Tulisan
untuk Prof. Dr. Moh. Ali Aziz, M. Ag.
Aku Rahmat Hidayat, seorang anak yang terlahir dari keluarga
sederhana. Siti. Nahwa, seorang wanita
cantik dari kampung lekoboddong. Gadis cantik sekaligus putri bungsu dari H.
Sudding dan H. Munca. H. Sudding ini
adalah seorang kiyai di desaku, hampir seluruh warga kampung di sekitar kakekku
hormat kepadanya. Bukan hanya itu, aku
memiliki seorang ayah yang baik, pengertian, dan pemberani bernama M. Idris H.
Seorang putra sulung H. Hamittu. Kakekku yang satu ini bisa dibilang orang
terkemuka di kampungnya yaitu kampung
Sanrangan.
Pada awalnya dan teman-teman
sekelas disuruh untuk membuat tulisan sebanyak lima puluh lembar dalam satu semester, dan
menngumpulkannya ketika akhir smemester. Setelah itu aku kemudian berfikir aku mau menulis apa yah,
karena sampai saat ini aku tidak tahu harus menulis apa, karena yang ada dalam
fikiranku hanya tumpukan tugas yang harus diselesaikan dengan segera. Dan
tidak mungkin juga aku memasukan tugas makalah kedalam tulisan ini karen
tulisan ini untuk Prof. Dr. Moh. Ali Aziz, M. Ag.
Oke sampai disini aku belum
menemukan ide dan judul untuk tulsianku ini, akan tetapi tangan ini tidak
berhenti untuk menekan tombol atau keyboard laptop axioo berwarna hitam ini dan
masih saja mengetik. Entah siapa yang menggerakkan tangan ini, yang
menggerakkan semua ini adalah Allah dan aku hanya menuruti apa kata instingku yang penting
menulis dan menulis , sebenanrnya aku pengen sekali menjadi penulis hebat,
bahkan melebihi penulis-penulis yang lain, aku ingin melebiahi Prof. Dr. Moh.
Ali Aziz, M. Ag., Buya Hamka, melebihi Qurai Shihab dan penulis hebat lainnya ,
akan tetapi bagaimana caranya. Aku mungkin bisa melebihi mereka dalam mimpiku
akan tetapi dalam dunia nyata itu tidak mungkin, mungkin sihh akan tetapi
ibarat langit dan bumi , jauh dan panjang,
yahhh itu lah angan-angan yang terpendam. Aku ingin menjadiseorang penulis handal dan
hebat.
Alangkah indahnya dunia ketika aku menulis sebuah buku dan buku aku
digunakan oleh semua orang, dibaca, diteliti dan sebagainya. Betapa banyak pahala yang mengalir dari
tulisan itu. Oleh karena itu marilah menulis.
Jika
tidak bisa berbicara dengan mulut maka berbicaralah dengan pena...
Ok, Aku berasal
dari daerah semen. Pangkajene dan Kepulauan, itulah nama daerah kelahiran
yang amat ku cintai. Derah ini adalah
daerah yang di kelilingi oleh gunung kapur yang besar dan luas, sehingga daerah
ini di juluki sebagai daerah semen. Di
daerah ini pula, pabrik semen tersebut didirikan yang bernama PT.SEMEN TONASA,
akan tetapi pabrik tersebut ibarat 2 mata pisau, di lain sisi ia amat berguna
karena dapat mempekarjakan ribuan orang, akan tetapi disisi lain ia juga
menimbulkan dampak pencemaran udara yang hebat. Tapi sebelum aku memperkenalkan
daerah aku, aku terlebih dahulu membahas dampak dari pabrik semen tersebut,
karena pabrik itu menimbulkan pertentangan dalam hatiku.
Pabrik itu menimbulkan pencemaran udara yang
hebat karena asap dari pembakaran batu kapur tersebut di hamburkan ke udara
sehingga debu di sekitar daerah semen tersebut mengotori lingkungan, terutama
udaranya. Selain itu hal negatifnya adalah gunung di daerah aku dari tahun ke
tahun semakin menipis digerus oleh sendok beton. Oleh karena itu aku prihatin akan anak cucu kelak di masa depan yang
tidak bisa menikmati ciptaan Allah ketika gunung tersebut tidak berhenti dikikis. Akan tetapi
keberadaan dari pabrik semen tersebut juga ada hikmah yang tersimpan di
balik itu semua, yakni daerah aku terkenal dengan pabrik penghasil semen dan
masuk ke dalam 3 pabrik semen terbesar di Indonesa, diantara ke-3 pabrik semen
tersebut antara lain :
1.
PT.
SEMEN GRESIK
2.
PT.
SEMEN TONASA
3.
PT.
SEMEN PADANG
Selain itu daerah aku juga dikenal dengan makanannya yakni “Sop
Saudara”. Bukan hanya itu Kota Pangkajene dan Kepulauan juga masih
memiliki banyak daerah wisata dan tempat menarik lainnya.
Aku tinggal di daerah yang dipenuhi oleh gunung, dan di daerah itu
pula aku punya impian. Semenjak kecil aku bermimpi untuk menjadi Kiyai serta
mendirikan sebuah pondok pesantren yang besar.
Mengapa aku mengimpikan hal yang demikian, karena sejak kecil aku sudah
di kenalkan dengan pendidikan agama oleh orang tua aku, dan kebetulan kakek
dari ibu aku adalah seorang pemuka agama di desaku dan begitupun kakek dari
bapakku, beliau juga seorang pemuka agama di daerahnya. Maka dari itu aku
bermimpi agar bisa menjadi seperti kakek-kakekku yang dulu, dan berniat
meneruskan peran kakekku di desa.
Selain itu usahaku untuk mewujudkan impianku adalah
dengan terus belajar agama dan kebetulan, aku juga tertarik mempelajari agama
islam, akan tetapi sampai saat ini aku masih belum banyak tahu tentang agama
Islam. Tapi
itu tidak membuat aku menjadi putus asa, aku akan terus mempelajari agama islam
sampai akar-akarnya. Usaha aku yang selanjutnya adalah dengan menempuh
pendidikan pada sekolah yang berlatar
belakang agama, dan berikut nama-nama sekolah tempat aku menimba ilmu, antara
lain :
1.
SDN.
8 Pacce’lang
2.
Mts.s
Darussalam Anrong Appaka
3.
Pondok
Pesantren Darul Ikhsan Makassar
4.
Pondok
Pesantren Asshiratal Mustaqim Baru-Baru Tanga
Ke-4
sekolah inilah tempat aku menimba ilmu
untuk mewujudkan impianku.
Berbicara tentang sekolah, tak pernah luput dari yang namanya pengalaman,
dan berikut pengalaman aku sejak MA (Madrasah Aliyah).
Ada banyak kisah yang
berkesan sejak MA ,
akan tetapi aku akan menyampaikan kisah yang menarik yakni,
Pada
waktu itu, Tanggal 17-11-2013 Pukul 10.00 WITA. Ketika itu aku berangkat ke Masjid
yang berada di sekitar pesantren aku, akan tetapi aku ke Masjid bukan untuk
sholat, akan tetapi berjumpa dengan seseorang yang pernah singgah di hati. Dia
adalah adik kelas aku, pada saat itu dia masih kelas 1 Aliyah dan aku kelas 3
Aliyah. Pagi pukul 09.00 WITA aku
sedang duduk ber-2 di teras Masjid dan berbicara soal isi hati. Pada awalnya aku masih ragu untuk berbicara kepadanya
tentang isi hati akan tetapi aku beranikan diri untuk menyampaikannya. Tak perlu banyak basa-basi aku langsung ke point utama yakni
mengungkapkan isi hatiku. Dengan posisi berdiri di
hadapan dia aku memberanikan untuk mengucapkan kata-kata cinta, bahwasanya aku suka sama dia.
“Dik, Aku suka sama kamu”, itulah kata yang terlontar dari mulutku.
Perasaan aku sangat kacau balau setelah
mengungkapkan hal itu, karena itu adalah moment yang indah. Tak lama kemudian dia pun menjawab penrnyataanku dengan mengatakan
“Ia Kak, aku juga suka sama kamu”. Setelah kejadian itu, entah apa yang terjadi
karena tubuh aku seakan melayang-layang dan bahagia. Demikianlah kisah yang
berkesan dalam sejak MA
. tak hanya
kisah senang yang aku miliki tapi ada juga kisah sedih dan berikut ceritanya.
Sebenarnya banyak sekali kisah sedih yang aku alami selama hidup
yakni, mulai dari Orang Tua aku yang sampai saat ini belum bisa aku bahagiakan,
terkena musibah , Orang Tua aku di tipu oleh saudaranya sendiri, pesantren
penjara yang ada di Makassar dan masih banyak lagi kisah sedih. Tapi di antara
kisah sedih diatas, aku akan mencerikan kisah sedih aku sewaktu Ramadhan
kemarin.
Pada waktu sore hari di bulan Ramadhan aku diajak Bapak aku ke
sebuah Masjid yang tak jauh dari daerah aku, aku di ajak untuk mengkonfirmasi
jadwal ceramah pada malam hari itu, akan tetapi pada waktu itu tidak ada
kendaraan untuk berangkat kesana, jadi terpaksa aku meminjam motor sepupuku.
Setelah itu aku berangkat bersama Bapak aku dan kebetulan cuaca pada saat itu
gerimis dan jalan licin. Pada awalnya motor berjalan biasa saja akan tetapi
ketika hujan mulai deras aku dan bapak tiba-tiba terjatuh dan membuat motor
yang kukendarai lecet dan bapak ku terluka. Bagi aku itu adalah hal yang sangat
menyedihkan. Aku tidak akan berbicara panjang lebar akan kejadian itu karena
hal itu sangat-sangat menyedihkan bagi aku.
Setelah berbicara tentang kisah sedih, aku akan menceritakan pesantren yang
telah mengantarkan aku ke Surabaya dan berikut ceritanya.
Sebelum masuk ke UIN ini, aku sempat
menempuh pendidikan di salah satu pondok pesantren sederhana di kampung aku. Pondok pesantren tersebut adalah
cabang dari pesantren yang didirikan oleh KH. Abdurrahman ambo dalle’ seorang
kiyai yang telah mendirikan sebuah pesantren yang cukup besar di Sulawesi
selatan dan pondok aku berada di bawah naungn DDI atau yang biasa disebut darud
ad-da’wah wal irsyad. Sebuah lemabaga yang erbasis pondok pesaantren dan
didirikan oleh beliau yakni kh. Abdurrahman ambo dalle’.
Kali aku akan mebicarakan tentang pondok
pesantren aku. Pesantren aku terletak di
jl. Hajji gassing, kelurahan bonto perak, kecamatan pankaje’ne kabupaten
pangkep provinsi Sulawesi selatan. Pesantren yan telah menghantakanku ke
Surabaya ini memiliki luas sekitar dua hekta are. Dimana satu hektar ituadalah
sekolah smadrasah aliyah dan tsanawiah dan satu hektarnya lagi adalah masjid.
Pesanren dengan luas dua hekta are itu
memiliki tiga puluh satu bangunan. Dan bangunan itu di bagi lagi yakni
bangunan madrasaha aliyah dan bangunan madrasah tsanawiah. Madrasah tsanawiah
memiliki delapan kelas diantaranya kelas
1A, 1B, 1C, 2A, 2B 2C, 3A, 3B, ruang perpustakaan, ruang kepala sekolah dan
ruang guru serta kantin. Sementara untuk madrasah aliyah ada beberapa ruangan
yaitu kelas 1 keagamaan, kelas 1
akutansi, kelas 1 ipa, kelas 2 ipa, kelas 2 ips, kelas 3 ipa, kelas 3 ips,
perpustakaan, ruang kepala sekolah dan guru, kantin, serta pos satpam. Serta
masih ada beberapa bangunan lainnya seperti masid, asrama putra, asrama putri,
ruang laboratprium IPA, laboratorium IPS,
dan ruang keterampilan menjahit. Dan tak lupa pula fasilitas yang
lainnya seperti lapangan sepak bola, lapangan volley, lapangan tenis meja, takraw,
tempat parker, WC dan lain sebagainya.
