UIN, pada awalnya supir mobil itu tidak mengetahui nama UIN sunan ampel , pada saat itu aku dan rombongan juga ikut bingung, supir tersebut  hanya mengenal nama IAIN, dari kejadian itu aku baru tahu jikalau UIN saat ini adalah sebuah universitas baru yang dulunya bernama IAIN sunan ampel.
Perjalanan akhirnya kulanjutkan dengan di hantar pak sopir menuju UIN, aku melihat suasana di sampan kaca mobil banyak kendaraan yangberlalu lalang. Kurang lebih lima belas menit kami berda di perjalanan menuju kampus tersebut. Dan ketika hendak sampai di pintu gerbang, aku heran karena twin tower yang selama ini aku bayangkan dan aku lihat di website uin yaitu http//www.uinsby.ac.id itu  tidak Nampak sama sekali, setelah ku selidiki ternyata twin tower itu baru rencana untuk meningkatkan mutu dari transisi IAIN menjadi UIN. Pak sopir menurunkan aku dan rombongan di wisma bahagia yang berada di dalam kampus, pada waktu itu aku berfikir , oh ternyata bagus juga tempat tinggal ku saat ini, aku akhirnya masuk ke kamar dan menaruh barang-barang yang ku bawa dari rumah.
Setelah meletakkan barang-barang yang aku bawa dari kampung halaman, aku kemudian mengambil air wudhu dan meletakkan sajadah kearah barat dan melaksanakan kewajiban sebagai umat islam yaitu shalat. Dengan khusuk, aku bertakbir kepada Allah dan melafalkan basmalah dan surah al-fatihah. Dengan khusuk aku beribadah kepada Sang Khaliq, Robbul Ghofur, yang telah menciptakan tujuh lapis langit yang makmur dan tujuh lapis bumi yang subur. Lima menit berselang aku membuka nasi kuning yang aku bawa dari rumah dan aku melahap makanan tersebut bersama ustad Nandar, Kurni dan temannya yang satu itu. Ku lihat di hanphoneku ternyata sudah jam 07.00 tak terasa 5 jam yang lalu aku berada di Makassar dan sekarang aku berada di Surabaya. Aku kemudian menelfon ibuku yang berada di Sulawesi dan mengabarkan kepada beliau tentang keadaan ku saat itu. Dan ibu merasa lega dan senang karena anaknya sampai dengan selamat. 
keesokan harinya tepat pukul 04.00 aku dibangunkan  oleh uztad untuk shalat subuh di masjid Ulul Al-Bab UIN Sunan Ampel, sebuah masjid yang megah dengan cat berwarna kuning tua serta gaya bangunan klasik. Di masjid itulah kami melaksanakan sholat subuh dua rakaat. Terdengar suara adzan dari balik mikrofon yang merdu, seakan-akan mengajak kita untuk menyeru kepada Allah. Dengan penuh kekhusuan kami sholat berjamaah dengan satu imam dan  delapan orang yang menjadi makmum.
Fajar pagi sebentar lagi menampakkan cahayanya bersamaan dengan selesainya kami menunaikan kewajiban sebagai umat muslim, aku dan Kurni serta temannya yang satu di ajak  untuk berkeliling-keliling kampus. sambil melihat bangunan yang menjulang tinggi ustad Nandar mengatakan bahwa kampus di UIN ALAUDDIN Makassar masih lebih bagus bangunannya jika di bandingkan dengan UIN ini. Kaki ini  semakin jauh melangkah menyusuri kampus  itu  dan kami jalan-jalan keluar kampus sambil menikmati kota Surabaya dari kampus UIN tersebut. Aku dan rombongan diajak ke jembatan yang berada tepat di depan kampus.
Dengan menenteng kopiah ditanan sambil berjalan di atas jembatan tiba-tiba terdengar suara gemuruh dari ujung rel, dan kumelihat sebuah besi besar merayap di atas rel dan itu adalah kereta yang selama ini aku lihat di TV-TV. Kejadian  pada waktu itu adalah  pengalaman pertama aku melihat sebuah kereta dengan mata kepala sendiri. 
Matahari semakin tinggi dan  sengatan cahayanya semakin panas, kami pun memutuskan untuk kembali ke wisma bahagia  sembari mencari makan. Pada saat kami di ajak oleh ustad Nandar untuk makan, aku dan kawan-kawan berjalan menuju warung yang berada di dalam kampus dan yang membuat aneh adalah makanan di warung tersebut aneh-aneh dan banyak yang tidak aku kenal. Seperti nasi bali, entah siapa yang menamakan nasi tersebut, mungkin saja pada saat pembuatan nasi bali tersebut didatangkan seorang  koki dari bali. Dan ada juga nasi rawon, ketika aku mendengar kata rawon tersebut yang terlintas di benakku  adalah sebuah hewan yang mirip seperti lebah dan mempunyai sebuah benda tajam pada bagian pantatnya atau yang biasa disebut tawon,  dan masih banyak lagi makanan aneh yang dijajakan di warung itu.
Tak berhenti sampai di warung itu, perjalan aku dan kawan-kawanku masih panjang. Ternyata kami masih di ajak oleh ustad untuk menemui seorang dosen yang sekaligus sebagai kepala pengelola PBSB UIN Sunan Ampel, yaitu bapak Agus Santoso. Akhirnya kami memutuskan untuk berangkat ke Fakultas Dakwah dan menemui dosen tersebut. Kami hanya  ikut ke fakultas tersebut. Sembari berjalan aku meelihat kiri kanan ternyata bangunan di UIN ini masih sangat rendah kualitasnya. 
Kembali ke topic kita saat ini yaitu menemui dosen pak Agus Santoso. Aku dan kawan-kawan berjalan menuju ruangan beliau yang berada di pojok gedung. Setelah mengetahui ruangan tersebut aku dan kawan-kawan yang diajak oleh ustad berjalan menuju ruangan tersebut dan kami disuruh duduk.  Dengan muka tak berdosa kami masuk dan duduk di kursi yang di sediakan disana. Aku melihat suasana di sekeliling aku. Pada bagian sebelah kiri terdapat kaca yang tebal dan ditutupi oleh tirai. Dan sebuah makanan  ringan yang terhidang di atas meja kayu berwarna coklat tua dan berbentuk kotak. Tak lama setelah itu bapak dosen yan ditunggu-tunggu akhirnya menampakkan dirinya. Dengan mengunakan peci putih, serta baju kemeja ungu beraris-garis, celana hitam serta kaos kaki yang menempel pada tubuh beliau menghampiri kami. Sambil mengucapkan salam dan berjabat tangan dengan beliau. Beliau pun akhirnya duduk dan bebincang bersama ustad nandar. Aku dan kawan-kawan hanya bias diam dan duduk terpaku sambil mendengarkan pembicaraan mereka berdua. Di tengah-tengah percakapan pak agus menyuruh kami untuk memakan permen yang ada di atas meja kayu tersebut dan menyuguhkan kami minuman akua gelas bertuliskan  air mineral IAIN SA. Aku melihat kemasan minuman tersebut dan berkata dalam hati, “hebat juga kampus ini udah bias produksi air mineral sendiri.” Setelah lama mengobrol dan berbincang dengan pak agu aku dan teman-teman pamit untuk pulang dan melanjutkan perjalanan yang akan kami catat suatu hari nanti. 
Singkat cerita, setelah bertemu dengan dosen aku dan teman-temanku kembali diajak oleh ustad nandar utnuk berkeliling Surabaya.  pada saat itu aku dan teman aku yang dari Sulawesi berangkat ke kali anget dengan mengunakan mini bus tua dengan tampilan kurang menarik yang kami hentikan di pinggir jalan. Di dalan bus tersebut aku dan teman-teman berbaur bersama masyarakat jawa dan kejadian pada saat itu adalah pengalaman terjun langsung ke masyarakat surabya  dengan menggunakan bis tua tersebut. Aku dan teman-teman berngkat ke kali anget, sembari menghabiskan waktu yang di tempuh aku melihat ke kiri kanan bus tersebut. Aku melihat kota Surabaya di siang hari dengan aktifitas yang sangat padat. Ku arahka pandanganku ke jendela dan melihat taman-taman yang  tersaji di tengah keramaian kota. 10 menit kemudian mini bus tua itu berhenti di tempat yang kami tuju. Ku lankahkan kaki kecilku ini mengikuti langkah kaki ustad nandar. beliau hendak mengunjungi rumah orang  tua salah satu  santri yang bersekolah di pondok pesantren al-ikhlas tempat beliau mengajar.
Pada saat berjalan menuju rumah yang dimaksud, beliau sempat kebingungan karena banyaknya bagudang yang serupa, dan alamat yang dimaksudkan oleh beliau adalah sebuah ruko atau rumah toko yang berada di sekitar pelabuhan tanjung perak. Lima menit berlalu, sepuluh menit berlalu, lima belas menit berlalu kami masih terus melangkahkan kaki ini ke sebuah rumah toko yang dimaksudkan tersebut. Dan setelah lama berjalan kaki kami akhirnya menemukan rumah yang di maksud. Aku melihat di dalam rumah tersebut beberapa orang pekerja yang sibuk mengangkat barang kesana kemari dan seorang mandor yang mengatur mereka. dan ustad nandar yang mengajak kami mendatangi mandor tersebut dengan lankah kaki yang oenuh dengan kepastian sembari bertanya kepada seorang mandor berkulit putih menggunakan seragam putih merah dengan paras muka keturunan cina. Di bawah terik matahari aku dan teman-teman menunggu ustad yang bertanya kepada wanita dengan seragam putih merah tersebut. Setelah selesai  beliau memanggil kami dan menyuruh untuk naik kerumah tersebut. Sembari berjalan bersama teman-teman nampak di baian dalam rumah tersebut terdapat banyak bungkusan kardus yang bertumpuk-tumpuk bak sebuah pasir dilautan yang menghampar. Dan di sampin tumpukan kardus tersebut terdapat sebuah tangga dengan gaya melingkar. Aku dan kawan-kawan naik dan segera menuju ke sebuah sofa merah berwana merah. Di sana kami beristirahat sejenak dan membersihkan badan di sana.
Kurang lebih satu jam kami di tempat itu dan menghabiskan waktu dengan menonton sebuah acara tv yang di tampilkan oleh tvone. Salah satu chanel tv berita yang paling update. Dikarenakan pada waktu itu sedang maraknya berita prabowo yang mengguat KPK karena di tuding melakukan kecurangan terhadapa pasangan calon presiden prabowo subianto dan hatta rajjasa. Acara tv tersebut berlansung sangat seru karena di tampilkan tayangan sidang gugatan prabowo terhadap kpk. Seorang wanita parubaya berkulit hitam dengan bentuk tubuh bulat dari pihak praboyo mengungkapkan kesaksiannya ke hadapan hakim mahkama agung hamdan zoelva. Pada  tayangan tersebut wanita kulit hitam itu mengungkapkan kesaksiannya sengan nada ala papua yang membuat para penontonnya tertawa karena logat bahasa yang lucu khas papua. Aku yang menyaksikan kejadian tersebut tak mau ketinggalan dengan ikut tertawa, karena menurut pandangan aku logat bahasa asing yang jarang didengar oleh orang awam terasa lucu ketika gaya tersebut di tampilakn di tv. Aku menyaksikan tayangan tersebut kurang lebih setengah jam.
Setelah mengahbiskan waktu disana aku dan kawan-kawan kembali di ajak oleh seorang ajudan dari pemilik ruko tersebut untuk berkeliling kota surabaya menggunakan mobil terios berwarna putih dengan bodi yang  mulus. Kami di ajak menjelajahi kota surabaya, kota yang mendapat julukan kota terpadat ke-dua di indonesia.  Sebuah kota dengan penghasil pahlawan-pahlawan revolusioner kemerdekaan.  Di bawah terik matahari yang panas kami membelah jalan kota pahlawan tersebut menggunakan mobil putih itu. Kami di perlihatkan gedung pemerintahan kota surabya, rumah laksana maida, kampus its dan sebagainya. Tapi sebelum menjelajahi lebih jauh kota pancetus pahlawan tersebut itu kami mampir di sebuah warung kaki lima yang berada di pinggir jalan. Akan tetapi warung yang kami singahi itu tidak menyuguhakan makanan yang tertera di menu, dan kami meneruskan perjalanan ke its untuk menjemput salah seoran santri yang berasal dari seluawesi juga. Ia adalah teman kurniawan dan kebetulan satu pondok dengan dia. Setelah menjemput santri sulawesi itu .  setelah menjemput laki-laki itu kami embali melanjutkan perjalanan dengan jet darat itu.  Tepat jam 01.00 WIB  kami menyusuri kota Surabaya menjuju sebuah jembatan tol terpanjang di indonesia yang erletak antara surabaya dan madura atau yang bisa di sebut dengan jembatan suramadu. Aku sangat terkesan ketika melihat jembatan tersebut. Mulai dari struktur bangunannya yang sangat kokoh nan megah, tiang-tiang yang menjulang ke langit, tali beton yang terikat di antara kedua sisi jembatan tersebut sudah cukup menggambarkan kokohnya jembatan tersebut. Tak lupa pula mobil dan motor yang berlalu lalang di atasnya. Aku sangat terkesan dengan bangunan jembatan tersebut. Sebuah jembatan tol paling panjang dan merupakan sebuah jalan tol dengan tarif termahal di indonesia yaitu tiga puluh ribu rupiah per mobil. Kalau di perhatikan dengan seksama tarif tersebut cukup untuk biaya makan  aku di surabya selama dua hari. 
Dari balik kaca mobil putih itu nampak di sebelah selatan dan timur jembatan tersebut sebuah selat yang menghubungkan antara pulau jawa dan madura. Sebuah selat yang sangat penting pada saat aman penjajahan, karena kapal dari selatan dan timur berlalu lalang di sana. Dan aku tepat berada di tengah-tengah selat itu. Kurang lebih 15 menit kami berada di atas jembatan raksasa itu akhirnya kami sampai di sebuah pulau yang tak asing lagi bagi indonesia yaitu pulau madura atau pulau garam. Entah kenapa pulau madura itu disebut dengan pulau garam.
Mungkin saja pada zaman dahulu  pulau tersebut kekurangan garam dan kemudian muncullah seorang laki-laki yang membuat tambak garam di sana. Sang laki-laki tersebut dengan giat membangun sebuah tambak garam dan terciptalah satu tambak garam. Hari demi hari terlewati, tambak garam tersebut semakin hari semakin produktif menghasikan garam.  Dan  seorang tetangga mengikuti jejak laki-laki tersebut. Karena garam yang merupakan bahan makanan yang jua penting dan permintaan semakin tinggi, maka semakin maraklah tambak garam di sana, dan semua orang mendirikan sebuah tambak garam dan jadilah madura sebagai pulau garam. (maaf, kisah  ini hanya hasil karangan aku saja).
Mobilpun akhirnya meninjakkan bannya di pulau garam tersebut. Dari balik kaca jendela, aku melihat pulau tersebut sangat gersang dan jarang terlihat pohon. Udara yang panas, debu yang melayang-layang sudah memberikan aku kode kalau pelau tersebut memiliki hawa yang panas. Mobil putih itu singah di sebuah warung pinggir jalan, aku melihat di warung tersebut sebuah gubuk-gubuk kecil terhampar di sepanjang warung tersebut. Warung itu lumayan besar dan terletak di daerah yang strategis karena berada di ujung pinggir jalan tol. Warung tersebut lumayan menarik karena suasana ubuk-gubuk yang teduh dan berhiaskan kolam mancur di tengah-tengah serta sebuah mushola yang tak jauh dari gubuk tersebut. Aku dan kawan-kawan kemudian mengambil posisi di gubuk tersebut dan dari jauh nampak seorang pelayan pria denan baju khas madura yaitu putih merah bergaris horizontal dengan celana hitam yang melekat di tubuhnya dan seorang wanita yang juga menggunakan pakaian khas madura. Dengan muka yang ramah sembari melontarkan senyum dan menyodorkan sebuah daftar menu yang di cetak di sebuah kertas kuning dengan design yang unik.  Aku memesan makanan khas dari daerah tersebut yaitu soto madura, aku ingin merasakan makanan khas itu ku santap langsung di daerah aslinya. Dan tak lupa pula minuman es teh yang pas di siang yang terik itu. Sambil menunggu makanan tersebut datang teman-teman dan ustad ngobrol bersama supir yang telah membawa kami menjelajahi kota surabaya dan madura. Tak lama kemudian pesanan yang di tungu akhirnya datang juga. Sebuah soto khas di atas mangkuk dengan daging kambing menjadi pelengkapnya dan nasi putih yang menyertainya.matap sekali hidangan pada siang hari itu. Dengan lahapnya aku makan soto tersebut dicampur dengan nasi putih dan juga sate madura yang khas. Lezat senang bercampur menjadi satu. Itulah kata yang bisa menggambarkan perasaan ku saat itu.
Makan akhirnya  selesai tak lupa kami melaksanakan  kewajiban sebagai umat islam yang taat yaitu sholat dhuhur berjma’ah. Aku berjalan menuju mushola yang berada tak jauh dari gubuk tempat kami makan. Air kran yang keluar dari pipa seolah-olah memanggil aku untuk segera menyempurnakan salah satu rukun dalam  sholat. Ku basuh secara perlahan-lahan bagian tubuhku dengan tertib sesuai dengan tuntunan tata cara wudlu. Sholat berjama’ahpun di laksanakan dengan penuh kekhusukan.
Tak terasa sepanjang siang itu kami berjalan-jalan dari satu tempat ke tempat yang lain.  Tak berhenti sampai di warung madura saja, kami kemudianmelanjutkan perjalananmenuju sebuah makan yang amat terkenal di surabaya, yaitu makam sunan. Sebuah makam yang sangat ramai dikunjungi oleh para wisatawan lokal.
Pada umumya masyarakat yang berkunjung ke makam tersebut bertujuan untuk berziarah ke kuburan wali yaitu raden rahmatullah. Salah satu dari sembilan wali yang tersebar di seluruh daerah pulau jawa.  Mulai dari sunan syarif hidayatullah yan berada di jakarta, kemudian sunan unung djati yang berada di jawa barat, sunan kudus di jawa tengah, senan ampel dan sunan giri yang berada di jawa timur dan masih ada beberapa sunan lainya yan tersebar di tanah jawa ini. 
Kembali ke topik yang tadi yaitu kunjungan ke makam sunan ampel. Sesampainya di sana kami kemudian turun dan melihat suasana sekitar yang sangat ramai. Mulai dari penjual makanan,minumann, aksesoris, pakaian, buku-buku sampai pengemis berada di sekitar jalan menuju makam sunan tersebut. Aku sempat kaget melihat suasana di sana yang ramai karena kebisingan dari aktivitas dagang mereka. kami akhirnya masuk sementara sang sopir menunggu di luar lokasi. Dengan berjalan kaki, kami langkahkan kedua kaki ini. Kami menyusuri keramaian penjual dan pembeli yang melakukan aktifitas mereka. sesampainya di lokasi makam, aku merasa sedikit kaget saja karen abanyaknya orang yang membaca surah yasin di sekitar makam raden rahmatullah tersebut. Aku melihat banyak makam yang berada di sana. Ada makam yang di beri pagar,  makam yang dengan batu nisan yang di bungkus dengan kain dan lain sebagainya.  Aku dan kawan-kawan kemudian masuk ke makam sunan agung tersebut dan mengambil sebuah al-qur’an dan membaca surah al-qur’an itu dengan niat agar pahala dari bacaan al-qur’an tersebut di persembahkan kepada sang sunan. Dengan tartil aku membaca surat yasin itu. Dengan suasana yang ramai itu aku mengusahakan agar tetap bisa berkonsentrasi membaca surah yasin tersebut.
Setelah puas menikmati keindahan dan panorama kota surabaya, akhirnya aku dan kawan-kawan kembali ke wisma bahagia dengan hati yang bahagia pula. Sunguh sebuah pengalaman yang tak mungkin aku lupakan. Setelah seharian berkeliling membelah kota surabaya, aku dan kawan-kawan berpindah tempat tinggal dari wisma bahagia ke pesantren ma’had al jamiah , akan tetapi pesantren yang berada di dalam kampus itu masih belum buka. Jadi kami di arahkan oleh kakak senior kami yang berada di sana untuk sementara waktu menginap di base camp css mora. Ku ankut koper hijau aku yang besar itu dari kamar wisma bahagia itu ke dalam mobil terios putih. 
Base camp css mora, sebuah  rumah kecil berukuran empat kali enam meter dengan cat putih yan sudah pudar, kaca lebar yang berukuran satu kali dua sebanyak dua buah menutupi didnding depan rumah itu. Serta sebuah bendera putih dengan tulisan css mora yang terdesign dengan indah di pintu masuk base camp tersebut. Rumah itu berada di pinggir jalan, lebih tepatnya jl. Pabrik kulit wonocolo, dengan sebuah warung di samping kanannya dan tempat print di sebelah kirinya, dan satu pohon kecil yang berdiri tepat di depan base camp itu, serta rumah itu tak jauh dari masjid wonocolo. Sebuah rumah yang cukup strategis yang menjadi tempat istirahat sementara aku selama di  surabaya.Aku istirahatkan sejenak badan kecilku ini di rumah dengan cat putih pudar tersebut.  Sambil menurunkan koper hijau aku dari mobil itu, ustad nandar yang telah mengajak kami berjalan-jalan selama satu hari penuh itu pamit untuk pergi ke rumah toko yang berada di kali anget tersebut. Sedih rasanya di tinggal oleh beliau. Dan lagi-lagi seoran pria harus kuat dan tegar. Aku berusaha untuk tidak mengeluarkan air mataku saat berpisah dengan ustad itu. Dan dari balik kaca mobil putih itu beliau melambaikan tangannya ke arah rumah yang kami tinggaali saat itu. Mobil itupun semakin jauh meninggalkan base camp itu. aku dan kurniawan mengistirahatkan badan yang lelah ini di lantai rumah itu. Sambil memainkan hp samsung.
Hari pertama kuliah
Organisasi dan Kuliah. Itulah yang ku alami di UINSA ini, pada hari pertama masuk kuliah, perasaan aku cukup senang, karena hari itu aku berstatus sebagai mahasiswa. Kegiatan perkuliahan di UINSA ini cukup padat karena setiap harinya ada 2 mata kuliah yang diajarkan kecuali hari jum’at.  Hal  yang membuat aku senang adalah karena setiap ada mata kuliah pasti ada tugas. Dan setiap tugas harus dikumpulkan dan dipresentasikan. Dan Alhamdulillah semua tugas itu bisa di atasi akan tetapi ada kegiatan lain yang wajib diikuti, kegiatan tersebut berada pada naungan CSS MoRA, kegiatan di CSS MoRA wajib diikuti karena setiap kegiatan menggunakan absensi dan apabila tidak di ikuti aku gak enak sama CSS MoRA. Akan tetapi setiap kegiatan CSS MoRA seru dan selalu meninggalkan kesan, maka dari itu organisasi dan kuliah harus sejalan dan tak perlu ada yang dikorbankan.