Warna dasar dari pesantrenku ini adah hijau
dan kuning. Kenapa harus hijau dan kuning?... karena warna hijau dan kuning
adalah lambang DDI saat ini dan tak hanya itu warna
hijau adalah warna favorit pimpinan pondokku yaitu KH. Khijruddin Mujahid. Tidak
berhenti sampai disini. Jika dibandingkan dengan pesantren atau sekolah-sekolah
lain yang pernah aku tempati. Pesantren
itu termasuk yang membuatku laju dan semakin berkembang karena hanya di
pesantren inilah tingkat kedisiplinannya paling tinggi dan memiliki peraturan
yang cukup ketat dibandingkan dengan sekolah atau pesantren yang
lain. Uppsss, sebelum aku bersekolah di pesantren Asshiratal Mustaqim aku juga
pernah menempuh pendidikan yang pertama di SDN negeri delapan pacce’lang sebuah
sekolah dasar yang terletak tiga ratus meter dari rumahku, dan yang kedua
adalah madrasah tsanawiah Darussalam lebih tepatnya di jl. Pendidikan no.1.
yang berjarak seratus lima puluhmeter dari rumahku. Dan yang ketiga adalah
madrasah aliyah pondok pesantren darud
ad-dakwah wal irsyad al-ihsan di Makassar atau lebih tepatnya di jl. Alauddin
tiga Makassar.
Dari ketiga pesantren atau madrasah yang
telah aku singgahi yang paling tinggi kedisiplinanya adalah pondok pesantren
asshirathal mustaqim itu, karena untuk mengikuti ujiannya saja diadakan yang
namanya pemeriksaan lambang, kerapian rambut yang harus memenuhi standar tiga
dua satu, pelunasan spp, surat rekomendasi, atribut pesantren seperti kopiah
harus selalu dipakai, sepatu hitam yang benar-benar hitam dan masih banyak lagi
peraturan lainnya.
Lewat pesantren inilah aku bisa ke Surabaya. Dan pesantrenku itu pula yang
mendaftarkan aku untuk ujian PBSB.
Pada awalnya aku tidak tahu apa itu PBSB, tapi aku diberi
tahukan oleh uztadku tentang PBSB. Waktu itu aku sedang menonton didepan TV dan
tiba-tiba hp aku berbunyi, dan ternyata, teman aku mengirimi aku pesan yang
berbunyi “barang siapa yang mau mendaftarkan dirinya untuk beasiswa harap ke
sekolah”. Tak lama kemudian, akupun kekelas untuk mendaftarkan diri. Di
sekolah aku dan kawan-kawan menunggu pak sibgatullah haliq, beliaulah yang
mengenalkan kepada kami apa itu PBSB, pendaftarannya cukup simple, kami hanya
menisi biodata kemudian tanda tangan dan setelah itu, selesai. Tepat 1 minggu
kedepan, aku dan kawan-kawan mengikuti karantina dan tes di Asrama Haji
Sudiang.
Tepat
1 minggu kemudian aku berangkat menuju TKP bersama 4 orang teman kelas aku. Dengan menggunakan pete-pete (angkot) kami berangkat
dari kota pangkep menuju kota makassar. Kurang lebih satu jam kami berada di
perjalanan yang melelahkan itu. Tapi hal tersebut harus aku jalani demi mendapatkan
beasiswa tersebut. Sebenarnya aku tidak berharap banyak dengan beasiswa
tersebut karena aku masih ragu untuk kuliah di luar Sulawesi apalagi dengan
persaingan yang sangat ketat dan teman-teman di sana ilmunya sudah sangat
mantap, karena mereka berasal dai pondok pesantren yang terkenal di daerahnya.
Setelah itu pagi pukul 07.00 WITA aku
dan teman-teman menuju tempat belajar yang jaraknya agak jauh bagiku. Disana
kami diberi pelajaran tentang ujian PBSB baik itu Bahasa Arab, Akida Ahlak,
Kepesantrenan dan lain-lain. Dan begitu seterusnya selama 4 hari, pada hari tes
PBSB aku duduk di samping naimatul mardiah yang juga lulus PBSB dan didepan aku
kurniawan. Kami disana bersaing untuk mendapatkan tiket untuk berangkat ke jawa. Setelah tes
selesai aku dan kawan-kawan pulang ke daerah Pangkep. 1 bulan kemudian aku di bri tahu oleh guru
aku lewat sms bahwa aku lulus di UINSA Surabaya dengan isi sms sebagai berikut
:
“selamat
rahmat kamu lulus
di
uin sunan ampel Surabaya
dengan
beasiswa 1 juta perbulan”
Setelah
melihat sms itu aku sangat gembira dan aku seperti bermimpi setelah mendengar
hal itu. Di surabaya nanti aku akan berubah dan berkeinginan untuk menjadi
seorang konselor sesuai dengan jurusanku beserta kiyai dan ulama.
Setelah
lama tidak menulis, pada kesempatan kali ini saya akan menceritakan tentang
negara kita yang tercinta ini yaitu Indonesia
Indonesia
Indonesia adalah negara kesatuan yang sangat besar dan luas, yang
memiliki ribuan pulau bahkan ratusan ribu pulau terdapat di Indonesia dan
ada pulau terbesar di lndonesia yakni
Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi dan Papua. Indonesia juga di kenal dengan
negara penghasil rempah-rempah terbesar di Dunia. Indonesia paling kaya akan
keberagaman suku, bahasa, adat istiadat, budaya dan agama. Sebagian besar
wilayah indonesia di dominasi oleh lautan, yakni 40% daratan dan 60% lautan.
Oleh karena itu indonesia memiliki hutan
terluas di dunia demikian pula dengan lautannya. Darinya itu sebagian besar
spesies tumbuhan dan hewan terdapat di lndonesia.
Indonesia terletak di daerah yang sangat strategis karena di apit
oleh 2 benua besar yaitu benua Asia dan Afrika dan 2 samudra yang sangat luas
yaitu Samudra Pasifik dan Samudra Hindia, mayoritas mata pencaharian warga
negara Indonesia adalah petani dan nelayan, oleh karena itu Indonesia sangat
kaya akan hasil laut dan hasil bumi.
Berbicara tentang negara,
tak lepas pula dari yang namanya pemimpinpemimpin, Indonesia saat ini di pimpin
oleh presiden yang bernama Prof.Dr.H.Susilao Bambang Yudhoyono, masa
kepemimpinan beliau saat ini hampir berakhir dan akan digantikan oleh Insinyur
Jokowidodo, yang pada pemilihan presiden kemarin memenangkan pemilu dengan
mengalahkan Prabowo Subianto. sebelum Prof.Dr.H.Susilo Bambang Yudhoyono
menjabat sebagai presiden, ada 6 presiden yang telah menjabat sebelumnya yakni;
A.
Presiden 1 Soekarno
B.
Presiden 2 Soeharto
C.
Presiden 3 B.J Habibi
D.
Presiden 4 Abdurrahman Wahid
E.
Presiden 5 Megawati Soekarno Puteri
F.
Presiden 6 Susilo Bambang Yudhoyono
G.
Presiden 7 Susilo Bambang Yudhoyono
H.
Presiden 8 Jokowidodo
Indonesia \
merdeka sejak 1945 yang bertepatan dengan tanggal 17-augustus, pada waktu
itu proklamasi kemerdekaan di bacakan
oleh presiden saat itu yakni Bapak Soekarno.
Bulan agustus juga menjadi bulan yang sangat berpengaruh bagi
bangsa Indonesia, karena bulan agustus bulan di mana BPUPKI di bubarkan dan di
bentuklah PPKI (Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia). Sedikit aku paparkan
tentang PPKI , PPKI di pimpin oleh Ir.Soekarno Beserta Moh.Hatta Dan Dr.
Rajimanwidyaningrat berangkat ke Dalat, Vietnam pada 2 Agustus 1945 bertujuan
untuk mengetahui lebih lanjut mengenai kemerdekaan Indonesia.
Bukan hanya itu pada tangal
14 Agustus 1945 kota Nagasaki di bom oleh tentara sekutu yang menyebabkan
Jepang menyerah dan berdampak bagi Indonesia dengan berakhirnya kependudukan
Jepang dari Indonesia.
Sebenarnya bibit kemerdekaan untuk Indonesia telah muncul sejak
zaman Belanda, pada 1908 gerakan nasionalis yang pertama , yaitu Budi Utomo.
Kemudian di susul gerakan-gerakan nasionalis yang lainnya. Belanda merespon hal
tersebut setelah perang Dunia I dengan langkah-langkah penindasan. Para
pemimpin nasionalis berasal dari kelompok kecilyang terdiri dari profesional
muda dan pelajar. yang bebearpa diantaranya di didik tentara Belanda. Banyak
dari mereka yang di penjara karena kegiatan politisi termasuk Soekarno.
Namun para tokoh pergerakan ini baru dapat angin segar unuk
memerdekakan diri tat kala mendengar kabar bahwa Jepang tidak lagi mempunyai
kekuatan untuk membuat keputusan seperti pada 16 Agustus, Soekarno membacakan
“Proklamasi” pada hari berikutnya. Kabar mengenai Proklamasi menyebar melalui
radio dan selebaran sementara pasukan militer Indonesia pada masa perang ,
Pasukan Pembela Tanah Air (PETA) , para pemuda dan lainya langsung berangkat
mempertahankan kediaman Soekarno.
Pada 18 Agustus 1945 Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI)
melantik Soekarno sebagai wakil presiden dengan menggunakan konstitusi yang
dirancang beberapa hari sebelumnya. Kemudian di bentuk Komite Nasional
Indonesia Pusat (KNIP) sebagai parlemen sementara hingga pemilu dapat di
laksanakan. Kelompok ini mendeklarasikan pemerintahan baru pada 31 Augustus dan
menghendaki Republik Indonesia (RI) yang terdiri dari 8 provinsi : Sumatera,
Kalimantan, (tidak termasuk wilayah Sabah, Sarawak dan Brunei), Jawa Barat,
Jawa Tengah, Jawa Timur, Sulawesi, Maluku (temasuk Papua) dan Nusa Tenggara.
Demikianlah sepenggal cerita atau proses proklamasi indonesia dan
persiapan pemerintahan pada masa itu.
Hal yang sangat penting bagi Negara lndonesia atau peristiwa paling
penting adalah pembacaan teks Proklamasi yang di kumandangkan oleh presiden
saat itu yakni Soekarno, pada saat itu beliau membacakan teks Proklamasi di
Jl.Peangsaan Timur no.56 Jakarta pusat, dengan isi sebagai berikut,
Proklamasi
Kami bangsa Indonesia
dengan ini menyatakan kemerdekaan Indonesia, hal-hal yang mengenai pemindahan
kekuasaan dan lain-lain. Di selenggarakan dengan cara seksama dan dengan tempo
yang sesingkat-singkatnya
Jakarta 17-Agustus-1945
Atas nama bangsa Indonesia
Soekarno Hattaa
Soekarno membacakan Proklamasi tersebut atas desakan Sultan Syahrir
yang mendesak Soekarno agar segera memproklamasikan kemerdekaan karena menganggap
hasil pertemuan di Dalat sebagai tipu muslihat Jepang, karena Jepang setiap
saat sudah harus menyerah kepada sekutu
dan demi menghindari perpcahan dalam kubu nasionalis antara yang anti pro
Jepang dan pro Jepang.