Entah kenapa cerita ini bisa langsung lompat ke tanggal  20 maret 2015. Tapi ya udahlah karena ini tulisan aku jadi terserah aku mau nulis apa.
Aku bangun kesiangan lagi akan tetapi aku tak mau kesiangan itu menjadi penghambatku untuk beribadah kepada Allah. Dan kusegerakanlah diriku untuk beribadah kepada Allah dengan mengambil wudhu.
Habis wudhu aku melaksanakan sholat subuh dan dhuha atau yang biasa aku sebut suduha  dan memohon kepada Allah agar dilancarakan rezekiku  dan di bahagiakan orang tuaku dan setelah itu aku pergi mandi dan bersiap menuju ke fakultas untuk berolah raga ria bersama para dosen fakultas dakwah.
Aku mengenakan baju bola dari klub italia yaitu ac milan dengan motif baju merah hitam bergaris vertikal,  Serta celana panjan  hitam  yang ku beli di darmo trade center. Tak lupa sendal biru hitam dengan ukuran yang sesuai dengan kaki aku.
Difakultas aku dan teman-teman masuk dengan penuh semangat. Di dalam aula tersebut sudah hadir dosen-dosen fakultas dakwah untuk menikuti senam sholat. Senam  sholat  adalah sebuah gerakan olah tubuh dengan mengadopsi gerakan sholat itu sendiri.  Setelah semua  dosen hadir  kami berbaris sesuai dengan aturan.
Suasana pada jum’at pagi itu sangat penuh dengan keceriaan dan keramaian. Karena dosen dari berbagai mata kuliah datang untuk mengikuti senam yang diadakan oleh ustad agus santoso itu. Tapi sebelum memulai senam kami semua yang hadir pada waktu itu diberikan sebuah baju kaos yang beraneka ragam. Ada yang mendapat kaos warna merah, biru, coklat, kuning, putih dan lain sebagainya. aku mendapat baju keren berwarna biru, akan tetapi setelah aku pertimbangkan aku memilih menukarkan baju aku itu ke ahmad munir yang mengenakan baju coklat. Jujur saja aku suka dengan warna coklat, karena warna coklat adalah warna yang alami, netral dan menenangkan. 
Pukul 08.00 senam dimulai yang dipimpin oleh ahmad rifa’i sinaga, ahmad munir dan iva umi agustina.  Sebelum memulai senam diadakan dulu yang namanya pemanasan untuk merenggangkan otot-otot agar tidak keram selama senam berlangsung.
Senampun berjalan dengan lancar dan sukses. Para dosen kelihatan senang setelah melakukan  gerakan shalat ini. Kemudian para dosen beristirahat sejenak sambil merenggangkan kembali otot-otot yang telah panas itu. Masing-masing dosen berkumpul dan kami sebagai mahasiswa berkumpul juga sembari menunggu jajan yang di ambil dari lantai satu gedung fakultas dakwah. Lima menit kemudian, jajanan itu datang dari balik pintu beserta dengan minuman gelas khas UIN yang di produksi sendiri. Setelah bersenam ria  aku dan teman-teman makan jajan bareng dan berfoto bersama para dosen, sungguh pengalaman yang sangat menyenangkan.  Tak lama setelah itu aku dan kawan-kawan pulang dan bersiap-siap mandi untuk melaksanakan sholat jum’at di masjid.
Sebelum aku berangkat ke masjid. Terlebih dahulu aku membersihkan badan yang kotor ini denan air yang memancar dari kran wc lantai lima. Setelah itu ku usap badanku dan ku basahi lagi anggota tubuhku ini dengan air atau ritual sebelum shalat yaitu wudhu. Ku kenakan pakaian takwa yang berada dalam lemari kayu coklatku serta sarung kuning bermotif kotak-kotak dan tak lupa wani-wanian. Kulangkahkan kakiku menuju rumah Allah.  Kota surabaya atau lebih tepatnya di kampusku mempunyai sebuah masjid dengan gaya klasik, dimana atapnya masih mengunakan gaya kuno yakni sebuah kayu yang dirangkai denan sedemikian rupa, dinding yang diberi sentuhan modern yakni sebuah kaca lebar berukuran satu kali dua yang mengelilingi masjid tersebut serta tiang-tiang yang besar dan kokoh yang menopang masjid tersebut. Masjid dengan gaya klasik pada atapnya itu sering dipakai untuk beribadah kepada Allah SWT seperti shalat lima waktu, shalat jum’at serta shalat idul fitri dan idul adha. Masjid dengan nama ulul albab itu tidak hanya di pakai untuk beribadah kepada Allah SWT, melainkan ada kegiatan lain yang biasa diadakan di masjid tersebut seperti penajian intensif agama setiap hari rabu, latihan tilawatil  qur’an,  diba’an, sampai kantor kerjapun ada disana, lebih tepatnya kantor kerja itu berada di lantai dua. Dan itu merupakan kantor dari ma’had al-jami’ah, unit pengembangan tahfidzul qur’an, IQMA, dan lain sebagaianya. Kalau bisa disimpulkan masjid ulul albab itu adalah masjid yag serba guna akrena hampir semua kegiatan keagamaan yang ada di UIN ini diadakan di masjid tersebut.
Kembali ke topik kita yang tadi yaitu berankat shalat jum’at. Sesampainya aku di masjid dengan gaya klasik tersebut aku kemudian memasuki pintu yang berada di tenah-tengah masjid itu, tetapi sebelum memasuki rumah Allah aku selalu berdoa seperti doa di bawah ini
اَلَّهُمَّ اْفْتَحْلِىْ أَبْوَابَ رَحْمَتِكَ
“Wahai Allah bukakanlah pintu rahmat Mu”
Setiap memasuki masjid aku selalu membaca doa tersebut. Dan doa itu aku dapatkan  ketika aku masih bersekolah di pondok pesantren asshiratal mustaqim baru-baru tangnga. 
Sebelum masuk ke UIN ini, aku sempat menempuh pendidikan di salah satu pondok pesantren sederhana di kampung aku. Pondok pesantren tersebut adalah cabang dari pesantren yang didirikan oleh KH. Abdurrahman ambo dalle’ seorang kiyai yang telah mendirikan sebuah pesantren yang cukup besar di Sulawesi selatan dan pondok aku berada di bawah naungn DDI atau yang biasa disebut darud ad-da’wah wal irsyad. Sebuah lemabaga yang erbasis pondok pesaantren dan didirikan oleh beliau yakni kh. Abdurrahman ambo dalle’. 
Kali aku akan mebicarakan tentang pondok pesantren aku. Pesantren aku terletak di  jl. Hajji gassing, kelurahan bonto perak, kecamatan pankaje’ne kabupaten pangkep provinsi Sulawesi selatan. Pesantren yan telah menghantakanku ke Surabaya ini memiliki luas sekitar dua hekta are. Dimana satu hektar ituadalah sekolah smadrasah aliyah dan tsanawiah dan satu hektarnya lagi adalah masjid. Pesanren dengan luas dua hekta are itu  memiliki tiga puluh satu bangunan. Dan bangunan itu di bagi lagi yakni bangunan madrasaha aliyah dan bangunan madrasah tsanawiah. Madrasah tsanawiah memiliki  delapan kelas diantaranya kelas 1A, 1B, 1C, 2A, 2B 2C, 3A, 3B, ruang perpustakaan, ruang kepala sekolah dan ruang guru serta kantin. Sementara untuk madrasah aliyah ada beberapa ruangan yaitu kelas  1 keagamaan, kelas 1 akutansi, kelas 1 ipa, kelas 2 ipa, kelas 2 ips, kelas 3 ipa, kelas 3 ips, perpustakaan, ruang kepala sekolah dan guru, kantin, serta pos satpam. Serta masih ada beberapa bangunan lainnya seperti masid, asrama putra, asrama putri, ruang laboratprium IPA, laboratorium IPS,  dan ruang keterampilan menjahit. Dan tak lupa pula fasilitas yang lainnya seperti lapangan sepak bola, lapangan volley, lapangan tenis meja, takraw, tempat parker, WC dan lain sebagainya.
Warna dasar dari pesantrenku ini adah hijau dan kuning. Kenapa harus hiajau dan kuning?... karena warna hijau dan kuning adalah lambing DDI saat ini dan tak hanya itu warna hijau adalah warna favorit pimpinan pondokku yaitu kh. Khijruddin mujahid. Tidak berhenti sampai disini. Jika dibandingkan dengan pesantren atau sekolah-sekolah lain yang pernah aku tempati.  Pesantren itu termasuk yang membuatku laju dan semakin berkembang karena hanya di pesantren inilah tingkat kedisiplinannya paling tinggi dan memiliki peraturan yang cukup ketata dibandinkan dengan sekolah atau pesantren yang lain. Uppsss, sebelum aku bersekolah di pesantren asshiratal mustaqim aku juga pernah menempuh pendidikan yang pertama di SDN negeri delapan pacce’lang sebuah sekolah dasar yang terletak tiga ratus meter dari rumahku, dan yang kedua adalah madrasah tsanawiah Darussalam lebih tepatnya di jl. Pendidikan no.1. yang berjarak seratus lima puluhmeter dari rumahku. Dan yang ketiga adalah madrasah aliyah  pondok pesantren darud ad-dakwah wal irsyad al-ihsan di Makassar atau lebih tepatnya di jl. Alauddin tiga Makassar.
Dari ketiga pesantren atau madrasah yang telah aku singgahi yang paling tinggi kedisiplinanya adalah pondok pesantren asshirathal mustaqim itu, karena untuk mengikuti ujiannya saja diadakan yang namanya pemeriksaan lambang, kerapian rambut yang harus memenuhi standar tiga dua satu, pelunasan spp, surat rekomendasi, atribut pesantren seperti kopiah harus selalu dipakai, sepatu hitam yang benar-benar hitam dan masih banyak lagi peraturan lainnya.
Aku selalu membaca doa itu ketika masuk masjid doa tersebut juga sangat bermanfaat karena kita akan mendapatkan pahala jika kita membacanya. Setelah masuk masjid aku kemudian mengambil barisan yang terdepan. Taklama setelah duduk bedug masjid dengan ukuran raksasa itu  di dendangkan dengan kerasnya. Bedug yang berdiameter satu meter itu terletak di sebelah timur masjid dan memiliki ukuran yang sangat besar seperti bak air berwarna orange yang ada di rumah tetanggaku. Setelah bdug raksasa itu didendangkan kemudian muadzin bersiap-siap mengeluarkan suara emasnya melalui  mulut ke mikrofon yang dipeganngya.
Shalat jum’at itu pun berjalan dengan khidmat........
Setelah shaolat jum’at aku disamperin oleh pak agus santoso beliau adalah bapak angkat kami disurabaya karena beliaulah yang selalu memberi kami nasehat-nasehat serta semangat –semangat yang hebat.   Beliau menghampiri aku dengan muka yang penuh dengan merona dan senyum yang mengembang di wajahnya. Dan kemudian  Aku ditanya oleh beliau bahwa setelah ini kita mengadakan diba’an di ruang  sidang bersama para dosen dan belia juga berkata bahwa kalau punya buku diba’an tolong bawa aja. Begitu aku mendengar beliau.
Akupun berjalan menuju pesma bersama teman-teman yang lainnya, sesampainya di pesma aku langsung mengajak teman-teman untuk bergabung dan menuju ke fakultas untuk diba’an, akan tetapi masih ada saja yang tidur, mau makan , sampai-sampai bermain laptop. Ya  sudahlah nanti mereka akan dating juga.  Sambil menuggu teman-teman,  aku  kemudian pergi ke kamar 24 atau lebih tepatnya kamar ustad syamsuri untuk meminjam buku diba’an. Setelah aku lihat buku dibaan tersebut, ternyata buku itu sama degan kitab barazanji yang sering aku baca di sulawesi.
Karena lama menunggu teman-teman aku memutuskan untuk  pergi ke fakultas  bersama rifki. Sambil berjalan aku eku berbincang-bincang bersama temanku yang dari Kediri ini.  Fakultas demi fakultas ku  lewati, di sepanjang perjalanan banyak yang melakukan mahasiswa yang aktifitas, seperti kumpulan, berjalan-jalan, berkendara, ada yang pacaran, dan lain sebagainya. Sesampainya di fakultas dakwah dan komunikasi, eeh ternyata di dalam ruangan  sudah ada bapak agus dan para bapak dan ibu dosen serta para peawai fakultas dakwah.  Aku dan rifki kemudian mengambil tempat duduk di  dekat pintu akan tetapi kami disuruh pindah dan memutuskan untuk duduk di depan peman diba’an dan setelah itu dibaannya dimulai. Lambat laun teman-teman yang lain mulai berdatangan dan dosenpun datang juga. Disana auku merasa malu karena aku dan rifki duduk di atas atau didekat dosen sementara teman-teman yang lain duduk di bawah, yah maklum lah namanya orang terlambat pasti duduknya belakangan . sholawat dibaan itu dipimpin oleh pak agus dan pak tohir, dan ada satu kejadian yang membuta aku takjub adalah 2 orang anak kecil yang memainkan alat diba’an dan ternyata anak kecil itu adalah anaknya dari pak agus. Kedua anak kecil itu dengan telatennya memukul alat musik  khas arab itu dengan kedua tangan kecilnya.  Aku sangat kagum dengan kedua anak itu karena masih kecil sudah pintar bermain alat music yang diiringi lagu dan sholawatan.
Disana aku merasa senang dan bangga bisa berada di surabaya karena aku bisa mendengar dan ikut berpartisispasi dalam shalawat yang sangat waw menurutku, karena semua dosen fakultas dakwah ikut dalam acara tersebut dan memakai pakaian yang seraagam dan kompak. Sebuah pakaian yang telah dipersiapkan sebelumnya yaitu batik khas Indonesia dengan motif yang indah dengan corak bunga berwarna kuning dan hijau serta sedikit cipratan warna merah. Sungguh fakultas dakwah memang top. Maju fakultas dakwah.
Dari semua dosen yang ada beberapa diantaranya adalah  sang guru besar fakultas dakwah prof ali aziz,  dosen bahasa Indonesia semester satu pak tohir, bapak pengelola pbsb pak agus,  dosen ilmu fisafat pak anis, pengajar di kelas intesif pak yudi,dosen penantar studi islam semester satu pak syakur dan semua staf fakultas dakwah ikut dalam acara sholawat tersebut, sungguh amazing.
Dibaanpun berlangsung dengan khidmat……..
 Setelah dibaan selesai pak agus selanjutnya memberikan amanah kepada prof ali untuk menyampaikan ceramahnya, dan dari ceramah  yang disampaikan oleh beliau adalah dapat aku ambil bahwa bacaan sholawat dibaan itu merupakan  bacaan yang paling utama nomor kedua setelah al-qur’an karena didalam sholawat tersebut terdapat puji-pujian yang sangat menyanjung nabi. Tutur beliau.
Setelah sholawatan bareng para dosen bubar meniggalkan tempat tersebut dan selanjutnya kembali beraktifitas, akan tetapi sebelum pulang para dosen berfoto bersama dengan seragam yang kompak nan indah.
Dari semua dosen yang hadir pada saat itu sebagian besar dari mereka pulang dan melanjutkan aktifitas masing-masing. Setelah selesai berfoto tiba-tiba pak tohir meneluarkan suara merdu dan melantunkan shalawat al-madaad, aku begitu terpesona dengan suara dosen yang satu ini karena aku tidak menyangka bahwa dosen bki seperti beliau punya suara yang khas seperti lagu kairo tak hanya itu  suara pak tohir itu di puji juga oleh prof ali. Subhanallah.
Dan akhirnya kita bersholawat bareng lagi akan tetapi hanya diikuti oleh pak agus dan pak tohir dan teman-teman kelasku. Semakin siang sholawatnya makin seru dan makin menyejukkan hati, sholawat tersebut di iringi dengan gerakan khas yang di bawa oleh pak agus dengan gerakan ke atas dan kebawah seperti rukuk akan tetapi tidak terlalu bungkuk dan gerakannya cepat menikuti suara dan iringan rebannanya.
Hamper tiga puluh menit kami bershalawat ria bersama teman-teman dan setelah itu kami diberi makan oleh beliau. Untuk urusan makan, walaupun lelah dan gerah habis sholawatan kita masih tetap semangat dengan adanya makanan ini. Makanan yang disediakan adalah nasi pecel khas jawa timur. Tapi  dan sebelum makan kita bersholawat lagi. Sholawatannya  khas doa makan. Setelah itu balik ke pesma untuk beristirahat.
End……..
Lanjut lagi entah ahri apa itu tapi yang pastinya hari itu diberkahi oleh Allah. Next check I dot . Kemarin minggu adalah hari yang begitu melelahkan bagiku karena pada pagi harinya kau terlambat bangun subuh, setiap hari aku tekat bangun subuh. Dan teman kamarku juga tidak membangunkanku , aku begitu malas ketika bangun pas matahari terbit karena tidak baik kata orang tua.
Pagi ini aku masuk intensif bahasa inggris, seperti biasa mahasiswa UIN semester satu dan dua harus menikuti intensif bahasa ini. Aku dating ke kelas dengan mengunakan pakaian kemejaku dengan celana hitam dan sepatu hitam dan menenteng tas di pundak. Aku kemudian  masuk ke kelas dan guru utamanya gak hadir karena berhalangan.  jadi kami diarahkan untuk  pindah kekelas sebelah dan di kelas sebelah yang mengajar adalah guru yan pertama kali mengajar kami akan tetapi beliau pindah dan dengan alas an yang tak jelas. Dengan mengunakan kemeja ungu bapak pengajar pai hari itu memulai pembahasannya dengan materi past tense yaitu kejadian yang terjadi dimasa lampau itu istilahnya. Dalam pertemuan  kali itu  kita diberi tantangan untuk mengartikan sebuah kalimat dan di trasnlate ke dalam bahsa inggris menggunakan past tense,  berbekal pulpen yang kubawa di dalam tasku aku kemudian menulis dan mentranslatenya.dan salah satu yang  membuat unik dalam pertemuan kali itu   adalah setiap jawaban yang telah kita jawab  kita akan di beriangka oleh kita sendiri , misalnya aku memamsang 5, jika jawabanku benar maka 5 ini akan menjadi milikku, akan tetapi jikak salah makan poin aku menjadi -5.
Karena di beri tantangan seperti itu aku menjadi tertantang, tapi apalah daya setiap soal aku memasang 3 dan semuanya salah jadi poin aku -12.
Itu adalah pengalaman yang unik meunurutku.
Satu jam lebih kami menghabiskan waktu di sana dengan belajar bahasa inggris dan Setelah intensif  bahasa selesai aku kemudian melanjutkan perjalananku menuju kelas pak prof ali aziz yang berada di lantai 2 gedung 1, aku masuk dengan penuh keceriaan. aku kemudian duduk di barisan paling depan,  kuletakkan tasku di belakang dank u ambil pena dan kertas dari dalam tas tersebut. tak lama berselang  prof ali datang  dari balik pintu dengan kemeja putih selana hitam dan sepatu pentovel. Dengan raut muka yang ceria dan senyum yang selalu mengembang di wajahnya, beliau  membawa seorang ustad yakni ainul yaqien seorang mahasiswa luluasn al-azhar kairo mesir.  . Alasan pak prof membawa pak ainul yaqin karena pak prof ada urusan sedikit yaitu  menjadi penuji dalam ujian skripsi  dan kelas kami  harus terisi dan di bawalah pak ainul yaqin sebaai dosen pengganti.
Pada saat pelajaran berlansung, aku tidak ingat tentang tugas tafsir pribadiku padahal malam harinya aku sudah sangat siap untuk kuliah. Akupun segera keluar dan meminta izin kepada pak ainul untuk memprint makalahku di flash disk, aku berjalan dengan terburu-buru menuju gang dosen dan mencari tempat printer, di tempat printer langganan tutup akhirnya aku menemukan printer yang lain akan tetapi harganya cukup mahal karena 1 lembar dihargai 400 rupiah, aku berfikir tak apalah yang penting tugas ini aku print. Setelah jadi hasilnya aku langsung cabut dari tempat itu dan tak lupa untuk membayar jasanya.
Sesampainya dikelas ternyata yang dibahas bukanlah ayat yg berkaitan dengan tugas yang aku print itu, tapi tak apalah yg pentin sudah terprint.
Ayat demi ayat dibahas, mulai dari munasabahnya, sampai kesimpulannya dan dibacakan secara bergiliran. Ada kelompok tafsir al-munir, tafsir al-azhar dan tafsir ibnu katsir. Suasana saat itu seperti biasa berjalan lancer  dan  cukup lama. Kurang lebih dua jam kami berada dalam kelas itu  pak prof akhirnya tiba. Pak prof kemudian dating dari balik pintu  dan menanyakan apa saja yang dibahas dalam  pertemuan kali ini, dan salah satu dari kami terus ada yang menjawab ISIS, waddduh di situ aku merasa tidak  enak.
Pada kesempatan kali itu kita hanya membahas secuil tentang isis dan akhirnya pak prof bertanya kepada semua “apa hubungan isis dengan pelajaran tafsir yang kita bahas hari ini” dari pertanyaan tersebut kita dapat menyimpulkan bahwa pak prof marah walaupun tidak di ekspresikan secara langsung.
Setelah itu pak prof pamit pulang karena pelajaran telah selesai.. sunguh hari yang melelahkan.
Setelah pulang kuliah aku singgah di masjid untuk menunaikan pangilan Allah yaitu sholat duhur,  setelah sholat duhur aku istirahat sejenak sembari beristigfar kepada Allah atas semua dosa-dosa yang telah ku perbuat selama ini, setelah merasa cukup aku menuju ke ke perpus untuk mencari buku yang berjudul dinamika kelompok, sebelum aku menuju perpus aku sudah punya daftar buku yang harus aku cari di perpus dan daftar buku itu ada 8 kalau gak salah. Lama setelah itu aku sudah berkelilin-keliling perpus untuk mencari buku, kesana kemari, ke atas ke bawah akan tetapi hasilnya nihil karena hanya mendapat 1 buku. Sungguh hari yang sangat melelahkan. Setelah itu aku balik ke pesma akan tetapi aku mampir dulu di masjid, untuk sholat ashar.  Setelah sholat ashar aku balik ke pesma dan beristirahat. Aku pun istirahat sejenak dan magrib pun tiba dan aku sangat kelaparan akhirnya aku memilih untuk shalat dulu dan mencari makan, setelah shalat aku kembali ke pesma lagi dan mengecek apakah ada sepeda atau tidak ada dan ternyata tidak ada. Aku kebingungan dan tenrnyata tidak ada sepeda. Dan aku putuskan untuk berjalan kaki keluar untuk mencari makan dan dijalanan aku merasa capek dan letih karena sangat lapar akan tetapi aku menjumpai warung yang menjual nasi tempe penyet,  letaknya pas di samping masjid wonocolo. Warung itu aku ketahui setelah teman aku nitip di beliin makanan dan di warung itu terdapat berbagai macam lauk diantaranya tahu tempe, ayam, ikan dan bebek.  Setelah memesan nasi aku akhirnya bergegas pulang untuk menyantap makanan ku.  Sesampainya di pesma aku kemudian melahap  makananku yang sudah kubeli dengan susah paya.
Keesokan harinya hari selasa, seperti biasa aku masuk intensif bahasa inggris yang di ajar oleh pak yudi. Pak yudi sebenarnya bukan seorang sarjana  inggris akan tetapi dia mengajar bahasa inggris dan lebih tepatnya toafl, dan juga metode mengajar pak yudi ini sangat tidak efektif karena lebih banyak membaca buku ketimbang memberikan kami contoh-contoh soal. Dan iti sangat membosanka. Aku sering berfikir untuk mengajak teman dan menyuruh mengganti guru kami ini, akan tetapi ya sudahlah.
Setelah intensif selesai aku kemudian keluar ruangan bersama bisri dan mengajarinya beberapa kosa kata makassar dan dia mengajari aku beberapa kosa kata bahasa jawa.  Setelah itu dia memanggil teman ceweknya
Hilang tanpa jejak……..
Pagi jam 09.35 ada jam mata pelajaran ushul fiqih dengan dosen Abdurrahman  navis. Aku dan teman-teman masuk kelas dengan semangat akan tetapi pak dosennya tidak hadir dikarenakan beliau ada urusan. Dan kalau tidak salah beliau berangkat umrah. Akhirnya kami hanya rebut di dalam kelas dan gak karu-karuan dan setelah itu aku putuskan untuk pulang.  Aku keluar ruangan dengan menenteng tas kecil yang diberikan oleh pak agus. Tas tersebut adalah hadiah untuk kami ketika kami berada di pare kampung inggris pare Kediri.
Aku keluar ruangan dengan tas itu dan segera menuju ke pesantren ma’had al-jamiah. Ku ambil piring yang berada di dapur pesma dan tak lupa nasi yang telah aku masak sebelumnya di kamar serta lauk yang aku beli di bu puji. Dengan lahapnya aku memakan santap pagi itu.  Siang jam 10 aku beristirahat di dalam kamar.  Dan Masuk lagi jam setengah satu. Sebelum masuk kedalam kelas aku sempatkan diriku ke gang dosen yang berada tepat di belakang fakultas dakwah. Aku susuri kerumunan orang-orang yang berlalu lalang di sepanjang jalanan dan asinggah sebentar  pinggir jalan untuk membeli pentol makanan khas jawa timur.
Aku membeli pentol itu dengan harga tia ribu rupiah dengan dibungkus menggunakan kantong plastik. Aku bawalah jajanan itu kedalam kelas, sesampainya di kelas ternyata dosennya masih belum datang dikarenakan suatu sebab. Di dalam kelas yang berada di gedung dua itu sudah ada murni dan febi yang juga duduk berdampingan sambil memakan pentol dan rujak buah. Kulangkahkan kaku menuju kursi paling belakang kelas itu untuk melahap pentol yang telah aku beli  tersebut.
Tak lama berselang teman-temanku pada berdatangan dengan raut muka yang bermacam-macam, ada yang datang dari balik pintu dengan muka yang gembira, biasa aja, cuek dan murung. Yah itulah yang aku lihat saat itu.
Sembari memerhatikan teman-teman yang datang, tiba-tiba dari balik pintu itu muncullah bapak dosen ynag mengajar kami pada saat itu. Dan dengan langkah kaki yan gagah, bibir yang melengkung dua senti keatas dan raut muka yang berseri-seri beliau mengucapkan salam kepada kami dan segera duduk di meja dosen yang telah disediakan  sebelumnya.
Pertemuan kali itu dimulai dengan membaca do’a yang biasa kami lantunkan di pare kampung inggris. Setelah membaca doa presentator kemudian maju dan membawakan materi pertama dalam pertemuan kali itu. Jajang supriatna dari ciamis dan syarif hidayatullah dari Maluku yang kali inimenjadi presentator pertama danmembawakan sebuah materi dengan judul dinamika kelompok. 
Dalam pembahasan kali itu presentator dari ciamis itu menampilkan slide power point yang sangat lucu, mulai dari menampilkan foto mereka berdua, foto ktp, foto rapael yang lagi kebingungan dan di beri kata-kata dan lain sebagainya. Kurang lebiih dua puluh menit presentator dari ciamis dan muluku itu memaparkan materinya lewat power point. Setelah memaparkan materi beralih ke sesi selanjutnya yaitu sesi Tanya jawab. Para audiens di suruh untuk mengajukan pertanyaan kepada para presentator dan sebagian dari kami mengankat tangan dan aku tak mau ketinggalan dengan megangkat tangan pula. Tapi akungya setelah mengangkat tangan tinggi-tinggi ternyata aku tidak dipilih kan gak seru.
Dikarenakan pada waktu itu hari selasa dan sore harinya masuk lagi untuk intensif agama jadi ku putuskan untuk balik ke pesma dan beristirahat sejenak.  Sore pukul 16.00 WIB para mahasiswa semester dua berangkat menuju kampus untuk melaksanakan kewajiban yaitu hadir dalam kelas intensif agama.  Tak mau ketinggalan akupun turut ikut kepada mereka dengan datang ke fakultas. Dengan mengenakan pakaian kemeja serta celana hitam dan sepatu hitam aku masuk ke kelas yang berada di lantai dua. Kelas aku tersebut sangat strateis karena berada di tengah-tengah.  Samping kiri kelas tersebut adalah toilet dan lima meter ke utara adalah tangga naik dan turun serta depan kelas tersebut adalah ruang kosong.  Ruangan stragteis tersebut sering aku gunakan untuk belajar intensif agama, ushul fiqih dan hadits bki.
Setelah itu pulan. Diam sejenak, dan masuk intensif agama dan lagi-lai gurunya gak hadir, terpaksa masuk kelas sebelah dan bertemu teman-teman lama. Ada  fauzan, deni, margono dan yang lainnya. Aku duduk di kursi bagian depan, yah seperti kebiasaan ku. Setiap duduk kadang di depan dan terkadang juga di belakang.
Malam harinya karena aku bosan, aku memutuskan untuk menonton fil the avengers yang ada di laptop aku dan berikut akan aku ceritakan kisah the avengers yang aku tonton tersebut.
Let’s check....
Kisah "The Avengers" ini berawal dari tragedi di sebuah Laboratorium Penelitian milik Agensi mata-mata S.H.I.E.L.D (Supreme Headquarters, International Espionage, Law-Enforcement Division) yang dipimpin oleh Nick Fury ( Samuel L. Jackson ) yang sedang melakukan eksperimen untuk membuat nuklir dari sebuah energi Cube yang disebut Tesseract, karena benda ini memiliki kekuatan super yang mampu membangkitkan atau mengganti energi listrik di dunia.
Sebuah kejadian tak terduga pun muncul. Kekuatan energi Tesseract ternyata membuka portal antara Bumi dan dunia Asgard. Tak disangka, ketika portal tersebut terbuka muncullah Loki (Adik tiri THOR yang berambisi jahat dan selalu iri kepada THOR). Loki (Tom Hiddleston) yang datang ke bumi mempunyai misi menguasai kehidupan di Bumi dengan berbekal sebuah tongkat sihir pemberian pimpinan mahluk planet lain yang memiliki pasukan bernama Pasukan Chitauri. Dalam Sekejap suasana Laboratorium S.H.I.E.L.D menjadi kacau balau dengan kedatangan Loki, dua orang anggota S.H.I.E.L.D, Dr Erik Selvig (Stellan Skarsgård) dan Agent Clint Barton / Hawkeye (Jeremy Renner) disihir oleh Loki dengan tongkat sihir hingga menuruti kemauannya. Kotak Tesseract direbut Loki, Nick Fury pun tak sanggup mengahadangnya, segera dia mengontak Agent Maria Hill (Cobie Smulders) untuk menghentikan langkah Loki yang membawa Tesseract beserta anak buah barunya.
Maka terjadilah aksi kejar-kejaran dan baku tembak antara Agent Maria Hill dengan mantan rekannya Agent Clint Barton yang kini berpihak ke Loki karena pengaruh Sihir. Laboratorium S.H.I.E.L.D pun akhirnya hancur luluh lantak oleh getaran kekuatan Tesseract, untungnya Nick Fury dan Agent Maria Hill dan beberapa anggota lain berhasil menyelamatkan diri menggunakan helikopter.

Karena sadar akan menghadapi musuh yang kuat dan mengancam kehidupan di bumi maka Nick Fury sebagai pimpinan S.H.I.E.L.D mengumpulkan beberapa Orang-orang yang memiliki kekuatan lebih dan keahlian khusus atau Superhero dalam Proyek yang dinamakan Proyek Avengers. Team ini beranggotakan : Tony Stark / Iron Man (Robert Downey Jr.), Captain America / Steve Rogers (Chris Evans), Hawkeye / Clint Barton (Jeremy Renner), Black Widow / Natasha Romanoff, The Hulk / Dr. Bruce Banner (Mark Ruffalo).

Dalam Organisasi S.H.I.E.L.D , Nick Fury dibantu 4 orang kepercayaannya, Agent Phil Coulson (Clark Gregg), Agent Maria Hill (Colbie Smulders) ,Black Widow (Seorang agent Wanita yang Tangguh) dengan nama asli Natasha Romanoff dan seorang Jagoan bersenjata Busur Panah berjuluk Hawkeye atau Agent Clint Barton (yang kini telah membelot ke pihak musuh karena pengaruh gaib). melalui program "The Avengers Initiative" mereka telah berhasil merekrut Tony Stark, sang Milyader dengan kemampuan dan piranti Canggih Iron Mannya, serta Captain America yang telah mereka karantina sejak tertidur 70 tahun silam. Namun dirasa belum cukup, Nick Fury mengutus Black Widow untuk membujuk Dr. Bruce Banner, seorang Ilmuwan yang memiliki kepribadian dan raga ganda karena efek percobaan Sinar Gamma, yang kini mengasingkan diri dan mengabdikan diri untuk bantuan medis kemanusiaan di daerah Calculta, India. Awalnya Bruce Banner yang tidak ingin lagi terusik dan kekuatan Mahluk hijau dalam dirinya muncul kembali, agak enggan untuk bergabung, tapi berkat kecerdikan Black Widow sang Hulk akhirnya bersedia bergabung dengan Team bentukan S.H.I.E.L.D.

Sedangkan THOR Sang Dewa Petir, hadir bergabung dengan Team Superhero ini secara tidak sengaja, Ketika Captain America, Iron Man dan Black Widow berhasil menangkap Loki yang sedang unjuk kekuatan dihadapan warga New York,Setelah itu Loki dibawa dengan sebuah pesawat untuk ditawan di Markas S.H.I.E.L.D, THOR muncul, karena ia menginginkan Loki untuk dibawa kembali ke dunia Asgard agar tidak membuat kekacauan di Bumi.

Sempat terjadi salah paham dan pertarungan antara Captain America, Iron Man vs THOR di sebuah Hutan karena memperebutkan Loki, namun setelah THOR terpental saat memukul tameng Captain America hingga kondisi disekitarnya luluh lantak, akhirnya Sang Dewa Petir menyadari bahwa yang dihadapinya adalah Orang-orang berkekuatan khusus yang memiliki tujuan sama dengan dirinya, yaitu melindungi kehidupan di Bumi, maka bergabunglah THOR dalam Team para Superhero pembela kebenaran dan penyelamat Bumi "The Avengers".

Para Superhero ini akhirnya berkumpul menjadi satu di Markas S.H.I.E.L.D yang sangat canggih, berupa kapal induk dengan 4 baling-baling di kedua sisinya, Kecanggihan Teknologi membuat Kapal Induk yang dijuluki "Heli carrier" ini bisa terbang bahkan mampu menghilang.

Ternyata tidak sedikit kendala untuk menyatukan para Superhero ini terlebih masing-masing memiliki ego yang besar. Misalnya saja Captain America dengan latar belakang sebagai seorang prajurit perang yang terbiasa dengan koordinasi dan perencanaan, sering terjadi perselisihan dengan Tony Stark yang terbiasa bekerja sendiri dan beraksi secara spontan. Belum lagi dengan adanya masalah-masalah masa lalu dari tiap karakter dan juga misi tersembunyi S.H.I.E.L.D di balik penggabungan para pasukan super melalui proyek "The Avengers Initiative". Di saat mereka menghadapi masalah dengan kekompakan, waktu tidak lagi tersisa banyak ketika Loki mulai membuka gerbang untuk memasukkan banyak Pasukan Chitauri dari dunia lain untuk menghancurkan Bumi. Keadaan menjadi lebih rumit karena ternyata Loki dengan sengaja bersiasat agar dirinya ditangkap, dengan siasat nya pula ia memancing emosi Bruce Banner agar berubah menjadi Hulk. Tujuannya berhasil, Hulk mengamuk di markas S.H.I.E.L.D dan hampir saja Black Widow menjadi korban. Dalam setiap pertempuran selalu memerlukan pengorbanan, ketika Loki berhasil keluar dari Ruang Tawanan dan Thor terhempas keluar dari HeliCarrier, Agent Phil Coulson yang notabene bukan seorang Superhero berkekuatan lebih, mencoba menghadapi Loki seorang diri, tak ayal nyawanya melayang karena tusukan Tongkat Loki yang menembus jantungnya. Black Widow berhasil menyadarkan Agent Clint Barton dari hipnotis Loki. Hawkeye, walaupun tidak punya kekuatan super, namun sangat mahir memanah, bahu membahu dengan para Superhero "The Avengers" yang mengeluarkan kemampuan terbaiknya bersama berjuang mengusir Pasukan Chitauri yang telah memporakporandakan kota New York.







Tetapi perjuangan Team "The Avengers" tidak hanya menghabisi Pasukan Chitauri". Karena jika portal Planet Asgard ke Planet Bumi tetap terbuka maka pasuan musuh akan tetap bisa berdatangan. Satu-satunya cara mengatasi masalah adalah menutup Portal yang bersumber dari kekuatan Kristal Tesseract dimana alat pemancar kekuatan itu berada di pucuk gedung "Stark" dan dioperasikan oleh Prof. Erik Selvig dibawah pengaruh sihir Loki

Di sisi lain, Nick Fury sedang berselisih paham dengan Para anggota Dewan S.H.I.E.L.D yang memerintahkan peluncuran senjata Nuklir ke kota New York. Berbekal keyakinan bahwa team "The Avengers" bentukannya mampu mengatasi semua kekacauan, maka Nick Fury menembak sendiri Jet tempur milik S.H.I.E.L.D pembawa enjata Nuklir yang siap lepas landas menuju pusat kota. Tapi akung, satu Jet Tempur lainnya berhasil mengudara beserta Bom Nuklirnya. Situasi ini disampaikan kepada Iron Man, Dengan kekuatan super baju tempurnya, Ironman berhasil membelokkan arah bom nuklir itu ke pintu gaib Planet Asgard bersamaan dengan upaya Black Widow dan Prof. Erik Selvig yang telah mulai sadar dari Hipnotis, menancapkan Tongkat Sihir Loki ke dalam titik tengah alat pemancar energi Tesseract. Ledakan dahsyat pun terjadi di luar Atmosfer Bumi tepat diujung pintu Portal penghubung hingga pintu tertutup yang berdampak pula pada melemahnya kekuatan sisa-sisa Pasukan Chitauri yang masih ada di Bumi.