Hasil wawancara dengan tetangga kamar, beliau adalah Mas Dika, saat
ini dia Bermukim di Pesantren Ma’had Al-Jaami’ah UIN Sunan Ampel Surabaya
dengan nomor kamar 49.
Berikut
pernyataan beliau ;
“
Iindonesia adalah negara kepulauan, pekerjaan penduduknya mayoritas adalah
petani dan nelayan. Indonesia juga di kenal dengan maritim yang sangat kuat dan
luas. Indonesia itu kekayaannya sangat melimpah entah itu dari sektor kelautan,
daratan maupun udara. Di sektor kelautan kita kenal kekayaannya yaitu ikan yang
banyak, dari sektor darat kita kenal dengan tanaman-tanamannya yang belum ada
di luar negeri misalnya di sini banyak bepenghasilan dari padi, karet, sawit
dan sebaainya. Di sektor udara indonesia di kenal dengan keberagaman burung
yang banyak dan burung di indonesia banyak macamnya dan sanat tidak terhitung”.
Demikianlah cerita tentang
Indonesia, ternyata Indonesia yang selama ini aku anggap sebagai negara
yang lemah, negara yang miskin. Dan fikiran aku jika membicarakan tentang
Indonesia yang di benak aku hanyalah masalah korupsi, masalah hambalang, free
port yang membuat sakit hati karena kekayaan negeri sendiri di keruk oleh
negara asing dan lain sebagainya, akan
tetapi di balik semua itu masih ada kebaikan dalam negeri yang bernama
INDONESIA. Ibarat kata , sebuah kertas
putih dimana di dalamnya terdapat titik kecil yang hitam, tapi ingatlah di
sekeliling titk hitam itu terdapat kertas putih yang mengelilinginya.
Kita ke topik yang lain yaitu hari
pertama di Surabaya
Hari pertama ku di Surabaya sangatlah mengesankan, ibu kota dari
Jawa Timur dengan hari jadi tiga puluh
satu mei seribu dua ratus sembilan puluh tiga, yang di pimpin oleh Ir. Tri
rismaharini, M.T., ini memiliki
luas 333.063 km2 dan dengan populasi
2,88,385 jiwa.
Selain itu kota ini juga merupakan kota
metropolitan terbesar di provinsi Jawa
Timur sekaligus pusat bisnis, perdagangan, industri serta pendidikan. Kota ini
terletak 798 km sebelah timur Jakarta,
atau 426 km sebelah barat laut Denpasar Bali. Surabaya terletak di tepi pantai utara
pulau jawa dan berhadapan lansun dengan selat Madura serta laut Jawa.
Surabaya terkenal dengan sebutan kota pahlawan karena sejarahnya
yang sangat diperhitungkan dalam merebut kemerdekaan bangsa Indonesia dari
penjajah. Kata Surabaya konon berasal dari cerita mitos pertempuran antara sura (ikan hiu) dan baya
(buaya) dan akhirnya menjadi kota Surabaya.
Pada waktu itu, aku
berangkat dari rumahku yang sederhana, bercat hijau dan kuning. Dan aku diantar oleh satu keluarga diantaranya
ibu, bapak, tante, kakak, adik 2dan tetangga
yang rela melepaskanku untuk menempuh pendidikan di kota pahlawan, pada hari
itu bertepatan dengan tanggal 11-Agustus 2014, pukul 14.00 WITA aku berangkat
dari rumah berwarna hijau dan kuning tersebut menuju Makassar.
Yah Makassar, sebuah kota yang lahir pada tahun 1971 hingga 1999
secara resmi dikenal dengan Ujung Pandang adalah ibu kota provinsi Sulawesi
Selatan. Makassar merupakan kota metropolitan terbesar kedua di luar jawa, setelah kota Medan. Kota
ini juga pernah menjadi ibu kota negara Indonesia timur.
Makassar terletak di pesisir
barat daya pulau Sulawesi dan berbatasan dengan selat Makassar di
sebelah barat, kabupaten Kepulauan Pangkaje’ne di sebelah utara, kabupaten
Maros di sebelah timur dan kabupaten Gowa di sebelah selatan.
Aku menaiki sebuah mobil avansa hitam milik tanteku, di dalam mobil
itu kami naik satu persatu. Perjalanan dari rumah ke Makassar menempuh waktu
seperti berjalan kaki mengitari lapangan sepak bola sebanyak seratus kali atau
1 setengah jam. Ketika aku sampai di bandara keluarga aku pun turun dan
mengantarku masuk ke bandara. pada saat itu aku sangat sedih karena harus
berpisah dengan keluarga yang amat kucintai dan kusayangi. sebelum
aku masuk ke bandara, kakak aku yang bernama ismail mengambil
handphonenya dan setelah itu aku berfoto bersama keluarga aku. Aku sangat
teramat sedih karena harus meninggalkan orang-orang yang mencintai aku,
orang-orang yang akung sama aku, orang-orang yang setia mendampini aku. I LOVE
MY FAMILY, I LOVE MY VILLAGE, AND I LOVE MY CITY.
Aku pun masuk menuju tempat check-in untuk mengonfirmasi
keberangkatan pada hari itu. Tapi sebelum aku berangkat aku berfoto bersama
keluarga besar yang menantarkan ku kebandara. Dan ketika aku sudah bearda di
dalam aku langsung mencari tempat duduk untuk beristirahat sejenak. Aku
pandangi apa yang ada di sekeliling aku, aku merasa tertegun karena itu adalah
pengalaman pertama aku masuk bandara. Aku kemudian memainkan hp samsung corby
berwarna hitam dengan sedikit warna kuing pada bagian keyboardnya. Hp hitam
tersebut aku mainkan dan membuka aplikasi sms, dan aku mengirim pesan kepada
teman-teman yang berada di kontak hpku. Dengan format berikut ini.
“Bismillah.
Doakan kawan-kawan
mudah-mudahan
selamat sampai
Tujuan
#otw
surabaya”
setelah
mengirim pesan singkat tersebut, sms dari teman-temanpun datang silih berganti.
Ada yang memberikan support, memberikan semangat, berhati-hati dan lain
sebagainya. Tak lama berselang aku di telefon oleh ibu dan menanyakan situasi
di bandara. Dan aku mengabarkan kepada ibu bahwa, aku berangkat jam 17.00 waktu
indonesia tengah. Tidak hanya itu, ibu mengatakan kepadaku bahwa beliau ketika
pulang dari bandara, beliau menyewa mobil untuk pulang.
Ketika hampir berangkat aku akhirnya memasuki ruang tunggu yang
berada tak jauh dari tempat aku beristirahat, pada waktu itu aku merasa sangat
sedih. Karena aku harus merantau ke Surabaya demi ilmu yang kudambakan,
seakan-akan aku tak rela meninggalkan kedua orang tuaku. Air mata yang
kubendung dari tadi masih kupertahankan karena aku tidak ingin orang lain tahu
kesedihan yang ku alami ini.
Tidak terasa jam keberangkatanpun
tiba, aku lansung menuju ke
pesawat garuda berwarna putih dengan ukuran yang tidak biasa atau bisa dibilang
kecil. Dimana, pesawat tersebut telah aku pesan sejak 3 minggu sebelumnya. hal
tersebut merupakan pengalaman yang sangat istimewa karena itu pertama kalinya
aku melihat pesawat dari jarak yang sangat dekat, tak ada penghalan antara aku
dan pesawat itu dan aku pun tak sabar
unuk segera menaiki pesawat tersebut, tapi sebelumnya aku berdo’a dalam hati
agar dalam perjalanan ku kali ini di ridhoi oleh Allah dan diselamatkan dalam
perjalanan.
Aku pun berjalan menuju pesawat tersebut, dan segera menuju tangga
yang berada di bagian tengah pesawat. Saat aku memasuki gerbang pesawat tersebut,
ada dua orang pramugari yang menyambut kedatanganku dan kawan-kawan dengan
hangat. Sambil melontarkan senyuman kepadaku dan berkata “Selamat datang di
pesawat garuda.” Sembari berjalan menuju kursi pesawat, aku melihat orang-orang
yang berada di samping kiri dan kanan aku. Mereka datang dari berbagai daerah
yang entah kenapa bisa menyasar di makassar. Ada yang dari papua dengan ciri
khas kulit hitam dan rambut keriting. Ada yang berasal dari luar negeri dengan
rambut pirang dan kulit putih serta tubuh yang tinggi menjulang bak tongkat
yang berukuran dua meter.
Rasa sedih sejak tadi menghiasi
waktu-waktu sempitku itu berubah menjadi senang ketika aku memasuki
pesawat, melihat keadaan sekeliling, aku
kemudian meletakkan tas hitam bercorak merah yang berisikan barang yang paling
berharga yaitu laptop beserta berkas-berkas persyaratan PBSB. Aku meletakkan
tas tersebut tepat berada di atas kursiku yang berwarna biru muda dengan hiasan
bintik-bintik volkadot berwarna putih. Tubuh yang lelah menunggu keberangkatan
pesawat ini akhirnya bisa beristirahat dengan lega di atas pesawat. Tak lupa
aku berfoto diatas pesawat tersebut dan melihat keluar jendela. Sangat senang
rasanya bisa duduk di atas pesawat yang
mewah dengan fasilitas yang baik juga. Dari balik pintu putih yang berada 5
meter dari kursi yang aku duduki saat ini muncul sosok pria jangkung dengan
gaya rambut yang rapi serta jas dan celana hitam yang melekat pada tubuhnya.
Sembari mengucapkan salam dan selamat datang. Pria jangkung tersebut memberikan arahan kepada
para penumpang dan tata cara penggunaan safeti belt yang berada di bagian bawah
kursi masing-masing, tak lupa jaket pelampung berwarna kuning dengan hiasan
peluit pada kerah lehernya itu diperagakan. Di dalam pesawat itu aku mengikuti komando
yang disampaikan oleh pramugara(i). tak
terasa sang pilot bersiap-siap untuk melakukan take of atau yang biasa kita
kenal dengan peluncuran. aku pun deg-degan karena pesawat akan take-of, aku merasa jantung berdetak dengan
kenacang bak berlari seratus meter, dan aku bertanya dalam hati, inikah yang dinamakan dengan take of di atas pesawat, senang sekali rasanya. Burung besi itupun mencari landasan untuk
segera mengepakkan akupnya di udara Makassar.
Di dalam pesawat aku melihat pemandangan Makassar dan Sul-Sel dari
ketinggian, sedih rasanya meninggalkan Sul-Sel. Daerah yang telah membesarkan aku, daerah atau tempat
aku hidup selama ini. Begitulah kira-kira persaan
ku saat itu. Setelah mengudara di atas langit Makassar
aku menikmati pemandangan dan suasana di dalam pesawat. di dalam lambung burung besi itu, seorang
perempuan dengan paras cantik dan rambut sebahu datang dari balik pintu,
perempuan dengan rambut sebahu itu membawa sebuah meja yang berisi makanan dan
minuman bagi para penumpang. Satu persatu penumpang dilayani dengan senyuman
dari pramugari tersebut. Tak lama setelah itu pramugari tersebut sudah sampai
ke bagian kursi yang aku duduki saat itu. Dengan senyuman yang ramah wanita
dengan paras cantik itu meletakkan sebuah kotak makanan di atas meja makanan. Dan bertanya kepadaku tentang minuman yang
di inginkan. Dengan ramah aku meminta sebuah susu hangat yang terletak di atas
meja.