Sedangkan Iron Man yang baru saja kehabisan tenaga karena mendorong Bom Nuklir, jatuh terkulai lemas terhempas ke Bumi, untungnya "The Hulk" dengan sigap menangkap tubuh Iron Man dan dengan raungan nya pula ia membangunkan Tony Stark yang tak sadarkan diri dalam baju besinya.
Kisah pun berakhir, Loki bertekuk lutut setelah dibanting berkali-kali oleh Hulk. Agar Kristal Tesseract tidak disalahgunakan lagi, THOR membawa kembali Kristal Tesseract ke Planet Asgard bersama Loki yang sudah menjadi tawanan.
Setelah itu menghilang tanpa jejak......
Setelah beberapa vakum dari tulisan ini akhirnya aku berjuang melawan rasa malasku menulis dan kembali melanjutkan tulisanku. Entah sudah beberapa moment yang telah terlewatkan semenjak vakum dari penulisan ini tapi intinya aku lupa dengan kejadian-kejadian yang telah berlalu. Justru aku bingung dengan diriku sendiri yang begitu gampang untuk melupakan sesuatu dan padahal itu penting. Akan tetapi aku ingin mengingat-ingat lagi kejadian tersebut.
Aku mulai dengan sepatuku yang hilang. Pada hari sabtu yang lalu aku berangkat ke suatu tempat dengan menggunakan baju kemeja favorit aku. Maaf aku tidak bisa menuliskan kemana aku pergi karena akupun lupa kemana aku pergi pada hari itu. Setelah pulang dari tempat itu aku kembali ke tempat tinggal yang berwarna cokelat, berbentuk kotak, berlantai 5, yang berada tepat didepan fakultas FEBI. Sebelum kulangkahkan kaki ini menuju ke kamar, terlebih dahulu aku melepaskan sepatu kesukaan ku itu. Kumulai dari melepaskan sebelah kiri kemudian sebelah kanan. Sepatu itu aku beli di DTC atau yang biasa di sebut darmo trade center, dtc itu adalah tempat favorit aku ketika hendak membeli sesuatu. Dan sudah banyak uang yang aku setorkan ke pasar itu, mulai dari sepatu, baju, celana, peralatan kuliah dan lain sebagainya. Kembali ke pesma setelah ku lepaskan kedua sepatuku aku lupa untuk menaruhnya kembali kedalam lemari penyimpanan sepatu. Kemudian aku berjalan menuju   tangga yang berliku-liku. Tanga itu setiap hari aku lewati dan tidak hanya sekali, mungkin paling sedikit aku melewatinya 10 kali. Mana kamarku terletak di lantai 5 lagi, kebayang gak kalau tiap hari harus bolak-balik naik tangga sebanya 10 kali.
Keesokan harinya aku lihat kok sepatu aku tinggal sebelah yah, kemana yang satunya aku pun menjadi bingun kepayang, karena sepatu itu sudah menemaniku kuran lebih 5 bulan di surabaya, muali dari ke kampus, ke mol, ke tempat wisata dan berbaai tempat lainnya. Aku tak percaya bahwa sepatu aku bisa menghilang. Sejak saat itu aku mulai mencurigai ada yang membuang sepatu aku, mengapa demikian?. Karena aku pernah mendengar pengumuman yang tak jelas dari musrif bahwa barang siapa yang meletakkan sepatunya di teras maka akan di buang. Wadduhhh dalam hatiku mengatakan. Jangan-jangan musrif itu yang membuang sepatuku, akan tetapi setiap aku berjalan melewati tkp aku selalu melihat-lihat di sekitar tkp. Mungkin saja sepatu yang sebelahnya ada.
Karena aku tak kunjung menemukan sepatu itu terpaksa aku kembali menggunakan sepatu lama aku yang berwarna hitam, simpel, dan yang pastinya murah. Yap tepat sekali sepatu itu aku beli di sulawesi, waktu itu aku kepasar sendiria menggunakan motor milik bapakku yang berwarna hitam juga. Aku sudah membidik toko sepatu itu jauh-jauh hari karena di dalam toko banyak sekali sepatu yang dijajakan. Aku pun mampir dan membeli sepasang sepatu disana. Dan harganya hanya 20 ribu.
Sepatu hitam tersebut selalu aku gunakan ketika berangkat kuliah karena tak ada pilihan lain lagi.  Ini lah kisah sepatuku yang hilang.
Mau cerita apalagi yah, aku bingungnih mau cerita apa, sekarang sudah tangal 7 april tepatnya jam 03.33 sore dan habis menetik ini aku mau masuk intensif agama di kampus. Oh ia aku punya pengalaman kemarin yang pahit.
Pada pagi harinya aku masuk intenif bahasa inggris dan yang mengajar adalah bapak yudi seorang karyawan fakultas dakwah, dia adalah pengajar di kelas kami yaitu kelas A. Entah kenapa aku bisa masuk kelas A. Padahal jika dibandingkan dengan teman aku, aku kurang paham dengan bahasa inggris terlebih-lebih bahasa arab.
Setelah pelajaran intensif selesai aku dan kawan-kawan pergi  ke kelas yang berada di lantai dua. Di kelas itu aku duduk di barisan paling depan, disamping kanan aku ada mizan yang memakai kemeja berwarna hijau dan di samping kiri aku ada faisal yang duduk memakai baju biru langit dan di barengi dengan jas berwarna biru tua miliknya. 
Selang beberapa menit kemudian pak prof datang dari luar pintu menuju kedalam kelas. Dengan gagahnya beliau masuk bak seorang pangeran dengan bibir yang selalu tersenyum dan raut muka yang selalu penuh dengan kegembiraan, sesuai dengan karya paling terbaiknya yaitu terapi shalat bahagia. Tak hanya itu beliau juga datang ke kelas kami dengan memakai kemeja putih dan celana berwarna hitam. Beliau datang dan duduk di samping pak yaqien.
Beliau duduk dan setelah itu menyuruh kami berdo’a. Doa ini kami dapatkan di pare kampung inggris, tepatnya di genta english course. Genta adalah suatu lembaga kursus yang berada di pare. menurut ku temoat kursus itu sangat menarik, karena genta satu-satu lembaga kursus yang menggunakan sistem pondok pesantren. Contohnya saja ketika kita ingin memulai pelajaran, pertama-tama kita harus membaca doa robbisyrohli dan kawan-kawan dan setelah membaca doa tersebut kita harus mengaji minimal 10 menit per pelajaran. Dan dalam satu hari ada 5 pelajaran yang di ajarkan disana seperti: vocabulary, grammar, speaking, club grammar, dan club speaking.  Contoh doanya
رَبِّ شْرَحْلِيْ صَدْرِيْ وَيَسِّرْلِيْ أَمْرِىْ وَحْلُلْ أُقْدَةً مِنْ لِسَا نِى يَفْقَهُوْ قَوْلِي
Ya Allah give me relieve make easy with my matter, get my tongue to be fluent and release my word.
 Dan masih ada dua doa lagi akan tetapi aku lupa-lupa liriknya.
Dan setelah aku menulis doa yang di atas itu aku kemudian belajar menulis menggunakan font arab dan aku mencoba untuk menulis surah al-fatihah dan inilah hasil aku yang di bawah. Yang bertanda merah itu adalah kesalahan yang tidak sesuai dengan al-qur’an.
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
أَلْحَمْدُ الِلَّهِ رَبِّ العَا لَمِيْنَ.... اَلرَّحْمن الرحيم .... ما لك يوم الدين ..... إيا ك نعبد واوإيا ك ن ستعين........ إهدن الصراط المستقيم..... صرا الذين أنعمت عليهم غيرالمغدوب عليهم ولفضا الين........
Kembali ke topik yang tadi.
Setelah membaca doa tersebut  beliau memanggil perwakilan kelompok untuk di nilai tugasnya. Akungnnya pak prof memeriksa tugas kami dari belakan padahal sejak 2 hari yang lalu kami merevisi dengan detail tugas kami, akan tetapi yang kami revisi hanya di awalnya saja. Oleh karena itu kami harus giat untuk merevisi kembali tugas kami.
Ketika pak prof masih merevisi tugas yang kami serahkan, tiba-tiba temanku yang bernama rifki dari kediri datang telat. Kemudian pak prof bertanya “kenapa datang telat mas” tutur beliau dan rifki pun menjawab “aku ketiduran prof” pak prof kembali bertanya “kesepakatan kita yang lalu, apabila sudah lewat sepuluh menit maka sudah tidak bisa masuk ruangan lagi” kemudian pak prof kembali melanjutkan pembicaraannya “silahkan tutup pintu dari luar”.  Ketika pak prof mengatakan hal itu semua teman-temanku langsung terdiam dan bungkam, seolah-olah pak prof sedang marah. Akakn tetapi pak prof tidaklah marah melainkan tegas. Setelah rifki keluar, aku kemudian merasa iba kepada teman aku yang satu ini, karena orangnya periang, baik, ramah dan murah senyum dan hampir tidak pernah marah. Dan dia punya satu hal negatif yaitu sering tidur.  Yah itu lah temanku, teman ayang aku anggap sebagai sahabat, teman yang paling care menurutku adalah rifki.
Setelah kejjadian itu pak prof kembali memeriksa tugas kami. Dan tak lama berselang pak ainul yaqin sudah siap dengan soal ujian yang disiapkannya.
Ujianpun dimulai, pertama beliau menyuruh untuk menyambung ayat dan aku tulis di atas kertas putihku. Waktupun terus berjalan dan dengan tenang menjawab pertanyaan demi pertanyaan.  20 menit kemudian soal selesai dibaca dan waktunya menukarkan kertas jawaban dengn teman yang berada di samping tempat duduk. Pada awalnya sudah yakin dengan jawaban yang dijawab dengan menulis al-quran akan tetapi dari sepuluh soal berbentuk tulisan quran tak ada satupun yang benar. Aku merasa sedih karena aku tidak bisa perfect seperti temanku yang sudah terbiasa di imlah dengan bahasa Al-Quran sementara aku baru memulai pada bangku kuliah ini. Akan tetapi aku tidak menyerah dan selalu optimis akan kedepannya. Dan hasil ujianku hari itu adalah 46, sebuah skor yang sangat kecil dan itu adalah hasil kerjaku sendiri tanpa meniru. Dan pada minggu sebelumnya aku mendapat nilai 80 dan itu adalah nilai sendiri aku.
Setelah ujian tafsir bki yang di bawakan oleh pak prof yang di bantu oleh asistennya yaitu pak ainul yaqin selesai aku dan kawan-kawan kembali ke pesma untuk istirahat sejenak sekaligus untuk mengisi perut yang kosong.  Sesampainya di pesma aku makan dahulu kemudian muroja’ah hadits yang telah ku hafalkan malam sebelumnya. Murojaah selesai aku kemudian shalat dan bersiap untuk terjun kefakultas untuk ujian.
Aku menunggu selama 30 menit  tapi teman-temanku belum ada yang datang, sembari menunggu teman-teman datang aku menghafal kembali hadits yang akan di ujiankan. Total hadits yan diujiankan ada 9 dan sistem ujiannya yaitu dengan lisan.
Taklama  berselang dari balik pintu laboratorium terlihat seorang perempuan dengan mengenakan baju berwarna hijau datang dari balik pintu dan mengatakan “siapa yang sudah siap, silahkan masuk” tutur beliau. Sofi, zahra dan murni masuk duluan. Aku sempat deg-degan ketika bu ragwan datang dari balik pintu karena aku belum siap. Kurang lebih 20 menit aku dan kawan-kawan menuggu di luar laboratprium. Betapa lamanya teman-temanku yang berada di dalam, sejenak aku berfikir “apakah hadits yang diujiankan itu di hafal semua atau hanya satu, kok lama sekali”. Ternyata teman-teman aku diuji satu persatu. Dan ketika firqoh yang pertama keluar dari balik pintu lab konseling, aku dan partner kelas ku yaitu jajang supriatna dan rahmat faisal nst mempersiapkan diri untuk mengahadapi ujian yang akan diberikan oleh ex mahasiswi prof ali, beliau adalah bu ragwan. Kulangkahkan kaki aku dan kaki teman-teman menuju  ruangan yang hening itu. Jajang duduk disamping kiri aku dan faisal duduk di samping kanan aku dan aku berada di tengah-tengah bak seorang raja yang ingin berjumpa dengan orang penting. Bu ragwan membuka pembicaraan dengan menyuruh aku dan teman-teman mnandatangani absen.
Pertanyaan pertama ditujukan kepada jajang, coba sebutkan hadits tentang etika berdakwah. Di sebutkanlah dengan fasih beserta dengan artinya. Setelah jajang diberi pertanyaan, aku kemudian bersiap menerima pertanyaan dari dosenku ini. Pertanyaannya adalah, “sebutkan hadits tentang fitrah manusia?”, wadduh itukan hadits yang nggak terlalu aku mengerti dan kupahami, tutur dalam hatiku. Tapi aku mencoba menjawabnya sebagai berikut
قَالَ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: مَا مِنْ مَوْلُوْدٍ يُوْلَدُ عَلَى اْلفِطْرَةِ فَأَ بَوَاهُ يُهَوِّدَانِهِ اَوْ يُنَصِّرَانِهِ اَوْ يُمَجِّسَا نِهِ كَمَ .............................................
Setelah ktaa كَمَ tersebut aku langsung stop karena tak tahu sambungan setelah itu. Sebenarnya aku tidak mau menceritakan hal ini di sini karena aku telah berbohong krpada diriku sendiri. Sebagaimana sejak pertama kali aku berstatus mahasiswa di uin surabaya ini aku telah menulis dan berjanji pada diriku sendiri bahwa aku tidak akan pernah menyontek karena menyontek itu sama saja dengan membohoni diri sendiri. Kata-kate itu aku tulis di bukuku. Tapi apalah daya aku terpaksa menengok kebawah untuk melihat lanjutan hadits tersebut dan menengok satu persatu. Walaupun aku telah melihat catatan di bawah bangku itu aku tetap saja tersendat-sendat dalam menghafal hadits tersebut. Dan ibu rawan tahu kalau aku mnyontek dengan mengatakan jangan melihat ke bawah. Sesaat setalah bu rawan mengatakan hal itu kepada ku  aku merasa sangat bersalah dan aku down dan tak lagi sanggup berkata apa-apa.  Tapi bu ragwan tetap melanjutkan pertanyaan nya kepadaku. Coba jelaskan korelasi antara hadits tersebut dengan dakwah.
Perlahan tapi pasti aku menjelaskan kepada beliau tentang hadits  tersebut dan hubungannya dengan dakwah sebagaimana berikut
مَا مِنْ مَوْلُوْدٍ يُوْلَدُ عَلَى اْلفِطْرَةِ
“bahwa  sanya  semua anak yang dilahirkan di muka bumi ini terlahir secara fitrah atau suci dan tak ada satupun dosa yan dibawanya”
 فَأَ بَوَاهُ يُهَوِّدَانِهِ اَوْ يُنَصِّرَانِهِ اَوْ يُمَجِّسَا نِهِ
“maka orang tuanyalah yang mendidiknya menjadi seseorang yang beragama yahudi, nasrani dan majusi, jadi didikan dari kedua orang tuanyalah yang menjadikannya beragama yahudi,d nasrani dan majusi.
Setelah waktu ujian habis ku lankahkan kaki ini keluar ruangan untuk merasakan udara segar karena di dalam ruangan tersebut serasa berada di rice cooker, paanass gara-gara gak bisa jawab.
Aku kemudian pulang dan  kembali ke pesma untuk mengistirahatkan pikiranku dan emosi karena aku merasa hari tersebut adalah hari yang melahkan. Setelah hari melelahkan itu aku tidak ingat lagi hari selanjutnya karena aku mulai melanjutkan tulisan ini lagi setelah 1 minggu.  Oh iaa, aku punya sebuah cerita ini adalah tentang kisah hidupku di surabaya mau tahu??
Ini jawabannya:
Pada waktu itu, senin tanggal 14 april 2015, jam 07.00 aku berangkat dari pesma mnuju fakultas untuk melaksanakan kewajiban sebagai mahasiswa semester 2 untuk mengikuti mata kuliah prof ali. Seperti biasa