Tak terasa pemandangan kota surabaya pun sudah nampak di depan
mata, pemandangan saat itu terasa indah karena aku sampai disana pada saat
malam hari, lampu kota yang terletak di tepian jalanan
serta cahaya dari kendaraan kota itu seakan seperti sebuah lautan cahaya yang
menghiasi malam tersebut. pemandangan yang terlihat itu seakan menjadi hiburan bagi aku. Senang
sekali bias menyaksikan pemandanan langka tersebut. Tak lama berselang burung besi dengan
gambar kepala garu yang terletak di baigian luar pesawat tersebut akhirnya melakaukan pendaratan. Dan
sesaat kemudian para
penumpang pun turun dari pesawat
dengan mengambil barang bawaan
masing-masing. Dan berjalan menuju pintu keluar yang terletak tak jauh dari
kursiku saat itu. Sambil menuju bandara juanda Surabaya aku kemudian melihat
sekeliling kota tersebut dengan orang-orang yang berbuadaya jawa. Sambil menunggu kedatangan koperku hijau dengan ukurang yang sangat besar
yang sebelumnya aku bawa dari sul-sel.
nampak disana koper besarr berwarna hijau berjalan di atas eskalator dan aku tak sabar ingin
mengambilnya. Setelah itu aku dan kawan-kawan rombonan dari bone keluar pintu
bandara dan lansung memesan mobil. Suasana Bandara pada saat itu sangatlah
ramai. Terdapat beberapa rombongan keluarga yang tak sabar menuggu sanak
keluarganya yang turut ikut di pesawat yang kami tumpangi. Setelah istirahat
sejenak aku dan kawan-kawan melanjutkan perjalananku menuju kampus impian,
sebuah kampus besar dan katanya ilmu keagamaan di sana lumayan bagus. Aku dan
rombongan akhirnya mendaapatkan mobil
avansa berwarna hitam yang telah dipesan oleh ustad nandar, seorang ustad dari
bone dan bersiap menhantarkan kami ke UIN, pada awalnya supir mobil itu tidak
mengetahui nama UIN sunan ampel , pada saat itu aku dan rombongan juga ikut
bingung, supir tersebut hanya mengenal
nama IAIN, dari kejadian itu aku baru tahu jikalau UIN saat ini adalah sebuah
universitas baru yang dulunya bernama IAIN sunan ampel.
Perjalanan akhirnya kulanjutkan dengan di hantar pak sopir menuju
UIN, aku melihat suasana di sampan kaca mobil banyak kendaraan yangberlalu
lalang. Kurang lebih lima belas menit kami berda di perjalanan menuju kampus
tersebut. Dan ketika hendak sampai di pintu gerbang, aku heran karena twin
tower yang selama ini aku bayangkan dan aku lihat di website uin yaitu
http//www.uinsby.ac.id itu tidak Nampak
sama sekali, setelah ku selidiki ternyata twin tower itu baru rencana untuk
meningkatkan mutu dari transisi IAIN menjadi UIN. Pak sopir menurunkan aku dan
rombongan di wisma bahagia yang berada di dalam kampus, pada waktu itu aku
berfikir , oh ternyata bagus juga tempat tinggal ku saat ini, aku akhirnya
masuk ke kamar dan menaruh barang-barang yang ku bawa dari rumah.
Setelah meletakkan barang-barang yang aku bawa dari kampung
halaman, aku kemudian mengambil air wudhu dan meletakkan sajadah kearah barat
dan melaksanakan kewajiban sebagai umat islam yaitu shalat. Dengan khusuk, aku bertakbir kepada Allah
dan melafalkan basmalah dan surah al-fatihah. Dengan khusuk aku beribadah kepada Sang Khaliq,
Robbul Ghofur, yang telah menciptakan tujuh lapis langit yang makmur dan tujuh lapis bumi yang
subur. Lima menit berselang aku membuka nasi kuning yang aku bawa dari rumah
dan aku melahap makanan tersebut bersama ustad Nandar, Kurni dan temannya yang
satu itu. Ku lihat di hanphoneku ternyata sudah jam 07.00 tak terasa 5 jam yang
lalu aku berada di Makassar dan sekarang aku berada di Surabaya. Aku kemudian
menelfon ibuku yang berada di Sulawesi dan mengabarkan kepada beliau tentang
keadaan ku saat itu. Dan ibu merasa lega dan senang karena anaknya sampai
dengan selamat.
keesokan harinya tepat pukul 04.00 aku dibangunkan oleh uztad untuk shalat subuh di masjid Ulul Al-Bab UIN Sunan
Ampel, sebuah masjid yang megah dengan cat berwarna kuning tua serta gaya
bangunan klasik. Di masjid itulah kami melaksanakan sholat subuh dua rakaat.
Terdengar suara adzan dari balik mikrofon yang
merdu, seakan-akan mengajak kita untuk menyeru kepada Allah. Dengan penuh
kekhusuan kami sholat berjamaah dengan satu imam dan delapan orang yang menjadi makmum.
Fajar pagi sebentar lagi menampakkan cahayanya bersamaan dengan
selesainya kami menunaikan kewajiban sebagai umat muslim, aku dan Kurni serta
temannya yang satu di ajak untuk
berkeliling-keliling kampus. sambil melihat bangunan yang menjulang tinggi
ustad Nandar mengatakan bahwa kampus di UIN ALAUDDIN Makassar masih lebih bagus
bangunannya jika di bandingkan dengan UIN ini. Kaki ini semakin jauh melangkah menyusuri kampus itu
dan kami jalan-jalan keluar kampus sambil menikmati kota Surabaya dari
kampus UIN tersebut. Aku dan rombongan diajak ke jembatan yang berada tepat di
depan kampus.
Dengan menenteng kopiah ditanan sambil berjalan di atas jembatan
tiba-tiba terdengar suara gemuruh dari ujung rel, dan kumelihat sebuah besi
besar merayap di atas rel dan itu adalah kereta yang selama ini aku lihat di
TV-TV. Kejadian pada
waktu itu adalah pengalaman pertama aku
melihat sebuah kereta dengan mata kepala sendiri.
Matahari semakin tinggi dan
sengatan cahayanya semakin panas, kami pun memutuskan untuk kembali ke wisma
bahagia sembari mencari makan. Pada saat
kami di ajak oleh ustad Nandar untuk makan, aku dan kawan-kawan berjalan menuju warung yang berada di dalam kampus dan yang
membuat aneh adalah makanan di warung tersebut aneh-aneh dan banyak yang tidak
aku kenal. Seperti nasi bali, entah siapa yang menamakan nasi tersebut, mungkin
saja pada saat pembuatan nasi bali tersebut didatangkan seorang koki dari bali. Dan ada juga nasi rawon,
ketika aku mendengar kata rawon tersebut yang terlintas di benakku adalah sebuah hewan yang mirip seperti lebah
dan mempunyai sebuah benda tajam pada bagian pantatnya atau yang biasa disebut
tawon, dan masih banyak lagi makanan
aneh yang dijajakan di warung itu.
Tak berhenti sampai
di warung itu, perjalan aku dan kawan-kawanku
masih panjang. Ternyata kami masih di ajak oleh ustad untuk menemui
seorang dosen yang sekaligus sebagai kepala pengelola PBSB UIN Sunan Ampel,
yaitu bapak Agus Santoso. Akhirnya kami memutuskan untuk
berangkat ke Fakultas Dakwah dan menemui dosen tersebut. Kami
hanya ikut
ke fakultas tersebut. Sembari berjalan aku meelihat kiri kanan ternyata
bangunan di UIN ini masih sangat rendah kualitasnya.
Kembali ke topic kita saat ini yaitu
menemui dosen pak Agus Santoso. Aku dan kawan-kawan berjalan menuju ruangan beliau
yang berada di pojok gedung. Setelah mengetahui
ruangan tersebut aku dan kawan-kawan yang diajak oleh ustad berjalan menuju
ruangan tersebut dan kami disuruh duduk. Dengan muka tak berdosa kami masuk dan duduk
di kursi yang di sediakan disana. Aku melihat suasana di sekeliling aku. Pada
bagian sebelah kiri terdapat kaca yang tebal dan ditutupi oleh tirai. Dan
sebuah makanan ringan yang terhidang di
atas meja kayu berwarna coklat tua dan berbentuk kotak. Tak lama setelah itu
bapak dosen yan ditunggu-tunggu akhirnya menampakkan dirinya. Dengan mengunakan
peci putih, serta baju kemeja ungu beraris-garis, celana hitam serta kaos kaki
yang menempel pada tubuh beliau menghampiri kami. Sambil mengucapkan salam dan
berjabat tangan dengan beliau. Beliau pun akhirnya duduk dan bebincang bersama
ustad nandar. Aku dan kawan-kawan hanya bias diam dan duduk terpaku sambil
mendengarkan pembicaraan mereka berdua. Di tengah-tengah percakapan pak agus
menyuruh kami untuk memakan permen yang ada di atas meja kayu tersebut dan
menyuguhkan kami minuman akua gelas bertuliskan
air mineral IAIN SA. Aku melihat kemasan minuman tersebut dan berkata
dalam hati, “hebat juga kampus ini udah bias produksi air mineral sendiri.”
Setelah lama mengobrol dan berbincang dengan pak agu aku dan teman-teman pamit
untuk pulang dan melanjutkan perjalanan yang akan kami catat suatu hari
nanti.
Singkat cerita, setelah bertemu dengan
dosen aku dan teman-temanku kembali diajak oleh ustad nandar utnuk berkeliling
Surabaya. pada saat itu aku dan teman
aku yang dari Sulawesi berangkat ke kali anget dengan mengunakan mini bus tua dengan tampilan kurang
menarik yang kami hentikan di pinggir jalan. Di dalan bus tersebut aku dan
teman-teman berbaur bersama masyarakat jawa dan kejadian pada saat itu adalah
pengalaman terjun langsung ke masyarakat surabya dengan menggunakan bis tua tersebut. Aku dan
teman-teman berngkat ke kali anget, sembari menghabiskan waktu yang di tempuh
aku melihat ke kiri kanan bus tersebut. Aku melihat kota Surabaya di siang hari
dengan aktifitas yang sangat padat. Ku arahka pandanganku ke jendela dan
melihat taman-taman yang tersaji di tengah keramaian kota. 10
menit kemudian mini bus tua itu berhenti di tempat yang kami tuju. Ku lankahkan
kaki kecilku ini mengikuti langkah kaki ustad nandar. beliau hendak mengunjungi
rumah orang tua salah satu santri yang bersekolah di pondok pesantren
al-ikhlas tempat beliau mengajar.
Pada saat berjalan menuju rumah yang dimaksud, beliau sempat
kebingungan karena banyaknya bagudang yang serupa, dan alamat yang dimaksudkan
oleh beliau adalah sebuah ruko atau rumah toko yang berada di sekitar pelabuhan
tanjung perak. Lima menit berlalu, sepuluh menit berlalu, lima belas menit
berlalu kami masih terus melangkahkan kaki ini ke sebuah rumah toko yang
dimaksudkan tersebut. Dan setelah lama berjalan kaki kami akhirnya menemukan
rumah yang di maksud. Aku melihat di dalam rumah tersebut beberapa orang
pekerja yang sibuk mengangkat barang kesana kemari dan seorang mandor yang
mengatur mereka. dan ustad nandar yang mengajak kami mendatangi mandor tersebut
dengan lankah kaki yang oenuh dengan kepastian sembari bertanya kepada seorang
mandor berkulit putih menggunakan seragam putih merah dengan paras muka
keturunan cina. Di bawah terik matahari aku dan teman-teman menunggu ustad yang
bertanya kepada wanita dengan seragam putih merah tersebut. Setelah
selesai beliau memanggil kami dan
menyuruh untuk naik kerumah tersebut. Sembari berjalan bersama teman-teman
nampak di baian dalam rumah tersebut terdapat banyak bungkusan kardus yang
bertumpuk-tumpuk bak sebuah pasir dilautan yang menghampar. Dan di sampin
tumpukan kardus tersebut terdapat sebuah tangga dengan gaya melingkar. Aku dan
kawan-kawan naik dan segera menuju ke sebuah sofa merah berwana merah. Di sana
kami beristirahat sejenak dan membersihkan badan di sana.
Kurang lebih satu jam kami di tempat itu dan menghabiskan waktu
dengan menonton sebuah acara tv yang di tampilkan oleh tvone. Salah satu chanel
tv berita yang paling update. Dikarenakan pada waktu itu sedang maraknya berita
prabowo yang mengguat KPK karena di tuding melakukan kecurangan terhadapa
pasangan calon presiden prabowo subianto dan hatta rajjasa. Acara tv tersebut
berlansung sangat seru karena di tampilkan tayangan sidang gugatan prabowo
terhadap kpk. Seorang wanita parubaya berkulit hitam dengan bentuk tubuh bulat
dari pihak praboyo mengungkapkan kesaksiannya ke hadapan hakim mahkama agung
hamdan zoelva. Pada tayangan tersebut
wanita kulit hitam itu mengungkapkan kesaksiannya sengan nada ala papua yang
membuat para penontonnya tertawa karena logat bahasa yang lucu khas papua. Aku
yang menyaksikan kejadian tersebut tak mau ketinggalan dengan ikut tertawa,
karena menurut pandangan aku logat bahasa asing yang jarang didengar oleh orang
awam terasa lucu ketika gaya tersebut di tampilakn di tv. Aku menyaksikan
tayangan tersebut kurang lebih setengah jam.
Setelah mengahbiskan waktu disana aku dan kawan-kawan kembali di
ajak oleh seorang ajudan dari pemilik ruko tersebut untuk berkeliling kota
surabaya menggunakan mobil terios berwarna putih dengan bodi yang mulus. Kami di ajak menjelajahi kota
surabaya, kota yang mendapat julukan kota terpadat ke-dua di indonesia. Sebuah kota dengan penghasil
pahlawan-pahlawan revolusioner kemerdekaan.
Di bawah terik matahari yang panas kami membelah jalan kota pahlawan
tersebut menggunakan mobil putih itu. Kami di perlihatkan gedung pemerintahan
kota surabya, rumah laksana maida, kampus its dan sebagainya. Tapi sebelum
menjelajahi lebih jauh kota pancetus pahlawan tersebut itu kami mampir di
sebuah warung kaki lima yang berada di pinggir jalan. Akan tetapi warung yang
kami singahi itu tidak menyuguhakan makanan yang tertera di menu, dan kami
meneruskan perjalanan ke its untuk menjemput salah seoran santri yang berasal
dari seluawesi juga. Ia adalah teman kurniawan dan kebetulan satu pondok dengan
dia. Setelah menjemput santri sulawesi itu .
setelah menjemput laki-laki itu kami embali melanjutkan perjalanan
dengan jet darat itu. Tepat jam 01.00
WIB kami menyusuri kota Surabaya menjuju
sebuah jembatan tol terpanjang di indonesia yang erletak antara surabaya dan
madura atau yang bisa di sebut dengan jembatan suramadu. Aku sangat terkesan
ketika melihat jembatan tersebut. Mulai dari struktur bangunannya yang sangat
kokoh nan megah, tiang-tiang yang menjulang ke langit, tali beton yang terikat
di antara kedua sisi jembatan tersebut sudah cukup menggambarkan kokohnya
jembatan tersebut. Tak lupa pula mobil dan motor yang berlalu lalang di
atasnya. Aku sangat terkesan dengan bangunan jembatan tersebut. Sebuah jembatan
tol paling panjang dan merupakan sebuah jalan tol dengan tarif termahal di
indonesia yaitu tiga puluh ribu rupiah per mobil. Kalau di perhatikan dengan
seksama tarif tersebut cukup untuk biaya makan
aku di surabya selama dua hari.
Dari balik kaca mobil putih itu nampak di sebelah selatan dan timur
jembatan tersebut sebuah selat yang menghubungkan antara pulau jawa dan madura.
Sebuah selat yang sangat penting pada saat aman penjajahan, karena kapal dari
selatan dan timur berlalu lalang di sana. Dan aku tepat berada di tengah-tengah
selat itu. Kurang lebih 15 menit kami berada di atas jembatan raksasa itu
akhirnya kami sampai di sebuah pulau yang tak asing lagi bagi indonesia yaitu
pulau madura atau pulau garam. Entah kenapa pulau madura itu disebut dengan
pulau garam.
Mungkin saja pada zaman dahulu
pulau tersebut kekurangan garam dan kemudian muncullah seorang laki-laki
yang membuat tambak garam di sana. Sang laki-laki tersebut dengan giat
membangun sebuah tambak garam dan terciptalah satu tambak garam. Hari demi hari
terlewati, tambak garam tersebut semakin hari semakin produktif menghasikan
garam. Dan seorang tetangga mengikuti jejak laki-laki
tersebut. Karena garam yang merupakan bahan makanan yang jua penting dan
permintaan semakin tinggi, maka semakin maraklah tambak garam di sana, dan
semua orang mendirikan sebuah tambak garam dan jadilah madura sebagai pulau
garam. (maaf, kisah ini hanya hasil
karangan aku saja).
Mobilpun akhirnya meninjakkan bannya di pulau garam tersebut. Dari
balik kaca jendela, aku melihat pulau tersebut sangat gersang dan jarang
terlihat pohon. Udara yang panas, debu yang melayang-layang sudah memberikan
aku kode kalau pelau tersebut memiliki hawa yang panas. Mobil putih itu singah
di sebuah warung pinggir jalan, aku melihat di warung tersebut sebuah
gubuk-gubuk kecil terhampar di sepanjang warung tersebut. Warung itu lumayan
besar dan terletak di daerah yang strategis karena berada di ujung pinggir
jalan tol. Warung tersebut lumayan menarik karena suasana ubuk-gubuk yang teduh
dan berhiaskan kolam mancur di tengah-tengah serta sebuah mushola yang tak jauh
dari gubuk tersebut. Aku dan kawan-kawan kemudian mengambil posisi di gubuk
tersebut dan dari jauh nampak seorang pelayan pria denan baju khas madura yaitu
putih merah bergaris horizontal dengan celana hitam yang melekat di tubuhnya
dan seorang wanita yang juga menggunakan pakaian khas madura. Dengan muka yang
ramah sembari melontarkan senyum dan menyodorkan sebuah daftar menu yang di
cetak di sebuah kertas kuning dengan design yang unik. Aku memesan makanan khas dari daerah tersebut
yaitu soto madura, aku ingin merasakan makanan khas itu ku santap langsung di
daerah aslinya. Dan tak lupa pula minuman es teh yang pas di siang yang terik
itu. Sambil menunggu makanan tersebut datang teman-teman dan ustad ngobrol
bersama supir yang telah membawa kami menjelajahi kota surabaya dan madura. Tak
lama kemudian pesanan yang di tungu akhirnya datang juga. Sebuah soto khas di
atas mangkuk dengan daging kambing menjadi pelengkapnya dan nasi putih yang
menyertainya.matap sekali hidangan pada siang hari itu. Dengan lahapnya aku
makan soto tersebut dicampur dengan nasi putih dan juga sate madura yang khas.
Lezat senang bercampur menjadi satu. Itulah kata yang bisa menggambarkan
perasaan ku saat itu.
Makan akhirnya selesai tak
lupa kami melaksanakan kewajiban sebagai
umat islam yang taat yaitu sholat dhuhur berjma’ah. Aku berjalan menuju mushola
yang berada tak jauh dari gubuk tempat kami makan. Air kran yang keluar dari
pipa seolah-olah memanggil aku untuk segera menyempurnakan salah satu rukun
dalam sholat. Ku basuh secara
perlahan-lahan bagian tubuhku dengan tertib sesuai dengan tuntunan tata cara
wudlu. Sholat berjama’ahpun di laksanakan dengan penuh kekhusukan.
Tak terasa sepanjang siang itu kami berjalan-jalan dari satu tempat
ke tempat yang lain. Tak berhenti sampai
di warung madura saja, kami kemudianmelanjutkan perjalananmenuju sebuah makan
yang amat terkenal di surabaya, yaitu makam sunan. Sebuah makam yang sangat
ramai dikunjungi oleh para wisatawan lokal.
Pada umumya masyarakat yang berkunjung ke makam tersebut bertujuan
untuk berziarah ke kuburan wali yaitu raden rahmatullah. Salah satu dari
sembilan wali yang tersebar di seluruh daerah pulau jawa. Mulai dari sunan syarif hidayatullah yan
berada di jakarta, kemudian sunan unung djati yang berada di jawa barat, sunan
kudus di jawa tengah, senan ampel dan sunan giri yang berada di jawa timur dan
masih ada beberapa sunan lainya yan tersebar di tanah jawa ini.
Kembali ke topik yang tadi yaitu kunjungan ke makam sunan ampel.
Sesampainya di sana kami kemudian turun dan melihat suasana sekitar yang sangat
ramai. Mulai dari penjual makanan,minumann, aksesoris, pakaian, buku-buku
sampai pengemis berada di sekitar jalan menuju makam sunan tersebut. Aku sempat
kaget melihat suasana di sana yang ramai karena kebisingan dari aktivitas
dagang mereka. kami akhirnya masuk sementara sang sopir menunggu di luar
lokasi. Dengan berjalan kaki, kami langkahkan kedua kaki ini. Kami menyusuri
keramaian penjual dan pembeli yang melakukan aktifitas mereka. sesampainya di
lokasi makam, aku merasa sedikit kaget saja karen abanyaknya orang yang membaca
surah yasin di sekitar makam raden rahmatullah tersebut. Aku melihat banyak
makam yang berada di sana. Ada makam yang di beri pagar, makam yang dengan batu nisan yang di bungkus
dengan kain dan lain sebagainya. Aku dan
kawan-kawan kemudian masuk ke makam sunan agung tersebut dan mengambil sebuah
al-qur’an dan membaca surah al-qur’an itu dengan niat agar pahala dari bacaan
al-qur’an tersebut di persembahkan kepada sang sunan. Dengan tartil aku membaca
surat yasin itu. Dengan suasana yang ramai itu aku mengusahakan agar tetap bisa
berkonsentrasi membaca surah yasin tersebut.
Setelah puas menikmati keindahan dan panorama kota surabaya,
akhirnya aku dan kawan-kawan kembali ke wisma bahagia dengan hati yang bahagia
pula. Sunguh sebuah pengalaman yang tak mungkin aku lupakan. Setelah seharian
berkeliling membelah kota surabaya, aku dan kawan-kawan berpindah tempat
tinggal dari wisma bahagia ke pesantren ma’had al jamiah , akan tetapi
pesantren yang berada di dalam kampus itu masih belum buka. Jadi kami di
arahkan oleh kakak senior kami yang berada di sana untuk sementara waktu
menginap di base camp css mora. Ku ankut koper hijau aku yang besar itu dari
kamar wisma bahagia itu ke dalam mobil terios putih.
Base camp css mora, sebuah
rumah kecil berukuran empat kali enam meter dengan cat putih yan sudah
pudar, kaca lebar yang berukuran satu kali dua sebanyak dua buah menutupi
didnding depan rumah itu. Serta sebuah bendera putih dengan tulisan css mora
yang terdesign dengan indah di pintu masuk base camp tersebut. Rumah itu berada
di pinggir jalan, lebih tepatnya jl. Pabrik kulit wonocolo, dengan sebuah
warung di samping kanannya dan tempat print di sebelah kirinya, dan satu pohon
kecil yang berdiri tepat di depan base camp itu, serta rumah itu tak jauh dari
masjid wonocolo. Sebuah rumah yang cukup strategis yang menjadi tempat
istirahat sementara aku selama di surabaya.Aku
istirahatkan sejenak badan kecilku ini di rumah dengan cat putih pudar
tersebut. Sambil menurunkan koper hijau
aku dari mobil itu, ustad nandar yang telah mengajak kami berjalan-jalan selama
satu hari penuh itu pamit untuk pergi ke rumah toko yang berada di kali anget
tersebut. Sedih rasanya di tinggal oleh beliau. Dan lagi-lagi seoran pria harus
kuat dan tegar. Aku berusaha untuk tidak mengeluarkan air mataku saat berpisah
dengan ustad itu. Dan dari balik kaca mobil putih itu beliau melambaikan tangannya
ke arah rumah yang kami tinggaali saat itu. Mobil itupun semakin jauh
meninggalkan base camp itu. aku dan kurniawan mengistirahatkan badan yang lelah
ini di lantai rumah itu. Sambil memainkan hp samsung.