Tanggal 17 adalah hari dimana sesuatu yang menyibukkan sedang terjadi dan let’s check.
Senin 17 april 2015 bertepatan dengan hari dies maulidiah css mora uin sunan ampel seurabaya. Pukul 05.00 aku bangun dari ranjang besi dengan ukuran kotak berwarna hitam itu dan kemudian aku langkahkan kaki kecilku menuju kamar mandi yang terletak tak jauh dari kamar aku. Aku masuk ke kamar mandi berukuran satu kali satu itu dan segera memutar kran air yang letaknya tepat berada di tengah-tengah dinding kamar mandi tersebut. Aku kemudian membaca doa wudlu dan mengusap tanganku dengan air sampai kaki. Tiga menit kemudian aku keluar kamar mandi dan kembali ke kamar untuk melaksanakan shalat subuh. Seperti biasa aku shalat subuh jam lima atau jam enaman, maklumlah namanya juga mahasiswa. Aku kemudian mengambil sarung kuning yang biasa aku gunakan serta menggelar sajadah biru dengan corak volkadot berwarna kuning.
Sajadah itu aku bawa dari rumah. Sajadah dengan warna biru tersebut dibawa oleh kakak aku yang berada di madinah yang bekerja sebagai tenaga kerja wanita.  kemudian shalat subuh dengan penuh kekhususkan. Mulai dari takbir sampai salam aku lakukan dengan tertib. Lega rasanya telah menunaikan kewajiban, taklama berselang aku bersiap-siap berangkat ke auditorium untuk menghadiri acara ulang tahun css  mora. Sebelum berangkat ke auditorium terlebih dahulu aku sarapan pagi dengan nasi dan telur yang aku masak sebelumnya tak lupa juga sambal pedas.  , makan dulu. Makanan di piringpun akhirnya habis dan segera aku bersiap-siap memakai pakaian. Baju batik yang berada di lemariku aku ambil serta celana hitam yang tergantung di belakang pintu aku pakai. Kukenakan dengan rapi, terlebuh dahulu aku kenakan kaos dalam berwarna putih dan kemudian kulapisi dengan kemeja batik yang telah aku ambil. Lalu keu kenakan celan hitam itu dan yang tak boleh ketingalan adalah jas css mora. Aku kemudian bercermin dan telah rapi. Etss, tak lupa satu ritual yang tak pernah aku tinggalkan yaitu, membahasi rambut dengan sedikit air kemudian mengambil krim rambut atau yang biasa di sebut dengan gatsby dan setelah itu di tata dengan rapi. Pakaian sudah rapi, rambutpun sudah menkilat saatnya berangkat.
Dengan berjalan pelan menuju pintu dan keluar dengan segera aku kemudian melangkah ke tangga yang berada tak jauh dari kamarku. Anak tangga demi anak tangga kulalui, dan tak terasa sudah berada di lantai dua. Rifai dan jadul aku lihat sedang memilih-milih baju khas papua. Baju tersebut akan kami kenakan pada acara dies maulidiah css mora yang jatuh pada hari itu. Sementara rifai dan jadul sedang sibuk memilih-milih pakaian aku tak mau ketinggalan dengan memilih pakaian juga. Ada beragam aksesoris pakaian yang harus dipilih diantaranya, ikat kepala khas papua, baju singlet, rompi dengan rumbai kuning di baian dadanya, celana, rok dari rumbai pohon kayu serta ikat kaki. Setelah memilih  pakaian tersebut aku disamperin oleh jajang dan mengatakan “mat, kok pakai baju batik. Paduskan harusnya pakai kemeja merah.” Ucap jajang. Akupun menjawab “ia tah, aku kira padus make baju terserah, kalau gitu aku ke atas dulu untuk ganti baju”. Aku segera naik ke lantai lima untukmengganti baju yang aku kenakan.
Kemeja merah, jas hitam ala css mora, celana hitam dan sepatu hitam. Yahh pakaianku sudah seperti pejabat yang ingin bertamau, hehehe. Dengan penampilan seperti itu aku berankat ke auditorium.
Auditoruim uinsa adalah salah satu gedung serba guna yang dimiliki oleh universitasku ini, karena hampir semua acara-acara dilaksanakan di sana. Auditorium ini memiliki tiga pintu yang berada di depan, samping kiri dan samping kanan. Hampir seratus persen warna gedung ini berwarna coklat kekunig-kuningan. Denan tinggi kurang lebih sepuluh meter, panjang tiga puluh meter serta lebar dua puluh meter, gedung ini mampu menampung dua ribu orang.
Sebelum berangkat ke auditorium untuk acara ulang tahun CSS MoRA. Aku dan kawan-kawan menuju tkp dengan menggunakan kemeja merah dan jas CSS MoRA. Pada awalnya aku memakai batik dan jas akan tetapi stelah melihat kawan-kawanku memakai baju merah aku bergegas ke kamar untukmenganti baju batik tersebut dengan baju merah. 20 menit berselang, aku menuruni tangga pesma untuk menambil pakaian sajojo. Pakaian sajojo ini  akan kami kenakan pada acara ulang tahun organisasi kami. 
Untuk lebih mematangkan lagi tarian kami, teman aku berinisiatif untuk menghiasi muka dengan arang, akan tetapi di pesma tidak ada arang dan terpaksa aku meminta ke bu puji dan ternyata ibu itupun tidak memiliki arang.  Karena arang tak kunjung di dapatkan akhirnya kami pasrah dan segera menuju auditorium.
Singkat cerita, kami akhirnya sampai di auditorium. Melihat kakak-kakak yang sedang mengatur buku untuk dijajakan, akhirnya aku berniat untuk membantu mengatur buku tersebut.  Aku letakkan di atas meja yan sudah dipersiapkan, ku tata satu persatu, ku pilah dan sebagainya dan membentuk susunan yang rapi.
Aku melihat ke dalam gedun acara itu dan ternyata masih belum ramai, hanya terlihat kakak-kakak yang sedang sibuk denan job mereka masing-masing. Kurang lebih tiga puluh menit berlalu, matahari semakin terik dan aiduens mulai berdatangan itu pertanda acara akan segera dimulai. 
Sebelum masuk ke acara inti, terlebuh dahulu MC membuka acara dengan segala pesan yang dibawakannya, mulai dari sambutan-sambutan, makna dari D’SUN, proses D’SUN dan lain sebagainya. Kurang lebih 10 menit, MC  kemudian beralih ke acara selanjutnya yaitu pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh salah satu perwakilan UKM IQMA UIN SA yaitu, aku lupa namanya tapi dia itu juara tahfidz terbaik se-Indonesia dan Asia pasifik. Itu merupakan prestasi yang sangat membanggakan dan secara tidak langsung saya menyaksikan tahfidz terbaik se-Indonesia dan Asia pasifik. Dengan lantunan Kalamullah yang keluar dari lisannya cukup menghipnotis para penonton yang datang.
Kebetulan pada acara tersebut aku juga merangkap sebagai peserta paduan suara. Baju merah yang ku kenakan beserta jas css, seakan menyatu dengan peserta yang lain dan membentuk suatu gabungan  yang menarik. Di pimpin oleh kakak ardha wardhani dari fakultas syariah, kakak itu memandu kami dalam bernyanyi. Lagu pertama yang dinyanyikan adalah Indonesia raya dengan lirik sebagai berikut, let’s check.....
Indonesia tanah airku
Tanah tumpah darahku
Sidanalah aku berdiri
Jadi pandu ibuku
Indonesia kebanggaanku
Bangsa dan Tanah Airku
Marilah kita berseru
Indonesia bersatu

Hiduplah tanahku
Hiduplah negriku
Bangsaku Rakyatku semuanya
Bangunlah jiwanya
Bangunlah badannya
Untuk Indonesia Raya

Indonesia Raya
Merdeka-merdeka
Tanahku negeriku yang kucunta

Indonesia Raya
Merdeka-merdeka
Hiduplah Indonesia Raya
                                                                                                WS. Supratman
Setelah lagu Indonesia Raya dinyanyikan, dilanjutkan dengan Mars Css dan Himne Css. (Mohon maaf lirik tidak bisa ditampilkan karena kesalahan tekhnis)
Kurang lebih 10 menit menyanyikan semua lagu tersebut kami akhirnya berhenti ditandai dengan kode yang diberikan oleh sang dirigen kami. Aku yang merangkap sebagai paduan suara dan penari langsung berlari ke belakang panggung untuk mengganti kostum paduan suara dengan kostum sajojo. 
Saatnya beraksi di belakan pangung. Baru ngerasain nih, jadi penisi sebuah acara yang lumayan besar untuk selevel kampus. Pertama-tama kami semua melepaskan pakian akan tetapi tidak bulet, Cuma pakai kaos dalam dan celana boxer. Kedua adalah mengambil oakaian sajojo dari dalam ts masing-masing dan mengenakan sesuai dengan posisinya. Mulai dari ikat kepala, singlet, rompi hitam dengan lambaian jerami di sisi tengahnya, celana hitam gombrang, rok yang terbuat dari daunn kelapa sampai ikat kaki.
Ikat  kepala, singlet, rompi hitam dengan lambaian jerami di sisi tengahnya, celana hitam gombrang, rok yang terbuat dari daunn kelapa sampai ikat kaki telah melekat dibadanku dan ada sedikit hiasan cat hitam pada wajah. 
Di belakang pangung kami sudah sangat siap untuk tampil, akan tetapi ada intruksi dari kakak panitia bahwa kami tapi jam 09.30 pada jam  pada saat itu menunjukkan jam 08.30 dan itu masih ada waktu sekitar satu jam lebih. Hati kecil aku berbisik wadduhh, kok lama sekali sihh.... inikan gak sesuai dengan jadwal kemarin yang telah ditentukan bahwasanya kami tampil jam 09.00. padahal di saat yang bersamaan aku juga mengikuti salah satu audisi akademi sahur indonesia atau yang biasa kita kenal dengan nama AKSI. Sebuah acara TV yang menampilkan bakat muda da’i indonesia yang ditayangkan di Indosiar.
Aku mengikuti audisi tersebut karena obsesi aku yang besar untuk menjadi seorang penceramah yang hebat. Obsesi itu sudah aku usahakan dengan  berdakwa  atau ceramah tarwih di beberapa masjid di sekitar kotaku yaitu kota Pangkep.
Kembali ke topik yang tadi yaitu kebimbanganku  antara tetap beraksi dalam acara ulang tahun organisasiku ataukah pergi beraksi ke masjid untuk mengikuti acara AKSI indosiar itu. Akhirnya aku memutuskan untuk tetap loyal kepada CSS MoRA. Yakni dengan tetap menunggu untuk performance .
Waktu demi waktu berlalu sangat panjang bagiku karena aku berada dalam dilema. Ku habiskan waktuku di belakan panggung yang cukup luas itu untuk berfoto bersama teman-teman yang lain.  5 menit berlalu, 10 menit berlalu, sampai 20 menit berlalu dan akhirnya tibalah saatnya untuk menunjukkan aksi kami, aksi yang luar biasa, yang belum pernah kami tampilkan sebelumnya. Yaitu dance sajojo. Doa kami panjatkan sebelum menuju panggung yang megah itu. Dengan ukuran 10 kali 5 meter kami keluar dari belakan pangung menuju depan panggung.
Diiringi musik hutan dari barat kami masuk dengan gaya yang sangat konyol dan bodoh. Satu persatu mulai mengambil barisan dan  menyiapkan posisi masing-masing. aku berada di bagian kanan pojok depan. di samping saya ada rafael dan di belakng ada syarif.
Msuik sajojo  diputar lewat operator yang bertugas di posisinya, ia menyesuaikan musik sajojo dengan kami. Dan  jreeeeengg, musik sajojo di mulai. Pada permulaan tarian aman-aman saja akan tetapi ada satu gerakan yang kulupa pada saat performance yaitu gerkan menerik badan kesamping. Aku melupakan gerakan tersebut karena terhipnotis oleh ratusan penonton yang meyaksikan kami menari di atas panggung. Penonton di bawah panggung seolah-olah tak mau  kehilangan sadu detikpun untuk memejamkan matanya melihat kami menari sangking indahnya. Dan semuanya berjalan dengan lancar sampai akhir dari tarian tersebut.
Penutupan tarian dari kami, aku masih kurang paham dengan penutup tarian dari tari ini karena kau tidak sempat hadir dalam latihan.  Ketika musik sajojo berhenti dilanjutkan dengan musik dari barat yang diambil dari jabaonces, sebuah grup tari modern yang terkenal lewat youtube.  Gerakan jabaoncespun kami praktekkan dan membuat seluruh penonton yang ada dalam gedung itu melontarkan pujian dan tepuk tangan.
Tarian akhirnya selesai dan aku bergegas untuk pegi  ke tempat audisi AKSI di masjid kampus. Tapi sebelum itu aku melepaskan semua pakaianku dan segera keluar dari gedung dan dengan cepat aku berlari ke pesama untuk mengambil seragam dakwahku.
Aku mempercepat langkah kakiku menuju masjid karena takut terlambat, akan tetapi di msajid itu belum terlalu ramai dengan peserta dan akhirnya kau memutuskan untuk buang air kecil terlebuh dahulu dan memakai seragam dakwahku. Akupun segera menuju lantai dua masjid, karena di lantai dua itulah dilaksanakan audisinya. Denagn berbagai penceramah yang datang dari berbagai daerah aku tak mau kalah dengan mereka senga menunjukkan antusiasku.   Sebelum tampil kami di briffing dulu oleh crew AKSI agar mengetahui tata cara seleksi.
Aku sempat berfikir dalam haiti apakah aku bisa lolos dengan jalan ini, tapi aku pasrah dengan Allah sang maha pemberi kemudahan.  Di saat yan bersamaan ak melihat nanik, teman kelas intensif bahasa inggris semester satu ikut juga dalam audisi kali itu, tapi nanik ini bigung karena dia sudah mendaftar jauh-jauh hari dan   namanya tidak tercantum dalam formulir. Akhirnya dia hanya bisa menonton kami berdakwah.
Setelah acara briffing itu kami sempat berfoto bersama dengan  para crew dan peserta yang lain untuk dokumntasinya, lumayanlah hitung-hitung narsis.
Aku dan kawan-kawan menunggu di samping tempat audisi sambil menyaksikan teman-teman yang lain tampil dan menunjukkan bakat mereka masing-masing. Pada awalnya aku minder dengan diriku karena aku melihat banyak peserta yang ikut dan semua memiliki talenta dan keunikan masing-masin tapi aku tidak menyerah. 
Peserta pertama dipanggil, dan sepertinya aku mengetahui peserta yang tampil pertama itu. Dia adalah mahasiswa BKI semster 6 selekting dengan kak rafi dan kawan-kawan. Ia menyampaikan ceramahnya dengan berapi-api dan penuh semangat seolah-olah sedang berorasi akan tetapi itulah ciri khas mereka.
Setelah peserta pertama tampil kemudian dilanjutkan dengan peserta kedua, ketiga, keempat dan seterusnya. Hingga sampailah giliranku untuk tampil. aku tampil pada urutan ke sebelas. Aku masuk dari sebelah kiri kamera.  Dengan sarung kuning yang kukenakan, baju kokoh putih serta jas hitam yang melekat pada tubuhku aku maju dengan percaya diri. Pada awalnya aku grogi karena baru kali ini kau mengikuti audisi dakwah yang diadakan oleh acara tv. Ok aku memperkenalkan diriku, mulai dari nama, asal, tempat tinggal dan judul ceramah. Dan berikut isi ceramah  yang aku bawakan. Let’s check......