Hari pertama kuliah
Organisasi dan Kuliah. Itulah yang ku alami di UINSA ini, pada hari pertama
masuk kuliah, perasaan aku cukup senang, karena hari itu aku berstatus sebagai
mahasiswa. Kegiatan perkuliahan di UINSA ini cukup padat karena setiap harinya
ada 2 mata kuliah yang diajarkan kecuali hari jum’at. Hal yang membuat aku senang adalah karena setiap
ada mata kuliah pasti ada tugas. Dan setiap tugas harus dikumpulkan dan
dipresentasikan. Dan Alhamdulillah semua tugas itu bisa di atasi akan tetapi
ada kegiatan lain yang wajib diikuti, kegiatan tersebut berada pada naungan CSS
MoRA, kegiatan di CSS MoRA wajib diikuti karena setiap kegiatan menggunakan
absensi dan apabila tidak di ikuti aku gak enak sama CSS MoRA. Akan tetapi
setiap kegiatan CSS MoRA seru dan selalu meninggalkan kesan, maka dari itu
organisasi dan kuliah harus sejalan dan tak perlu ada yang dikorbankan.
Entah kenapa cerita ini bisa langsung lompat ke tanggal 20 maret 2015. Tapi ya udahlah karena ini
tulisan aku jadi terserah aku mau nulis apa.
Aku bangun kesiangan lagi akan tetapi aku tak mau kesiangan itu
menjadi penghambatku untuk beribadah kepada Allah. Dan kusegerakanlah diriku
untuk beribadah kepada Allah dengan mengambil wudhu.
Habis wudhu aku melaksanakan sholat subuh dan dhuha atau yang biasa
aku sebut suduha dan memohon kepada
Allah agar dilancarakan rezekiku dan di
bahagiakan orang tuaku dan setelah itu aku pergi mandi dan bersiap menuju ke
fakultas untuk berolah raga ria bersama para dosen fakultas dakwah.
Aku mengenakan baju bola dari klub italia yaitu ac milan dengan
motif baju merah hitam bergaris vertikal,
Serta celana panjan hitam yang ku beli di darmo trade center. Tak lupa
sendal biru hitam dengan ukuran yang sesuai dengan kaki aku.
Difakultas aku dan teman-teman masuk dengan penuh semangat. Di
dalam aula tersebut sudah hadir dosen-dosen fakultas dakwah untuk menikuti
senam sholat. Senam sholat adalah sebuah gerakan olah tubuh dengan
mengadopsi gerakan sholat itu sendiri.
Setelah semua dosen hadir kami berbaris sesuai dengan aturan.
Suasana pada jum’at pagi itu sangat penuh dengan keceriaan dan
keramaian. Karena dosen dari berbagai mata kuliah datang untuk mengikuti senam
yang diadakan oleh ustad agus santoso itu. Tapi sebelum memulai senam kami
semua yang hadir pada waktu itu diberikan sebuah baju kaos yang beraneka ragam.
Ada yang mendapat kaos warna merah, biru, coklat, kuning, putih dan lain
sebagainya. aku mendapat baju keren berwarna biru, akan tetapi setelah aku
pertimbangkan aku memilih menukarkan baju aku itu ke ahmad munir yang
mengenakan baju coklat. Jujur saja aku suka dengan warna coklat, karena warna
coklat adalah warna yang alami, netral dan menenangkan.
Pukul 08.00 senam dimulai yang dipimpin oleh ahmad rifa’i sinaga,
ahmad munir dan iva umi agustina.
Sebelum memulai senam diadakan dulu yang namanya pemanasan untuk
merenggangkan otot-otot agar tidak keram selama senam berlangsung.
Senampun berjalan dengan lancar dan sukses. Para dosen kelihatan
senang setelah melakukan gerakan shalat
ini. Kemudian para dosen beristirahat sejenak sambil merenggangkan kembali
otot-otot yang telah panas itu. Masing-masing dosen berkumpul dan kami sebagai
mahasiswa berkumpul juga sembari menunggu jajan yang di ambil dari lantai satu
gedung fakultas dakwah. Lima menit kemudian, jajanan itu datang dari balik
pintu beserta dengan minuman gelas khas UIN yang di produksi sendiri. Setelah
bersenam ria aku dan teman-teman makan
jajan bareng dan berfoto bersama para dosen, sungguh pengalaman yang sangat
menyenangkan. Tak lama setelah itu aku
dan kawan-kawan pulang dan bersiap-siap mandi untuk melaksanakan sholat jum’at
di masjid.
Sebelum aku berangkat ke masjid. Terlebih dahulu aku membersihkan
badan yang kotor ini denan air yang memancar dari kran wc lantai lima. Setelah
itu ku usap badanku dan ku basahi lagi anggota tubuhku ini dengan air atau
ritual sebelum shalat yaitu wudhu. Ku kenakan pakaian takwa yang berada dalam
lemari kayu coklatku serta sarung kuning bermotif kotak-kotak dan tak lupa
wani-wanian. Kulangkahkan kakiku menuju rumah Allah. Kota surabaya atau lebih tepatnya di kampusku
mempunyai sebuah masjid dengan gaya klasik, dimana atapnya masih mengunakan
gaya kuno yakni sebuah kayu yang dirangkai denan sedemikian rupa, dinding yang
diberi sentuhan modern yakni sebuah kaca lebar berukuran satu kali dua yang
mengelilingi masjid tersebut serta tiang-tiang yang besar dan kokoh yang
menopang masjid tersebut. Masjid dengan gaya klasik pada atapnya itu sering
dipakai untuk beribadah kepada Allah SWT seperti shalat lima waktu, shalat
jum’at serta shalat idul fitri dan idul adha. Masjid dengan nama ulul albab itu
tidak hanya di pakai untuk beribadah kepada Allah SWT, melainkan ada kegiatan
lain yang biasa diadakan di masjid tersebut seperti penajian intensif agama
setiap hari rabu, latihan tilawatil
qur’an, diba’an, sampai kantor
kerjapun ada disana, lebih tepatnya kantor kerja itu berada di lantai dua. Dan
itu merupakan kantor dari ma’had al-jami’ah, unit pengembangan tahfidzul
qur’an, IQMA, dan lain sebagaianya. Kalau bisa disimpulkan masjid ulul albab
itu adalah masjid yag serba guna akrena hampir semua kegiatan keagamaan yang
ada di UIN ini diadakan di masjid tersebut.
Kembali ke topik kita yang tadi yaitu berankat shalat jum’at.
Sesampainya aku di masjid dengan gaya klasik tersebut aku kemudian memasuki pintu
yang berada di tenah-tengah masjid itu, tetapi sebelum memasuki rumah Allah aku
selalu berdoa seperti doa di bawah ini
اَلَّهُمَّ
اْفْتَحْلِىْ أَبْوَابَ رَحْمَتِكَ
“Wahai Allah
bukakanlah pintu rahmat Mu”
Setiap memasuki masjid aku selalu membaca
doa tersebut. Dan doa itu aku dapatkan
ketika aku masih bersekolah di pondok pesantren asshiratal mustaqim
baru-baru tangnga.
Sebelum masuk ke UIN ini, aku sempat
menempuh pendidikan di salah satu pondok pesantren sederhana di kampung aku. Pondok pesantren tersebut adalah
cabang dari pesantren yang didirikan oleh KH. Abdurrahman ambo dalle’ seorang
kiyai yang telah mendirikan sebuah pesantren yang cukup besar di Sulawesi
selatan dan pondok aku berada di bawah naungn DDI atau yang biasa disebut darud
ad-da’wah wal irsyad. Sebuah lemabaga yang erbasis pondok pesaantren dan
didirikan oleh beliau yakni kh. Abdurrahman ambo dalle’.
Kali aku akan mebicarakan tentang pondok
pesantren aku. Pesantren aku terletak di
jl. Hajji gassing, kelurahan bonto perak, kecamatan pankaje’ne kabupaten
pangkep provinsi Sulawesi selatan. Pesantren yan telah menghantakanku ke
Surabaya ini memiliki luas sekitar dua hekta are. Dimana satu hektar ituadalah
sekolah smadrasah aliyah dan tsanawiah dan satu hektarnya lagi adalah masjid.
Pesanren dengan luas dua hekta are itu
memiliki tiga puluh satu bangunan. Dan bangunan itu di bagi lagi yakni
bangunan madrasaha aliyah dan bangunan madrasah tsanawiah. Madrasah tsanawiah
memiliki delapan kelas diantaranya kelas
1A, 1B, 1C, 2A, 2B 2C, 3A, 3B, ruang perpustakaan, ruang kepala sekolah dan
ruang guru serta kantin. Sementara untuk madrasah aliyah ada beberapa ruangan
yaitu kelas 1 keagamaan, kelas 1
akutansi, kelas 1 ipa, kelas 2 ipa, kelas 2 ips, kelas 3 ipa, kelas 3 ips,
perpustakaan, ruang kepala sekolah dan guru, kantin, serta pos satpam. Serta
masih ada beberapa bangunan lainnya seperti masid, asrama putra, asrama putri,
ruang laboratprium IPA, laboratorium IPS,
dan ruang keterampilan menjahit. Dan tak lupa pula fasilitas yang
lainnya seperti lapangan sepak bola, lapangan volley, lapangan tenis meja,
takraw, tempat parker, WC dan lain sebagainya.
Warna dasar dari pesantrenku ini adah hijau
dan kuning. Kenapa harus hiajau dan kuning?... karena warna hijau dan kuning
adalah lambing DDI saat ini dan tak hanya itu warna hijau adalah warna favorit
pimpinan pondokku yaitu kh. Khijruddin mujahid. Tidak berhenti sampai disini.
Jika dibandingkan dengan pesantren atau sekolah-sekolah lain yang pernah aku
tempati. Pesantren itu termasuk yang
membuatku laju dan semakin berkembang karena hanya di pesantren inilah tingkat
kedisiplinannya paling tinggi dan memiliki peraturan yang cukup ketata
dibandinkan dengan sekolah atau pesantren yang lain. Uppsss, sebelum aku
bersekolah di pesantren asshiratal mustaqim aku juga pernah menempuh pendidikan
yang pertama di SDN negeri delapan pacce’lang sebuah sekolah dasar yang
terletak tiga ratus meter dari rumahku, dan yang kedua adalah madrasah
tsanawiah Darussalam lebih tepatnya di jl. Pendidikan no.1. yang berjarak
seratus lima puluhmeter dari rumahku. Dan yang ketiga adalah madrasah
aliyah pondok pesantren darud ad-dakwah
wal irsyad al-ihsan di Makassar atau lebih tepatnya di jl. Alauddin tiga
Makassar.
Dari ketiga pesantren atau madrasah yang
telah aku singgahi yang paling tinggi kedisiplinanya adalah pondok pesantren
asshirathal mustaqim itu, karena untuk mengikuti ujiannya saja diadakan yang
namanya pemeriksaan lambang, kerapian rambut yang harus memenuhi standar tiga
dua satu, pelunasan spp, surat rekomendasi, atribut pesantren seperti kopiah
harus selalu dipakai, sepatu hitam yang benar-benar hitam dan masih banyak lagi
peraturan lainnya.
Aku selalu membaca doa itu ketika masuk masjid doa tersebut juga
sangat bermanfaat karena kita akan mendapatkan pahala jika kita membacanya.
Setelah masuk masjid aku kemudian mengambil barisan yang terdepan. Taklama
setelah duduk bedug masjid dengan ukuran raksasa itu di dendangkan dengan kerasnya. Bedug yang
berdiameter satu meter itu terletak di sebelah timur masjid dan memiliki ukuran
yang sangat besar seperti bak air berwarna orange yang ada di rumah tetanggaku.
Setelah bdug raksasa itu didendangkan kemudian muadzin bersiap-siap
mengeluarkan suara emasnya melalui mulut
ke mikrofon yang dipeganngya.
Shalat
jum’at itu pun berjalan dengan khidmat........
Setelah
shaolat jum’at aku disamperin oleh pak agus santoso beliau adalah bapak angkat
kami disurabaya karena beliaulah yang selalu memberi kami nasehat-nasehat serta
semangat –semangat yang hebat. Beliau
menghampiri aku dengan muka yang penuh dengan merona dan senyum yang mengembang
di wajahnya. Dan kemudian Aku ditanya
oleh beliau bahwa setelah ini kita mengadakan diba’an di ruang sidang bersama para dosen dan belia juga
berkata bahwa kalau punya buku diba’an tolong bawa aja. Begitu aku mendengar
beliau.
Akupun
berjalan menuju pesma bersama teman-teman yang lainnya, sesampainya di pesma aku
langsung mengajak teman-teman untuk bergabung dan menuju ke fakultas untuk
diba’an, akan tetapi masih ada saja yang tidur, mau makan , sampai-sampai
bermain laptop. Ya sudahlah nanti mereka
akan dating juga. Sambil menuggu
teman-teman, aku kemudian pergi ke kamar 24 atau lebih
tepatnya kamar ustad syamsuri untuk meminjam buku diba’an. Setelah aku lihat
buku diba’an tersebut,
ternyata buku itu sama degan kitab barazanji yang sering aku baca di sulawesi.
Karena lama menunggu teman-teman aku
memutuskan untuk pergi ke fakultas bersama rifki. Sambil berjalan aku eku berbincang-bincang bersama
temanku yang dari Kediri ini. Fakultas
demi fakultas ku lewati, di sepanjang
perjalanan banyak yang melakukan mahasiswa yang aktifitas, seperti kumpulan,
berjalan-jalan, berkendara, ada yang pacaran, dan lain sebagainya. Sesampainya
di fakultas dakwah dan komunikasi, eeh ternyata di dalam ruangan sudah ada bapak agus dan para bapak dan ibu dosen serta para peawai
fakultas dakwah. Aku dan rifki kemudian
mengambil tempat duduk di dekat pintu
akan tetapi kami disuruh pindah dan memutuskan untuk duduk di depan peman
diba’an dan setelah itu dibaannya
dimulai. Lambat laun teman-teman yang lain mulai berdatangan dan dosenpun datang juga. Disana auku
merasa malu karena aku dan rifki duduk di atas atau didekat dosen sementara
teman-teman yang lain duduk di bawah, yah maklum lah namanya orang terlambat
pasti duduknya belakangan . sholawat dibaan itu dipimpin oleh pak agus dan pak
tohir, dan ada satu kejadian yang membuta aku takjub adalah 2 orang anak kecil
yang memainkan alat diba’an dan ternyata anak kecil itu adalah anaknya dari pak
agus. Kedua anak kecil itu dengan telatennya
memukul alat musik khas arab itu dengan
kedua tangan kecilnya. Aku sangat kagum
dengan kedua anak itu karena masih kecil sudah pintar bermain alat music yang
diiringi lagu dan sholawatan.
Disana aku merasa senang dan bangga bisa berada di surabaya karena
aku bisa mendengar dan ikut berpartisispasi dalam shalawat yang sangat waw menurutku, karena
semua dosen fakultas dakwah ikut dalam acara tersebut dan memakai pakaian yang
seraagam dan kompak. Sebuah
pakaian yang telah dipersiapkan sebelumnya yaitu batik khas Indonesia dengan
motif yang indah dengan corak bunga berwarna kuning dan hijau serta sedikit
cipratan warna merah. Sungguh fakultas dakwah memang top. Maju fakultas dakwah.
Dari
semua dosen yang ada beberapa diantaranya adalah sang guru besar fakultas dakwah prof ali
aziz, dosen bahasa Indonesia semester
satu pak tohir, bapak pengelola pbsb pak agus,
dosen ilmu fisafat pak anis, pengajar di kelas intesif pak yudi,dosen
penantar studi islam semester satu pak syakur dan semua staf fakultas dakwah
ikut dalam acara sholawat tersebut, sungguh amazing.
Dibaanpun
berlangsung dengan khidmat……..
Setelah dibaan selesai pak agus selanjutnya
memberikan amanah kepada prof ali untuk menyampaikan ceramahnya, dan dari
ceramah yang disampaikan oleh beliau
adalah dapat aku ambil bahwa bacaan sholawat dibaan itu merupakan bacaan yang paling utama nomor kedua setelah
al-qur’an karena didalam sholawat tersebut terdapat puji-pujian yang sangat
menyanjung nabi. Tutur
beliau.
Setelah
sholawatan bareng para dosen bubar meniggalkan tempat tersebut dan selanjutnya kembali beraktifitas,
akan tetapi sebelum pulang para dosen berfoto bersama dengan seragam yang
kompak nan indah.
Dari
semua dosen yang hadir pada saat itu sebagian besar dari mereka pulang dan
melanjutkan aktifitas masing-masing. Setelah selesai berfoto tiba-tiba pak
tohir meneluarkan suara merdu dan melantunkan shalawat al-madaad, aku begitu
terpesona dengan suara dosen yang satu ini karena aku tidak menyangka bahwa
dosen bki seperti beliau punya suara yang khas seperti lagu kairo tak hanya
itu suara pak tohir itu di puji juga
oleh prof ali. Subhanallah.
Dan
akhirnya kita bersholawat bareng lagi akan tetapi hanya diikuti oleh pak agus
dan pak tohir dan teman-teman kelasku. Semakin siang sholawatnya makin seru dan
makin menyejukkan hati, sholawat tersebut di iringi dengan gerakan khas yang di
bawa oleh pak agus dengan gerakan ke atas dan kebawah seperti rukuk akan tetapi
tidak terlalu bungkuk dan gerakannya cepat menikuti suara dan iringan
rebannanya.
Hamper tiga puluh menit kami bershalawat
ria bersama teman-teman dan setelah itu kami
diberi makan oleh beliau. Untuk urusan makan, walaupun lelah dan gerah habis sholawatan kita
masih tetap semangat dengan adanya makanan ini. Makanan yang disediakan adalah
nasi pecel khas jawa timur. Tapi dan sebelum makan kita bersholawat lagi. Sholawatannya khas doa makan. Setelah itu balik ke pesma untuk beristirahat.
End……..
Lanjut lagi entah ahri apa itu tapi yang
pastinya hari itu diberkahi oleh Allah. Next check I dot . Kemarin minggu
adalah hari yang begitu melelahkan bagiku karena pada pagi harinya kau
terlambat bangun subuh, setiap hari aku tekat bangun subuh. Dan teman kamarku
juga tidak membangunkanku , aku begitu malas ketika bangun pas matahari terbit
karena tidak baik kata orang tua.
Pagi
ini aku masuk intensif bahasa inggris, seperti biasa mahasiswa UIN semester
satu dan dua harus menikuti intensif bahasa ini. Aku dating ke kelas dengan
mengunakan pakaian kemejaku dengan celana hitam dan sepatu hitam dan menenteng
tas di pundak. Aku kemudian masuk ke
kelas dan guru utamanya gak hadir karena berhalangan. jadi kami diarahkan untuk pindah kekelas sebelah dan di kelas sebelah
yang mengajar adalah guru yan pertama kali mengajar kami akan tetapi beliau
pindah dan dengan alas an yang tak jelas. Dengan mengunakan kemeja ungu bapak
pengajar pai hari itu memulai pembahasannya dengan materi past tense yaitu
kejadian yang terjadi dimasa lampau itu istilahnya. Dalam pertemuan kali itu
kita diberi tantangan untuk mengartikan sebuah kalimat dan di trasnlate
ke dalam bahsa inggris menggunakan past tense,
berbekal pulpen yang kubawa di dalam tasku aku kemudian menulis dan
mentranslatenya.dan salah satu yang
membuat unik dalam pertemuan kali itu
adalah setiap jawaban yang telah kita jawab kita akan di beriangka oleh kita sendiri ,
misalnya aku memamsang 5, jika jawabanku benar maka 5 ini akan menjadi milikku,
akan tetapi jikak salah makan poin aku menjadi -5.
Karena
di beri tantangan seperti itu aku menjadi tertantang, tapi apalah daya setiap soal aku
memasang 3 dan semuanya salah jadi poin aku -12.
Itu
adalah pengalaman yang unik meunurutku.
Satu jam lebih kami menghabiskan waktu di
sana dengan belajar bahasa inggris dan Setelah
intensif bahasa
selesai aku kemudian melanjutkan perjalananku menuju kelas pak prof ali aziz
yang berada di lantai 2 gedung 1, aku masuk dengan penuh keceriaan. aku kemudian
duduk di barisan paling depan, kuletakkan tasku di belakang dank u ambil
pena dan kertas dari dalam tas tersebut. tak lama berselang prof ali datang dari balik
pintu dengan kemeja
putih selana hitam dan sepatu pentovel. Dengan raut muka yang ceria dan senyum
yang selalu mengembang di wajahnya, beliau membawa seorang ustad yakni ainul yaqien
seorang mahasiswa
luluasn al-azhar kairo mesir. . Alasan pak prof membawa pak ainul yaqin
karena pak prof ada urusan sedikit yaitu
menjadi penuji dalam ujian skripsi
dan kelas kami harus terisi dan
di bawalah pak ainul yaqin sebaai dosen pengganti.
Pada
saat pelajaran berlansung, aku tidak ingat tentang tugas tafsir pribadiku padahal malam harinya aku
sudah sangat siap untuk kuliah. Akupun segera keluar dan meminta izin kepada pak ainul untuk
memprint makalahku di flash disk, aku berjalan dengan terburu-buru menuju gang dosen
dan mencari tempat printer, di tempat printer langganan tutup akhirnya aku
menemukan printer yang lain akan tetapi harganya cukup mahal karena 1 lembar
dihargai 400 rupiah, aku berfikir tak apalah yang penting tugas ini aku print.
Setelah jadi hasilnya aku langsung cabut dari tempat itu dan tak lupa untuk
membayar jasanya.
Sesampainya
dikelas ternyata yang dibahas bukanlah ayat yg berkaitan dengan tugas yang aku
print itu, tapi tak apalah yg pentin sudah terprint.
Ayat
demi ayat dibahas, mulai dari munasabahnya, sampai kesimpulannya dan dibacakan
secara bergiliran. Ada kelompok tafsir al-munir, tafsir al-azhar dan tafsir
ibnu katsir. Suasana saat itu seperti biasa berjalan
lancer dan cukup lama. Kurang lebih dua jam kami berada dalam
kelas itu pak prof akhirnya tiba. Pak
prof kemudian dating dari balik pintu
dan menanyakan apa saja yang dibahas dalam pertemuan kali ini, dan salah satu dari kami
terus ada yang menjawab ISIS, waddduh di situ aku merasa tidak enak.
Pada kesempatan kali itu kita hanya membahas secuil tentang isis
dan akhirnya pak prof bertanya kepada semua “apa hubungan isis dengan pelajaran
tafsir yang kita bahas hari ini” dari pertanyaan tersebut kita dapat
menyimpulkan bahwa pak prof marah walaupun tidak di ekspresikan secara
langsung.
Setelah
itu pak prof pamit pulang karena pelajaran telah selesai.. sunguh hari yang
melelahkan.