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
اَلْحَمدُللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ اَلْصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى اَشْرَفِ الْأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ وَعَلَى اَلِهِ وَ اَصْحَابِهِ اَجْمَعِيْنْ
رَبِّ اشْرَحْ لِى صَدْرِى وَيَسِّرْ لِى اَمْرِى وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِنْ لِسَانِ يَفْقَهُوْا قَوْلِي. اَمَّا بعْدُ
Senandung puji syukur marilah kita sanjung tinggikan atas kehadirat Allah Qadirabbul Ghafur, yang telah menciptakan 7 lapis langit yang makmur serta 7 lapis bumi yang subur. Allah suka kepada hambanya yang bersyukur, Allah murka kepada hambanya yang Kufur lagi takabbur. Padahal kulitnya sudah kendur, Ubannya pada menabur, toh yang namanya bersyukur juga belum diatur.
Tak lupa pula selawat bertangkaikan salam marilah sama-sama kita hadiahkan kepada putra Abdullah Buah hati Aminah Kekasih Allah Muhammad Rasulullah. Yang telah membawa umatnya dari zaman Jahiliyyah menuju zaman Islamiyyah,

Pada kesempatan kali ini saya akan membawakan sebuah ceramah dengan tema bersyukur
Sudah sepatutnyalah kita sebagai manusia yang dhoif, manusia yang lemah bersyukur kepada Allah SWT. Sebagaimana dalam firmannya An-nahl 114
(#rãà6ô©$#ur |MyJ÷èÏR «!$# bÎ) óOçFZä. çn$­ƒÎ) tbrßç7÷ès? ÇÊÊÍÈ  
“Dan bersyukurlah kamu semua akan nikmat Allah jika kamu benar-benar menyembah kepadanya.”
Memang kalau kita perhatikan dengan sekasama, nikmat Allah yang dicurahkan kepada kita sangat banyak sekali. Sebagai contoh kecil saja, mulai dari bangun tidur itu sudah nikmat Allah, kita bisa berjalan itu sudah nikmat Allah, kita bernafas itu sudah nikmat Allah. Serta kita diberi anggota badan yang super kompleks. Kita di beri mata untuk melihat, di beri akal yang bisa berfikir, di beri hati yang bisa merasakan dan masih banyak lagi nikmat Allah yang ada di muka bumi ini yang tidak bisa kita hitung. Dan ada sebuah pepatah mengatakan,  “andaikan semua ranting pohon yang ada di dunia ini engkau jadikan sebagai pena, dan air yang ada di lautan engkau jadikan sebagai tinta dan daun-daun yang ada di muka bumi ini engaku jadikan sebgai alas untuk menuliskan dan menggambarkan nikmat Allah maka mustahil kata Allah untuk menuliskan dan menggambarkan seluruh nikmat Allah yang ada di muka bumi ini.
Maka tak patutlah rasanya jika kita tidak bersyukur kepada Allah. Bahkan Allah mengatakan di dalam Al-quran, sebuah ayat yang sama dan hebatnya lagi di ulang sampai 31 kali.
فَبِأَ يِّ آلآءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبآنِ
“Maka nikmat Tuhan yang manalagi yang kamu dustakan”
Mudah-mudahan kita dimasukkan oleh Allah kedalam golongan-orang-orang yang ahli bersyukur dan dijauhkan dari sifat kufur.

Wasasalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
            Setelah tampil aku merasa lega dan langsung kembali ke tempat duduk aku yang berada di samping tempat audisi. Dan aku kembali memerhatikan teman-temanku yang tampil selanjutnya. Ada yang menarik dari pakaiannya, dari isi pidatonya, dari penampilannya dan lain sebagainya. 30 menit kemudian aku memutuskan untuk kembali ke asrama untuk menenangkan diri dengan tidur.
            Akupun berjalan menuju pintu keluar yang berada di bagian selatan masjid lantai dua, dengan menenteng tas yang ada di pundak serta dengan perasaan yang kacau balau karena sesuatu yang membuatku menjadi kacau. Aku segera menruni anak tangga dan dan menghampiri sepatu  hitam yang aku pakai.  Dan aku langsung balik e pesma untuk istirahat. Di tengah perjalanan aku ada niat untuk singgah di auditorium untuk membantu kakak yang lain kan tetapi aku lebih memilih untuk ke pesma makan dan istirahat.
            Di dalamkamar, aku merenung sejenak. Aku merenungi kisahku pada hari itu. Sungguh suasana hati yang sangat kacau balau dan penyebabnya aku tidak tahu. Seolah-olah aku merasa bersalah kepada diriku. Mungkin penampilanku yang kurang maksimal serta ketidak ikut sertaanku ke acara ulang tahun organisasi ku serta faktor lain yang menyebabkan aku menjadi pusing setengah mati.
            Beberapa saat kemudian aku merebahkan badanku untuk tidur dan tak lema kemudian nanang datang dan membangunkanku untuk makan akan tetapi aku sudah makan dan kembali melanjutkan tidur.
            Sangking capeknya aku dan kegalauan yang terus ada aku kebablasan dan tertidur mulai dari jam 1 siang sampai jam 7 malam. Aku tidak menyangka akan tidur selama itu dan aku belum pernah tidur siang selama itu. Ketika aku bangun lampu masih belum menyala dan nanang masih tidur, entah kenapa dia belum bangun, mungkin dia juga kecapean.
            Aku masih bermalas-malasan di ranjang keciku, entah kemalasan apa yang hinggap di badanku. Dan kemudian aku menelpon ibu dan menceritakan semua apa yang aku alami seharian itu. Aku menghabiskan waktu aku berbicara dengan ibuku sebanyak 18 menit  19 detik. Sebuah waktu yang singkat untuk berbicara dengan ibu.
Rasa kegalauan masih menghinggap di dalam fikiranku hingga akhirnya aku shalat dan menjama’ muta akhirkan semua shalatku  mulai dari shalat ashar, magrib dan isya. Kulangkahkan kaki kecilku ke toilet yang berada tak jauh dari kamarku. Aku memutar keran air dan mulai membasuhi anggota tubuhku dengan air wudhu. Setelah itu aku berjalan menuju kamar dan menyegaerakan diri untuk shalat. Ku gelar sajadah dan dan ku ambil sarung serta segera bertakbir kepada Allah.
Shalat dengan khusuk.......
            Kurang lebih 15 menit aku shalat, aku bersiap untuk mencari makanan karena kau sangat lapar. Seperti biasa aku selalu berpakaian selayaknya anak muda jaman sekarang. Dengan menenteng sendal yang aku ambil sebelumnya dari kamarku, aku segera menuju lantai satu akan tetapi aku melihat teman akrab yaitu muhammad khoir al-fikri. Ia adalah teman kelasku yang berasal dari jakarta tapi ia mondok di jawa barat.
            Aku singgah di kamarnya sambil menanyakan apa saja yang terjadi setelah penampilan sajojo tadi dan aku juga ingin melihat video yang direkam oleh temanku ini pada saat kami beraksi di panggung auditorium itu.
Sehabis dari kamar fikri aku seera menuju ke lantai satu dan  sekeluar untuk membeli makanan dengan sepeda yang berada di parkiran pesantren.  Aku menggayuh sepeda itu dengan kedua kakiku.  Dengan melintasi gbeberapa gedung yang berada di universitas itu seolah-olah aku diantar keluar pintu gerbang.
Di tengah perjalanan membeli nasi aku berjumpa dengan kaka kelasku, ia seorang mahasiswa BKI ssemester 4 dan kebetulan ia juga berasal dari sulawesi selatan sama seperti aku. Dengan baju biru yang dikenakannnya serta sepeda merah yang dibawanya dia menghampiri aku dan berkata “kamu mau kemana”, akupun menjawab “ aku mau pergi beli beras sama makanan”. “ohhh, kalau begitu aku nitip, ini ada baju punya si jadul, aku mau ngembaliin punyanya” ucapnya.
Cukup singkat pembicaraan kami. Dan aku segera menuju warung untuk membeli beras dan makanan.  Tak hanya itu aku juga mengatakan kepada sultan untuk singgah di kost annya.  Akan tetapi setelah jauh-jauh datang dari warung menuju kost annya  ternyata aku hanya diperlihatkan saja tanpa singgah. Tapi itu aku maklumi karena dia ada rapat dengan angkatannya.
Esok harinya......
Tepat sehari setelah ulang tahun organisasi aku, tepatnya hari jum’at. Seperti biasa aku bangun pagi dan melaksanakan kewajiban sebagai umat islam yaitu shalat. Hari iu aku memiliki rutinitas yaitu senam bersama dengan tema-teman kelas dan juga dosen kami yaitu pak agus santoso. Sebelum berangkat, terlebih dahulu aku mandi dan makan agar tidak loyo saat senam. Dengan lauk telur yang aku masak kemarin aku menyantapnya dengan lahap. Perut terisi hatipun senang begitulah kira-kira yang bisa aku gambarkan pada hari itu.
Makanan akhirnya habis dan aku segera ke fakultas untuk olah raga. Ternyata di dalam fakultas sudah ada teman-teman yang sedang senam dengan gembira dan aku tak mau ketinggalan dengan ikut serta bersama mereka. aku mengambil posisi paling belakang agar bisa bermai-main serta gila-gilaan.
Kurang lebih 30 menit kami senam gembira akhirnya pak agus menghentikan dan menyuruh kami untuk berkumpul dan membahas tentang nama untuk gerakan shalat tersebubt.  Sebenarnya nama dari gerakan shalat itu sudah ada tapi  agar lebih mudah menginatnya maka kami berinisiatif untuk memberikan nama.
Pemberian nama akhirnya berkahir dan terbentukalah nama baru untuk senam sholat kita. beralih ke diskusi yang lain yaitu tentang tinggal di rumah dosen. Pada awalnya kami menerima saran dari pak agus akan tetapi salah seorang dari kami mengatakan bahwa kalau tinggal di rumah dosen itu agak susah karena kita tidak tau rumah dosen itu dimana saja dan juga ada beberapa dari kami yang ikut UKM dan organisasi jadi cukup sulit untuk bisa tinggal di rumah dosen.
Karena matahari semakin terik dan suara majidpun semakin ramai terdengar maka diskusi segera diakhiri dan kami bersiap-siap pulang. Dengan melewati dua buah pintu aula yang besar kami melankahkan kaki menuju tangga kampus dan segera cabut dari fakultas.
Hari itu bertepatan dengan hari jum’at yaitu hari rayanya orang muslim. Aku ke pesma untuk mnyiapkan diri untuk datang ke rumah Allah yang berada di dalam universitas kami. Pada hari itu aku memakai darung andalanku yaitu sarung berwarna coklat kekunig-kuningan dengan jas hitam serta bayu kokoh putih. Setelah itu aku langsung menuju masjid tersebut. Seperti biasa aku sebelum aku masuk masij aku terlebih dahulu untuk membaca do’a sebelum masuk masjid.
Let’s check.....
اَلَّهُمَّ اْفْتَحْلِىْ أَبْوَابَ رَحْمَتِكَ
Ya Allah bukakanlah saya pintu kasih sayang-Mu
Doa itu sering aku baca ketika hendak masuk masjid.  Tidak hanya itu aku juga sering melakukan shalat tahiyyatul masjid, yaitu shalat untuk menagungkan masjid dan itu merupakan salah satu sunnah dari Rasulullah. Setelah shalat sunnah aku duduk dan mendengarkan adzan  ke-2 yang sedang dikumandangkan. Tak lama kemudian khotbahpun dimulai dengan khidmat.
Matahari semakin tinggi serta panas yang menyerang bumi makin menggelora pertanda shalat jum’at di kampusku berakhir. Di bawah terik matahari aku berjalan menyusuri debu yang beterbangan di sekeliling kampus seolah-olah menari dalam buaian.
Bangunan kotak persegi panjang menungguku. Entah apa yang terjadi selama ritual ibadah kami dimula. Di dalam gedung itu terjadi kegaduhan antar penghuni kamar karena salah satu dari kamar lantai lima kemalingan. Munji, yah itulah nama yang sering kami panggil untuk dirinya. Munji adalah salah satu mahasiswa UIN sunan ampel surabaya fakultas ekonomi dan bisnis dengan jurusan akuntansi. Ia baru saja kehilangan handphone asus zenfone 5 yang baru dibelinya 5 bulan yang lalu.
Mahasiswa akuntansi itu  kehilangan hanphonenya ketika ia sedan melaksanakan shalat jum’at dan berikut kronologinya.
Let’s check.....
            Jum’at 18 april 2015. Suasana pesma pada jam sholat jum’at memang sangat sepi sehingga memungkinkan orang-orang yang tidak bertangung jawab melakukan hal-hal yang tidak diinginkan. Ketika itu aku pergi shalat jum’at dan aku melihat si munji masih bersiap-siap untuk shalat. Entah apa yang terjadi ketika semua orang sudah tidak ada di pesma ada orang nakal yang menyelinap masuk ke dalam kamarnya. Munji yang tidak berada di tempat kejadian tidak tahu apa-apa tentang hal itu akan tetapi ada sebuah indikator yang membuktikan cukup kuat bahwasanya hanphone munji itu dicuri. Yang pertama, munji menaruh kunci lemarinya di atas meja dan setelah shalat jum’at kunci itu sudah tercolok di lemarinya. Yang kedua, pintu kamarnya tidak terkunci dan itu menindikasikan bahwa maling bisa saja masuk dengan leluasa. Yang ketiga adalah semua barang mewah yang terletak di kamar itu dan nampak oleh mata hilang semua, seperti handpohone teman kamarnya yang juga menghilang.
Setelah mengetahui kronologinya beberapa jam kemudian munji datang ke kamarku. Pada saat itu aku sedang makan mie sedap rasa kari ayam. Ia kemudian bertanya kepadaku, “mat kira-kira kamu pernah lihat oran mencurigakangak” akupun menjawab “biasanya ji, kalau lagi sepi terutama kalau hari jum’at atau sedang hujan-hujan, ada orang yang melompat dari lobang pagar bu puji dan naik ke pesma.. nah mungkin itu salah satu sebab nya juga”.
Waktu demi waktu berlalu, detik ke menit, menit ke jam. Hingga akhirnya matahari tenggelam di ujung barat pertanda siang akan berganti dengan malam.  Pada malam harinya di pondok pesantren ma’had al-jami’ah sunan ampel mengadakan festival pesantren dan aku ikut berpartisipasi dalam acara tersebut yaitu lomba pidato tiga bahasa dan aku mengambil pidato bahasa inggris. Aku sebenarnya tidak terlalu menguasai bahasa ingris akan tetapi aku memberanikan diri untuk tampil. dan berikut teks pidato yang aku bawakan pada malam hari itu.
Let’s check.....
بسم الله الرحمن الرحيم
Asslamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Exelency         : Prof A’la as the rector of UINSA
Respectable     : all of functionaries center of ma’had al jami’ah UINSA
Honorable       : all my friend whom i love
First of all lets pray and thanks unto our god Allah SWT who has been giving us some mercies and blessing so we can attend an gather in this place in good condition and happy situation.
Secondly my peace and salutation always be given to our prophet muhammad SAW who has guided us from the  darkness to the brightness, from the stupidity to the cleverness, from jahiliah era to the islamiah era, namely islamic religion that we love. So by his guidance we arrable to differentiate the good thing and the bad one. The right way and wrong one in order to enter god’s paradise.
Thirdly, i dont forget to say thanks so much to the master/mistress of ceremony the handsom boy or the beautiful girl who has been giving me time to standing in front of you all.
Dear ladies and gentleman
Standing infront of you all, i would like to deliver my speech under the title “Indonesians Youngth”
Before i speech abaout indonesia, i wanna explain to you abaout indonesia.
Indonesia is a big country with many population of human, indonesia is a rich country with many character, languange, culture, people and the other. Not only that indonesia has  five  big island, they are sumatera, borneo, celebes, java and the last papua. And those are indonesia’s island. As far as we know our country have a  big society and bigger than other country.
And all of territory of indonesia,  sixty percent is a sea and fourty percent is a island. Therefore, because sea of indonesia wider than ocean, so our country has many animals in the sea. And half of people of indonesia is a farmer and fisherman.
Not only that our country have a spectacular story, why did i say like that... why... why... do you want to know?  Why did indonesia has a spectacular history, because it’s can freedom with it’s effort. Three hundred fifty  years ago, we were colomized by netherland and we were colomized 3, 5 years by japan. And it needed very big effort to defence by japan and netherland.
Back to the topic we are young, what the young man ..... I've heard that the youth is the hope of the nation. Therefore let us be proud of as a youth because the future is in our hands. and Bung Karno once said that, give me 100 parents then will I lift up the semeru mountain of roots and give me  ten youth i will roll the world
because time is not possible, then my speech will be continued later. and do not forget to support me, by the way, type Pesma space  send to 7288...
dengan  arti sebagai berikut.
Let’s check.....
Asslamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Yang terhormat           : Prof A’la sebagai rektor  UINSA
Yang terhormat           : para pegawai  ma’had al jami’ah UINSA
Yang terhormat           : dan semua teman-teman yang aku cinta
Pertama-tama marilah kita panjatkan puji syukur kita kepada Allah swt, yang telah memberikan rahmat sehingga kita bisa hadir dan berkumpul di tempat dalam situasi yang sgenan dan kondisi yang baik.
Yang kedua, shawlawat beserta salam marilah kita kirimkan atas nabi kita muhammad SAW yang telah membawakita dari alam kegelapan ke alam yang penuh cahaya, dari zaman kebodohan menuju zaman ke pandaian dan dari zaman jahiliah menuju zaman keislaman yan bernama agama islam. Karena bimbingannyalah sehingga kita bisa membedakan antara yang baik dan yang buruk, jalan yang salah dan jalan yang lurus  dengan tujuan agar kita bisa memasuki surga Allah swt.
Yang ketiga, aku tak lupa untuk mengucappkan terima kasih kepada pembawa acara yang telah memberikan aku waktu untuk berpidato. Berdirinya aku di sini untuk menyampaikan pidato aku yang berjudul “pemuda indonesia”.
Sebelum aku menjelaskan tentang pemuda indonesia, terlebih dahulu aku akan menjelaskan tentan indonesia.
Indonesia adalah negara besar dengan populasi manusia yang banyak. Indonesia adalah negara kaya dengan adanya berbagaia macam karakter, bahasa, adat, dan lain sebagainya. Tidak hanya itu negara kita memiliki lima pulau yang sangat besar, diantaranya ada pulau jawa, sumatra, kalimantan, sulawesi dan papua, dan itu semua adalah milik indonesia. Sejauh yang kita tahu bahwa negara kita memiliki masyarakat yang besar dibandingkan dengan negara lain. Oleh karena itu kita harus bangga dengan negara kita ini.
Dan dari seluruh wilayah yang dimliki oleh indonesia, enam puluh persen adalah laut dan sisanya adalah daratan. Oleh karena laut dari indonesia sangatlah besar dibandingkan dengan daratan maka kneara kita memiliki banyak biota laut yang beraneka ragam. Serta setengah dari penduduk indonesia adalah nelayan dan petani. Tak hanya itu, negara kita memiliki sejarah yang spektakuler. Kenapa aku mengatakan demikian... kenapa.. apakah kamu mau tahu? Kenapa indonesia memiliki sejarah yang spektakuler,  karena kita bisa merdeka dari penjajah dengan usaha sendiri. Tiga ratus lima puluh tahun kita dijajaholeh belanda serta tiga oma setengah tahun dijajah oleh jepang dan itu membutuhkan usaha yan sangat besar untuk bertahan dari jajahan mereka.
Kembali ke topik kita, kita adalah pemuda. Aku pernah mendengar bahwa pemuda adalah harapan bangsa. Oleh karena itu kita harus bangga sebagai pemuda karena masa depan berada di tangan kita. bung karno pernah mengatakan bahwa, berikan aku seratus orang tua maka akan ku cabut gunung semeru dari akarnya dan berikan aku sepuluh pemuda maka akan kuuncangkan dunia.
karena waktu yang tak memungkinkan, maka pidato aku akan dilanjutkan pada waktu yang akan datang.
Menghilang tiba-tiba dan sipp up date lagi..
Up  date lagi nih kawan-kawan.  Sudah seminggu ini tidak melanjutkan aktifitas yang diwajibkan oleh prof ali aziz. Setelah hampir semunggu ini tidak menulis akhirnya aku lanjutkan tulianku ini. Saat ini aku mulai menulis tepat jam 01.10 hari rabu tanggal 29 april 2015 dan tiba-tiba suara handphone asus berwarna putihku berbunyi dengan merdunya. Aku melihat hp putih itu dan panggilan masuk dari norma teman aku dari sulawesi selatan tepatnya di pare-pare. Kemudian ku angkat teleponnya sambil berkata “hallo, assalamu’alaikum” ucapku. Dan di jawab oleh norma “wa’alaikumussalam”.
 Di dalam percakapan itu kami membahas tentang tugras yang diberikan oleh dosen hadits bki dra. Ragwan mfi.il. sebenarnya tugas kami belum satu hurufpun tertulis dalam makalah dan lebih parahnya lagi tugas itu dikumpulakan keesokan harinya lebih tepatnya jam 08.00.  dikarenakan tuas yang sangat mepet tersebut, aku mempersiapkan diri untuk berangkat ke perpustakaan. Ku istirahatkan sejenak tubuhku yang lemas ini dan ku ambil nafas dan ku hembuskan, ku ambil lagi dan kuhembuskan, begitu seterusnya. Sudah menjadi kodrat manusia untuk melakukan aktivitas, salah satunya bernafas itu. Oke, selang beberapa saat aku mengambil baju kokoh berwarna perak yang tergantung di atas ranjang berwarna hitam itu dan segera ku kenakan akaian tersebut. Tak lupa celana berwarna hitam dengan sabuk kulit yang menempel di pinggang celana tersebut ku pakai, dan ada satu lagi pakaian yang tak bisa aku tinggalkan yaitu, jaket hitam dengan bertuliskan nama aku “Rahmat Hidayat” pada pinggiran jaket tersebut.
Aku berangkat ke perpustakaan jam 01.35 siang. Laptop dan tas yang merupakan perlengkapan vital bagi anak kuliah tidak lupa aku bawa juga. Yapp, aku berangkat dari kamar aku dengan nomor 42 bercat kuning dan sedikit hiasan warna coklat tak lupa dengan ukuran 3 kali 4. Aku langkahkan kaki kecilku ke tangga yang tak jauh dari kamar kuning itu dan perlahan kuuruni anak tangga satu demi satu.
 Saat ini aku tinggal di pesantren ma’had al-jami’ah uin sunan ampel surabaya, lebih tepatnya berada tidak jauh dari kapo;da surabaya, jika berjalan kaki hanya memakan watu lima belas menit,  tak jauh pula dari graha pena, sebuah gedung dengan tinggi kira-kira seperti tiang listrik yang berada di depan rumahku yang di susun sebanyak 100 kali. Dan sebuah kampus swasta dengan pintu berbang berhiaskan patung naga. Yah di situlah letak kampusku. Loh kok malah membahas kampus sih.
Kembali ke topik yang tadi, ku langkahkan kaki kecilku menuju perpustakaan. Di tengah perjalanan menuju perpus aku melihat di sekeliling aku, terdapat banyak kegiatan yang berlangsung ketika aku lewat di tengah-tengah mereka. Ketika aku mengambil sepatu aku yang aku letakkan di dalam lemari aku melihat teman pesma sedang membaca koran sambil menyilangkan kakinya. Ada yang memesan nasi di warung top, lebiih tepatnya bu puji. Ada yang duduk di depan teras pesantren sambil menikmati lancarnya wi-fi di sana dan masih banyak kegiatan yang lainnya. Dan ketika aku melewati jalanan yang berada di depan fakultas yang sedang di bangun, aku melihat pekerja proyek yang sedang memegang handphone berwarna hitam, memiliki antena, dan layarnya kecil bahkan jika aku pikirkan telepon tersebut, itu seperti kalkulator. Akan tetapi telepon itu lebih gede dan lebih tebal. Entahlah, aku lupa nama benda tersebut, yang pastinya benda tersebut digunakan untuk berkomunikasi antar pekerja proyek bangunan tersebut.
Sesampainya di perpustakaan, aku memasuki pintu yang berada di bagian belakang bangunan tersebut. Aku masuk ke perpustakaan lewat belakang dikarenakan gedung perpustakaan juga sementara dalam tahap renovasi. Tapi itu 2 bulan yang lalu, dan saat ini gedung perpustakaan tersebut terbengkalai pembangunannya karena penyebab yang tidak jelas. Kurang lebih 3 bulan yang lalu, setiap aku pergi ke fakultas aku yaitu fakultas dakwah, aku sering melihat pekerja yang berlalu lalang di gedung tersebut, dan kenyataannya saat ini pekerja tersebut menghilang bak pasir yang di gerus ombak di lautan. Menghilang secara spontan. Entah apa yang menjadi penyebab renovasi gedung perpustakaan tersebut dihentikan.
Aku sebagai mahasiswa hanya bisa berdoa dan berharap mudah-mudahan pembangunan atau renovasi gedung tersebut sesegera mungkin dilanjutkan. Kembali kecerita yan tadi. Aku masuk perpustakaan lewat pintu belakang. Di dalam perpustakaan tersebut sambil menunggu teman-temanku datang, aku menghibur diri dengan memainkan hanphone asus senfone 4 dengan warna putih yang elegan dan dengan layar yang mulus bak lantai yan sudah di pel menggunakan softener do-klin yang baru saja sebuh dari penyakitnya. Yap kurang lebih tiga minggu terakhir aku tidak menggunakan handphone keakunganku itu lantaran software yang berada di dalam hanphone tersebut bermasalah atau istilah zaman sekarang nge”heng”, entah bahasa serapan dari mana bahas nge”heng” tersebut. Pada awalnya hp senfone 4 itu berjalan baik, layaknya hp baru yang biasa kit ajumpai. Akan tetapi lama-kelamaan setelah aku download aplikasi, download lagu, download buku dan lain sebagainya tiba-tiba ne”heng”.
 Oh ia aku lupa kalau baru saja aku di suruh norma untuk membuat latar belakang makalah aku yang berjudul problem solving... dan aku akan melanjutkannya di bawah ini, tunggu dulu yahh.
Latar belakan problem solving
Dunia dan seisinya ini tak pernah lepas dari yang namanya masalah, entah itu masalah keluarga, keuangan, anak, karir, percintaan dan lain sebagainya. Karena kitta diciptakan oleh Allah dari tanah dan termasuk mahluk yang mulia diantara makhluk lainya serta di lengkapi dengan akal dan hawa nafsu. Maka kita bisa menggunakan salah satu dari apa yang kita miliki yaitu akal. Manusia diciptakan dilengkapi dengan akal, dimana  akal ini digunakan untuk berfikir dan melakukan hal-hal lainnya. Tentunya dengan akal ini kita bisa membedakan sesutu itu baik atau buruk. Dan dengan akal ini otomatis secara tidak langsung Allah menyuruh kita untuk menggunakan akal kita ini untuk berfikir. Oleh karena manusia diciptakan dengan akal maka kita bisa mengguanakan akal ini untuk mencari jalan keluar dari seriap masalah yang kita hadapai. salah satunya yaitu penyelesaian masalah  atau problem solving. Pada pembahasan kita dalam makalah ini adalah problem solving dal tekhnik konseling. Oleh karena setiap masalah harus diselesaikan denan baik. 
 Oh  ia, aku akan melanjutkan tulisan aku tadi malam yang sempat tertunda karena rasa kantuk yang menyerang aku.
Hape yang nge”heng”. Setelah beberapa bulan aku pakai handphone putih itu, tiba-tiba saja muncul masalah dalam handphone tersebut.
Menghilang tanpa jejak.......
Oh ia, pada tanggal dua mei bertepatan dengan hari pendidikan nasional,  asistant prof ali seorang dosen tafsir quran bki mengadakan kajian sabtuan yang diadakan di masjid ulul al-bab.  Pada kesempatan tersebut beliau mengangkat tema tentang kisah istri rasulullah yaitu aisyah. Dari materi tersebut ada sepenggal cerita yang membuat aku terkesan, let’s check....

Aku, Istri Nabi  yang Tertuduh
Seperti biasa, sudah menjadi kelumrahan bilamana Rasulullah hendak bepergian, beliau mengundi nama istri-istrinya terlebih dahulu. Nama siapakah yang keluar, dialah yang berhak mendampingi Rasulullah. Perang melawan Bani Mustaliq sudah ditetap kandang Rasulullah sendiri yang akan pergi memimpin peperangan. Malam itu diundilah nama para istri beliau, kiranya siapa yang akan menemani beliau selama peperangan Bani Mustaliq.
Aisyah binti Abi Bakar, itulah nama yang disebut Rasulullah. Sontak wajah ku merona gembira mendengar namaku disebut. Sungguh aku tak percaya. Rasa gembira yang membara bercampur lebur dengan keraguan, apakah benar namaku yang keluar dan berhak menemani Rasulullah berjuang membela agama Allah kali ini? Sungguh sebuah kehormatan bagiku bisa menyertai dan melayani beliau berjihad di jalan Allah. Peperangan dengan Bani Musthaliq terjadi selepas ayat Hijab turun. Otomatis, aku berhijab seperti yang telah difirmankan oleh Allah SWT. Aku pun dinaikkan di atas unta yang memanggul haudah[6].
Setelah peperangan rampung dan begitu mudah kemenangan diraih oleh kaum muslimin, Rasulullah memutuskan untuk kembali ke Madinah. Kami pun berombongan kembali menuju tanah air kami yang penuh dengan cahaya kenabian. Tatkala semerbak aroma Madinah tercium, Rasulullah memerintahkan rombongan untuk berhenti di suatu tempat sejenak, agar kami bisa melepas lelah malam itu. Ya, inilah salahsatu dari kebijaksanaan Rasulullah kepada para sahabat dan umatnya. Beliau sangat memahami betul kondisi dan keadaan kami yang memang amat sangat letih kala itu. Rasulullah tidak memaksakan kehendaknya untuk memasuki kota Madinah malam itu juga, beliau memilih berhenti dan mengistirahatkan semua pasukan Islam yang telah memperoleh kemenangan.
Saat semua sahabat beristirahat dan sebagian yang lain terlelap, aku putuskan keluar dari tenda kecilku menunaikan sedikit keperluanku hingga tak kukira langkahku semakin menjauh dari rombongan. Gegap gempitanya malam membuatku tak sadar, posisiku sangatlah berjarak dengan unta yang kunaiki. Selepas merampungkan keperluanku dan hendak kembali ke rombongan, tiba-tiba aku terkesiap bukan main. Kuraba leherku, kalung pemberian Rasulullah dari kota Zifar-Yaman raib. Ku putuskan mencarinya. Dalam malam yang begitu hitam, amat susah menemukan sebuah kalung. Tapi itu kalung pemberian Rasulullah. Tak boleh kubiarkan begitu saja. Aku harus mencarinya dan menemukannya.
Mondar-mandir, kulalui berkali-kali jalan yang ku tapaki tadi, tak jua kutemukan kalung itu. Ya Allah, istri macam apa aku ini yang menyia-nyiakan perhiasan pemberian suami. Apalagi itu kalung yang istimewa dan impor dari Yaman. Ku ulangi lagi pencarianku hingga aku pun putus asa dan kembali ke rombongan dengan rasa cemas, malu, takut, sungkan bila bertemu dengan suamiku, Rasulullah.
Astaghfirullah, Rasulullah dan rombongan tak terlihat lagi. Mereka meninggalkanku. Bagaimana ini? Apa yang akan kulakukan? Menyusul mereka sendirian berlari? Takmungkin .Aku buta arah jalan ke Madinah. Teriak? Siapa yang akan mendengar. Air mataku meleleh membanjiri pipiku. Ingin menyesali kejadian ini, tapi untuk apa? Bukankah ini sudah takdir Allah?
Dalam kegalauanku, secercah cahaya berkilau di tanah pijakan untaku saat istirahat tadi, kulihat sebuah logam berbentuk kalung Kudekati. Dan Alhamdulillah kalungku ketemu. Rasa cemasku lantaran ditinggal Rasulullah bertabrakan dan melebur menjadi satu dengan kegembiraan ditemukannya kalung pemberian Rasulullah. Oh ya, orang-orang yang menuntun untaku mungkin mengira aku sudah berada dalam haudah itu. Aku wanita muda bertubuh ringan, lantaran itulah, mereka begitu saja menuntun unta yang aku tunggangi mendahului rombongan terdepan. Mereka tak sadar bahwa unta yang mereka giring hanya sebuah haudah kosong tak berhuni. Aku juga salah, mengapa aku tidak memberitahu mereka kalau aku keluar sedikit lama untuk sebuah keperluan pribadiku? Memang, para wanita kala itu umumnya berbadan lunakdan tak berlemak. Jadi ada atau tidak ada orang di dalam haudah sepertinya sama saja.
Dengan penuh harap, semoga mereka sadar dan merasa kehilanganaku, kuputuskan duduk di tempatku semula sewaktu beristirahat bersama rombongan. Entahmengapa, mendadak rasa kantukbegituakrabdancepatmenyapaku.
Aku pun pulas tertidur. Dalam kenyenyakanku, Shafwan bin Al-Muathal As-Sulamy menyeruak, ia memang bertugas sebagai pengawal akhir rombongan. Bila ada barang rombongan yang tertinggal, dialah yang menyelamatkan barang itu hingga sampai ke Madinah. Shafwan menghampiriku. Ia memang mengenaliku dan pernah melihatku sebelum ayat hijab turun. Saat ia tahu akulah yang bersimpuh dalam sengatan kantuk itu, ia pun berucap innalillahwainnailaihrajiun, aku terkejut  dengan ‘kalimatmusibah’yang ia lengkingkan. Seketika kututup wajahku dengan hijab. Demi Allah, takadasatuhuruf pun yang keluardarimulutnyakecuali kalimat istirja’ itu. Mulutku juga tak mengeluarkan kalimat apapun barang sekata. Ia rundukkan hewan tunggagannya hingga aku bisa menaiki hewan tunggangan itu.
Kamiteruskan perjalanan menyusul rombongan, Shafwan berjalan menuntun tunggangannya hingga sampailah kami di sungai Az-Zahirah, tempat singgah rombongan di tengah panasnya siang. Dan celakalah, sebagian orang menebarkan fitnah kebohongan dengan menuduhku ini dan itu. Masihterekamdalamingatanku yang paling getol menyebarkan berita palsu ituadalahAbdullah bin Ubay bin Salul. Selain Abdullah bin Ubay bin Salul, Hassan bin Tsabit juga terlalu gegabah menelan dan menyiarkan berita nista itu. Misthah bin Utsasah, Hamnah binti Jahs dan orang-orang lain yang tak kutahu namanya satu persatu yang jumlahnya sekitar 10 sampai 40, ikut pula menjadibianggosip.
*  * *
Sesampai di Madinah, aku sakit dan merasa tak enakbadan selama satu bulan. Sungguh, aku tak tahu-menahu fitnah kebohongan dan berita palsu itu telah memenuhi telinga masyarakat Madinah selama sebulan. Kecurigaanku pun muncul tatkala kelembutan Rasulullah mulai menipis dan tak seperti biasanya di saat aku melawan demam dan sakitku. Biasanya Rasulullah begitu memanjakanku kalaaku sakit. Namun beliau sedikit berubah. Beliau hanya menyapaku dengan bertanya tentang keadaanku, kemudian berlalubegitusaja.
Suatu malam, aku keluar ditemani Ibunda Misthah bin Utsasahuntuk membuang hajat. Sewaktu hendak kembali ke rumah, Ibu Misthah tersandung sembari mencela anaknya sendiri, Misthah.
“Sungguh buruk kata-katamu. Apakah kau mencela seseorang yang pernah berjuang di peperangan Badar?” kataku padanya.
“Nak, tidakkah kau mendengar apa yang ia katakan?” ia malah bertanya kepadaku.
“Apa yang telah ia katakan?”
Ibu Misthah menceritakan tuduhan keji tentangku yang didengungkan oleh sebagian orang. Sakitku makin menjadi-jadi. Dan sesampainya di rumah, aku meminta izin Rasulullah agar menetap sementara di rumah orang tuaku, guna memastikan ke kedua orang tuaku tentang tuduhan keji itu. Rasulullah mempersilahkan.
Lalu aku bertanya kepada ibuku, “Ibu, apa yang menjadi gunjingan orang-orang?”
Ibuku menenangkanku agar tidak risau dan gelisah. Mendadak mataku mendung,menderaskan airmatadan membasahi pipiku sepanjang malam hingga pagi menjelang.
Rasulullah yang cukupgusarakansuara-suaranegatiftentangistridanrumahtangganya, meminta pendapat kepadaAli bin Abi Thalib dan Usamah bin Zaid. Zaid berpendapat, “Pertahankanlah keluarga Anda. Kami hanya tahu satu kata dari keluarga Anda, yaitu kebaikan.”
“Wahai Rasulullah, Allah tidak mungkinmenjadikanmu bersedih dalam perkara ini. Sesungguhnya wanita masih banyak. Tanyalah kepada seorang wanita yang dekatdenganAisyahsupayabisa meyakinkan Anda,” begitulah jawaban Ali.
Rasulullah bertanya kepada Barirah tentangku, apakah ada sesuatu yang meragukan dari diriku? Barirah memantapkan hati Rasulullah dengan menegaskan bahwa tak ada sesuatu yang meragukan pada diriku. Aku hanyalah seorang wanita yang masih muda yang pernah tidur bersama adonan makanan, lalu memakan adonan itu. Demikian Barirah menceritakan tentang diriku di hadapan Rasulullah.
* * *
Sepanjang hari itu air mataku berlinang dan tidurku sangat jauh dari rasa tenang. Hingga kedua orang tuaku berada di sisiku, aku tetap saja menangis. Dua malam satu hari, air mataku bercucuran dan tidurku tak karuan. Salah seorang perempuan Anshar meminta izin untuk menemaniku. Ia pun turut meratapi kesedihanku.
Rasulullah datang ke rumah orang tuaku. Beliau belum pernah duduk di sampingku selama tuduhan keji itu tersiar.
Rasulullah bersabda, “Wahai Aisyah, aku telah mendengar berita tentang dirimu. Jika kau tidak bersalah, Allah akan mensucikanmu (denganmembelamu). Dan jika kau melakukan dosa, memohon ampunlah dan bertaubatlah kepada Allah. Karena seorang hamba bila mengakui kesalahannya dan mau bertaubat, Allah akan menerima taubatnya.”
Setelah Rasulullah selesai menyampaikan kalimat itu, kuhapus air mataku hingga tak tampak setetes pun. Aku meminta ayah dan ibuku agar membelaku di hadapan Rasulullah. Tapi keduanya tak kuasa berkata-kata.
Dengan sesenggukan aku berkata kepada mereka, “Aku hanyalah wanita yang masih belia, dan memang aku belum banyak membaca Al-Quran. Demi Allah, sungguh aku telah mengetahui apa yang kalian dengar dari perbincangan orang-orang hingga kalian masukkan berita itu ke dalam hati kalian dan kalian percayai. Seandainya saja aku mengatakan bahwa aku bersih dari tuduhan keji itu, kalian tak akan mengaminiku. Dan jika aku mengakui tuduhan keji itu –meskipun Allah tahu bahwa aku terbebas dari tuduhan itu-, niscaya kalian akan mempercayaiku. Demi Allah aku tak menemukan perumpamaan antara aku dan kalian selain sepertiNabi Ya’kub, saat berkata: Bersabarlah dengan kesabaran yang baik. Hanya Allah tempat meminta pertolongan atas apa yang kamu ceritakan.”
Usai kuutarakan kegundahanku, tempat tidurkulah menjadi penenangku. Sungguh Allah mengetahui aku benar-benar bersih dari berita miring itu dan Allah yang akan membebaskanku. Jujur aku tak mengira Allah menurunkan wahyu membebaskanku dari tuduhan itu. Rasanya tak pantas bila wahyu turun lalu dibaca semua orang hanya menyoal tentang masalah pribadiku. Aku ini siapa hingga Allah membicarakan masalahku. Aku hanya mengharap Rasulullah mendapatkan wahyu melewati mimpi tentang pembebasanku dari fitnah itu.
Dan demi Allah, Rasulullah enggan beranjak dari tempat itu dan tak satu pun dari keluarga kami –ayah ibuku yang merupakan mertua Rasulullah- berminat melangkahkan kaki, hingga wahyu turun kepada Rasulullah. Seketika keringat beliau bercucuran bak butiran mutiara, padahal kala itu musim dinginamatmenusuktulang kami.Wajah beliau berseri dan tersenyum.
“Wahai Aisyah,  sungguh Allah telah membersihkan dan membebaskanmu dari tuduhan itu.” Itulah kalimat pertama yang kudengar dari suamiku.
Spontan, ibuku menyuruhku bangkit dan menemui Rasulullah.
“Demi Allah, aku tak akan bangkit kepada beliau, dan tak akan memuji kepada siapapun selain Allah.” jawabku.
Ya, akulah istri Rasulullah yang tertuduh. Dan Allah membebaskanku dari tuduhan itu dengan firman-Nya yang membuat air mataku teduh.AkuAisyah, istriRasulullah yang terfitnah.

Denganmenyebutnama Allah Yang MahaPemurahlagiMahaPenyayang
“Sesungguhnya orang-orang yang membawaberitabohongituadalahdarigolongankamujuga. Janganlahkamukirabahwaberitabohongituburukbagikamubahkaniaadalahbaikbagikamu. Tiap-tiap seseorang dari mereka mendapat balasan dari dosa yang dikerjakannya.Dan siapa di antaramereka yang mengambilbahagian yang terbesardalampenyiaranberitabohongitubaginyaazab yang besar.” (11) “Mengapa di waktu kamu mendengar berita bohong itu orang-orang mu'minin dan mu'minat tidak bersangka baik terhadap diri mereka sendiri, dan (mengapa tidak) berkata: "Ini adalah suatu berita bohong yang nyata." (12) “Mengapa mereka (yang menuduh itu) tidak mendatangkan empat orang saksi atas berita bohong itu? Oleh karena mereka tidak mendatangkan saksi-saksi maka mereka itulah pada sisi Allah orang-orang yang dusta.” (13) “Sekiranya tidak ada kurnia Allah dan rahmat-Nya kepada kamu semua di dunia dan di akhirat, niscaya kamu ditimpa azab yang besar, karena pembicaraan kamu tentang berita bohong itu. (14) “(Ingatlah) di waktu kamu menerima berita bohong itu dari mulut ke mulut dan kamu katakan dengan mulutmu apa yang tidak kamu ketahui sedikit juga, dan kamu menganggapnya suatu yang ringan saja. Padahal dia pada sisi Allah adalah besar.” (15) “Dan mengapa kamu tidak berkata, di waktu mendengar berita bohong itu: "Sekali-kali tidaklah pantas bagi kita memperkatakan ini. Maha Suci Engkau (Ya Tuhan kami), ini adalah dusta yang besar." (16) Allah memperingatkan kamu agar (jangan) kembali memperbuat yang seperti itu selama-lamanya, jika kamu orang-orang yang beriman.” (17) “Dan Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepada kamu. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.” (18) “Sesungguhnya orang-orang yang ingin agar (berita) perbuatan yang amat keji itu tersiar di kalangan orang-orang yang beriman, bagi mereka azab yang pedih di dunia dan di akhirat. Dan Allah mengetahui, sedang, kamu tidak mengetahui.” (19) “Dan sekiranya tidaklah karena kurnia Allah dan rahmat-Nya kepada kamu semua, dan Allah Maha Penyantun dan Maha Penyayang, (niscaya kamu akan ditimpa azab yang besar).” (20) [QS: An-Nur]
***

Jum’at bersama prof nazarruddin umar.
Pagi tanggal 08 april 2015. Aku bangun dari mati kecilku dan bergegas menjumpai Allah dengan wudhu dan shalatku. Tak lupa kitab yang paling mulia di muka bumi ini aku baca dengan tartil seolah-olah aku sedang berbicara dengan Allah.
Sebagai manusia biasa rasa lapar juga aku rasakan dan itu membuatku bergerak menuju warung yang tak jauh dari pesantren yang menjadi kediamanku saat ini. Nasi tahu tempe adalah makanan yang cukup bersahabat untuk kemampuan dompetku. Hitung-hitung penghematan.
Lambat laun matahari semakin condong ke atas dan masjid di sekiar kampus mulai melantunkan ayat suci al-qur’an pertanda sholat jum’at akan segera dimulai. Aku tak akan menceritakan kenapa aku sudah berada di masjid karena pada umumnya ceritaku ini sama dengan keiatanku sehari-hari.
Aku masuk ke masjid ulul al-bab dengan mengenakan sarung coklat kekuning-kuningan serta baju takwah dan jas hitam yang melekat di badanku. Mula-mula aku tak sadar pak prof nazaruddin hadir di masjid itu dan hal itu baru aku sadari setelah ta’mir masjid menumukanbahwa yang akan menjadi khotib pada kesempatan kali itu adalah prof nazaruddin.
Dengan mengenakan baju batik  berwarna keunguan serta celana hitam dan kacamata yang melekat pada tubuh beliau cukup menggambarkan kewibawaannya.  Dalam khutbahnya aku tak ingin melewatkan satu detikpun dari kata-katanya dan berikut sekelumit kecil tentang khutbah beliau.
Let’s check....
Isra’ mi’rajh


1. Maha suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya[847] agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha mendengar lagi Maha mengetahui.

[847] Maksudnya: Al Masjidil Aqsha dan daerah-daerah sekitarnya dapat berkat dari Allah dengan diturunkan nabi-nabi di negeri itu dan kesuburan tanahnya.
Ini adalah sebuah ayat yang sangat mulia, karena apabila ada ayat yang diawali dengan `»ysö6ß  pasti tidak bisa dicerna oleh akal. Oleh karena itu beliau mengatakan bahwa surah isroil ini adalah sebuah surah dimana kecerdasan spiritual kita bekerja.



Maha suci Allah yangtelah memperjalankan hamba-Nya
Maha suci Allah. Pada awalnya Allah dipuji dengan kesucian-Nya. Yang telah memperjalankan hamba-Nya. Jadi nabi muhammad SAW itu digerakkan oleh Allah bukan  nabi yang bergerak akantetapi posisi nabi pada saat itu adalh pasif.  Dan juga dalam ayat tersebut dikatakan bahwa memperjalankan hamba-Nya bukan Nabi-Nya jadi posisi nabi pada saat itu adalah seorang hamba.
Bukan hanya itu dimana pada surah sebelumnya yaitu surah an nahl. Beliau mengatakan bahwa  surah an nahl yang berarti lebah jadi pada surah an-nahl ini kecerdasan intelektual kitalah yang bekerja. Karena sebagaimana dalam ilmu biologi bahwa lebah adalah salah satu mahluk paling penting di dunia. Dan dari lebah ini pula kita dapat mengambil pelajaran tentang biologi. Jadi yang berperan dalam surah ini  adalah kecerdasan intelektual,  dimana biolgi berperan pada kecerdasan intelektual.  Dan setelah surah isroil ada surah al kahfi, yakni   perpaduan antara ke dua surah tersebut. Yakni kecerdasan intelektual dan spiritual.
Kembali ke topik kita yang tadi. Nabi muhammad naik ke sidirathul muntaha akan tetapi  Sebelum nabi muhammad naik kanjeng nabi shalat sunnah dua rokaat dahulu. Dan dimakmumi oleh nabi-nabi terdahulu. Subhanallah....Sangat banyak yang disampaikan oleh ustad prof nasaruddin seorang menteri agama dari sulawesi selatan tepatnya dari bone. Akan tetapi aku tidak menjelaskan semuanya karena ada beberapa yang kulupa.
Matahari semakin tinggi, ranting-ranting pohon bergoyang mengikuti hembusan angin seolah-olah menyuruh Sang Khotib untuk menyelesaikan khutbahnya. Ujung kaki sang khotib mencium lantai dan bergegas menuju shaf makmum.
Setelah beliau khutbah kemudian khutbah ke dua, dan sholat jumat didirikan dan  sang ikomat menyuruh untuk imam, tapi dengan rendah hatinya beliau menyuruh orang yang iqomah tadi untuk yang mengimami sholat.
 Sholat dan beliau sholat sunnah ba’diah dan setelah doa aku salam dengan beliau dan aku sangat bangga dan merasa sangat super. Seusai melaksanakan shalat jum’at  aku dan kawan-kawan ke peristirahatan pertama. Di bawah terik mentari yang menyengat  dan panas serta debu-debu yang beterbangan di sekeliling kampus ku berjalan bersama-orang-orang pesma. Sampai di pintu pesma aku berjalan dan menaiki tangga hingga lantai lima, karena di sanalah kamarku.
Gugur daun di pohon, ranting mengering di tanah gersang, batang tumbang dimakan  waktu.   Bersambung...



[1] Tim penyusun MKD,merevitalisasi pendidikan pancasila, UIN sunan ampel, surabaya, 2013. Hal.25
[2] Ibid., hal.29
[3] Sejarah-erick.blogspot.com/2010/02/latar-belakang-proklamasi-indonesia.html?m=1
[4] Dika , Pesantren Ma’had Al-Jaami’ah UIN Sunan Ampel, Surabaya,27-sept-2014. 09.00 WIB
[5] Ensiklopedia Indonesia
[6]Semacamtendakecilsebagaipenutup yang biasanyadiletakkan di punggunguntadandigunakanuntuktempatperempuan-perempuan yang istimewasaatbepergian.