Setelah
pulang kuliah aku singgah di masjid untuk menunaikan pangilan Allah yaitu
sholat duhur, setelah sholat duhur aku
istirahat sejenak sembari beristigfar kepada Allah atas semua dosa-dosa yang
telah ku perbuat selama ini, setelah merasa cukup aku menuju ke ke perpus untuk
mencari buku yang berjudul dinamika kelompok, sebelum aku menuju perpus aku
sudah punya daftar buku yang harus aku cari di perpus dan daftar buku itu ada 8
kalau gak salah. Lama setelah itu aku sudah berkelilin-keliling perpus untuk
mencari buku, kesana kemari, ke atas ke bawah akan tetapi hasilnya nihil karena
hanya mendapat 1 buku. Sungguh hari yang sangat melelahkan. Setelah itu aku
balik ke pesma akan tetapi aku mampir dulu di masjid, untuk sholat ashar. Setelah sholat ashar aku balik ke pesma dan
beristirahat. Aku pun istirahat sejenak dan magrib pun tiba dan aku sangat
kelaparan akhirnya aku memilih untuk shalat dulu dan mencari makan, setelah
shalat aku kembali ke pesma lagi dan mengecek apakah ada sepeda atau tidak ada
dan ternyata tidak ada. Aku kebingungan dan tenrnyata tidak ada sepeda. Dan aku
putuskan untuk berjalan kaki keluar untuk mencari makan dan dijalanan aku
merasa capek dan letih karena sangat lapar akan tetapi aku menjumpai warung
yang menjual nasi tempe penyet, letaknya
pas di samping masjid wonocolo. Warung itu aku ketahui setelah teman aku nitip
di beliin makanan dan di warung itu terdapat berbagai macam lauk diantaranya
tahu tempe, ayam, ikan dan bebek.
Setelah memesan nasi aku akhirnya bergegas pulang untuk menyantap makanan
ku. Sesampainya di pesma aku kemudian
melahap makananku yang sudah kubeli
dengan susah paya.
Keesokan
harinya hari selasa, seperti biasa aku masuk intensif bahasa inggris yang di
ajar oleh pak yudi. Pak yudi sebenarnya bukan seorang sarjana inggris akan tetapi dia mengajar bahasa
inggris dan lebih tepatnya toafl, dan juga metode mengajar pak yudi ini sangat
tidak efektif karena lebih banyak membaca buku ketimbang memberikan kami
contoh-contoh soal. Dan iti sangat membosanka. Aku sering berfikir untuk
mengajak teman dan menyuruh mengganti guru kami ini, akan tetapi ya sudahlah.
Setelah
intensif selesai aku kemudian keluar ruangan bersama bisri dan mengajarinya
beberapa kosa kata makassar dan dia mengajari aku beberapa kosa kata bahasa
jawa. Setelah itu dia memanggil teman
ceweknya
Hilang tanpa jejak……..
Pagi jam 09.35 ada jam mata pelajaran ushul
fiqih dengan dosen Abdurrahman navis.
Aku dan teman-teman masuk kelas dengan semangat akan tetapi pak dosennya tidak
hadir dikarenakan beliau ada urusan. Dan kalau tidak salah beliau berangkat
umrah. Akhirnya kami hanya rebut di dalam kelas dan gak karu-karuan dan setelah
itu aku putuskan untuk pulang. Aku
keluar ruangan dengan menenteng tas kecil yang diberikan oleh pak agus. Tas
tersebut adalah hadiah untuk kami ketika kami berada di pare kampung inggris
pare Kediri.
Aku keluar ruangan dengan tas itu dan
segera menuju ke pesantren ma’had al-jamiah. Ku ambil piring yang berada di
dapur pesma dan tak lupa nasi yang telah aku masak sebelumnya di kamar serta lauk
yang aku beli di bu puji. Dengan lahapnya aku memakan santap pagi itu. Siang jam 10 aku beristirahat di dalam
kamar. Dan Masuk
lagi jam setengah satu. Sebelum masuk kedalam kelas aku sempatkan diriku ke gang dosen yang
berada tepat di belakang fakultas dakwah. Aku susuri kerumunan orang-orang yang
berlalu lalang di sepanjang jalanan dan asinggah sebentar pinggir jalan untuk membeli pentol makanan
khas jawa timur.
Aku membeli pentol itu dengan harga tia
ribu rupiah dengan dibungkus menggunakan kantong plastik. Aku bawalah jajanan
itu kedalam kelas, sesampainya di kelas ternyata dosennya masih belum datang
dikarenakan suatu sebab. Di dalam kelas yang berada di gedung dua itu sudah ada
murni dan febi yang juga duduk berdampingan sambil memakan pentol dan rujak
buah. Kulangkahkan kaku menuju kursi paling belakang kelas itu untuk melahap
pentol yang telah aku beli tersebut.
Tak lama berselang teman-temanku pada
berdatangan dengan raut muka yang bermacam-macam, ada yang datang dari balik
pintu dengan muka yang gembira, biasa aja, cuek dan murung. Yah itulah yang aku
lihat saat itu.
Sembari memerhatikan teman-teman yang
datang, tiba-tiba dari balik pintu itu muncullah bapak dosen ynag mengajar kami
pada saat itu. Dan dengan langkah kaki yan gagah, bibir yang melengkung dua
senti keatas dan raut muka yang berseri-seri beliau mengucapkan salam kepada
kami dan segera duduk di meja dosen yang telah disediakan sebelumnya.
Pertemuan kali itu dimulai dengan membaca
do’a yang biasa kami lantunkan di pare kampung inggris. Setelah membaca doa
presentator kemudian maju dan membawakan materi pertama dalam pertemuan kali
itu. Jajang supriatna dari ciamis dan syarif hidayatullah dari Maluku yang kali
inimenjadi presentator pertama danmembawakan sebuah materi dengan judul
dinamika kelompok.
Dalam pembahasan kali itu presentator dari
ciamis itu menampilkan slide power point yang sangat lucu, mulai dari
menampilkan foto mereka berdua, foto ktp, foto rapael yang lagi kebingungan dan
di beri kata-kata dan lain sebagainya. Kurang lebiih dua puluh menit
presentator dari ciamis dan muluku itu memaparkan materinya lewat power point.
Setelah memaparkan materi beralih ke sesi selanjutnya yaitu sesi Tanya jawab.
Para audiens di suruh untuk mengajukan pertanyaan kepada para presentator dan
sebagian dari kami mengankat tangan dan aku tak mau ketinggalan dengan
megangkat tangan pula. Tapi akungya setelah mengangkat tangan tinggi-tinggi
ternyata aku tidak dipilih kan gak seru.
Dikarenakan
pada waktu itu hari selasa dan sore harinya masuk lagi untuk intensif agama
jadi ku putuskan untuk balik ke pesma dan beristirahat sejenak. Sore pukul 16.00 WIB para mahasiswa semester
dua berangkat menuju kampus untuk melaksanakan kewajiban yaitu hadir dalam kelas
intensif agama. Tak mau ketinggalan akupun
turut ikut kepada mereka dengan datang ke fakultas. Dengan mengenakan pakaian
kemeja serta celana hitam dan sepatu hitam aku masuk ke kelas yang berada di
lantai dua. Kelas aku tersebut sangat strateis karena berada di tengah-tengah. Samping kiri kelas tersebut adalah toilet dan
lima meter ke utara adalah tangga naik dan turun serta depan kelas tersebut
adalah ruang kosong. Ruangan stragteis
tersebut sering aku gunakan untuk belajar intensif agama, ushul fiqih dan
hadits bki.
Setelah
itu pulan. Diam sejenak, dan masuk intensif agama dan lagi-lai gurunya gak
hadir, terpaksa masuk kelas sebelah dan bertemu teman-teman lama. Ada fauzan, deni, margono dan yang lainnya. Aku
duduk di kursi bagian depan, yah seperti kebiasaan ku. Setiap duduk kadang di
depan dan terkadang juga di belakang.
Malam
harinya karena aku bosan, aku memutuskan untuk menonton fil the avengers yang
ada di laptop aku dan berikut akan aku ceritakan kisah the avengers yang aku
tonton tersebut.
Let’s
check....
Kisah "The Avengers" ini berawal dari tragedi di sebuah
Laboratorium Penelitian milik Agensi mata-mata S.H.I.E.L.D (Supreme
Headquarters, International Espionage, Law-Enforcement Division) yang
dipimpin oleh Nick Fury ( Samuel L. Jackson ) yang sedang melakukan
eksperimen untuk membuat nuklir dari sebuah energi Cube yang disebut Tesseract,
karena benda ini memiliki kekuatan super yang mampu membangkitkan atau
mengganti energi listrik di dunia.
Sebuah kejadian tak terduga pun muncul. Kekuatan
energi Tesseract ternyata membuka portal antara Bumi dan dunia Asgard.
Tak disangka, ketika portal tersebut terbuka muncullah Loki (Adik tiri THOR yang berambisi jahat dan selalu iri
kepada THOR). Loki (Tom Hiddleston) yang datang ke bumi mempunyai
misi menguasai kehidupan di Bumi dengan berbekal sebuah tongkat sihir pemberian
pimpinan mahluk planet lain yang memiliki pasukan bernama Pasukan Chitauri.
Dalam Sekejap suasana Laboratorium S.H.I.E.L.D menjadi kacau balau dengan
kedatangan Loki, dua orang anggota S.H.I.E.L.D, Dr Erik Selvig (Stellan
Skarsgård) dan Agent Clint Barton / Hawkeye (Jeremy Renner) disihir oleh Loki
dengan tongkat sihir hingga menuruti kemauannya. Kotak Tesseract direbut
Loki, Nick Fury pun tak sanggup mengahadangnya, segera dia mengontak Agent
Maria Hill (Cobie Smulders) untuk menghentikan langkah Loki yang membawa Tesseract
beserta anak buah barunya.
Maka terjadilah aksi kejar-kejaran dan baku tembak antara Agent Maria Hill
dengan mantan rekannya Agent Clint Barton yang kini berpihak ke Loki karena
pengaruh Sihir. Laboratorium S.H.I.E.L.D pun akhirnya hancur luluh lantak oleh
getaran kekuatan Tesseract, untungnya Nick Fury dan Agent Maria Hill dan
beberapa anggota lain berhasil menyelamatkan diri menggunakan helikopter.
Karena sadar akan menghadapi musuh
yang kuat dan mengancam kehidupan di bumi maka Nick Fury sebagai pimpinan
S.H.I.E.L.D mengumpulkan beberapa Orang-orang yang memiliki kekuatan lebih dan
keahlian khusus atau Superhero dalam Proyek yang dinamakan Proyek Avengers.
Team ini beranggotakan : Tony Stark / Iron Man (Robert Downey Jr.), Captain America / Steve Rogers
(Chris Evans), Hawkeye /
Clint Barton (Jeremy Renner), Black Widow / Natasha Romanoff, The Hulk / Dr.
Bruce Banner (Mark Ruffalo).
Dalam Organisasi S.H.I.E.L.D , Nick Fury dibantu 4
orang kepercayaannya, Agent Phil Coulson (Clark Gregg), Agent Maria Hill
(Colbie Smulders) ,Black Widow (Seorang agent Wanita yang Tangguh)
dengan nama asli Natasha Romanoff dan seorang Jagoan bersenjata Busur Panah
berjuluk Hawkeye atau Agent Clint Barton (yang kini telah membelot ke pihak
musuh karena pengaruh gaib). melalui program "The Avengers
Initiative" mereka telah berhasil merekrut Tony Stark, sang Milyader
dengan kemampuan dan piranti Canggih Iron Mannya, serta Captain America yang telah mereka karantina sejak
tertidur 70 tahun silam. Namun dirasa belum cukup, Nick Fury mengutus Black
Widow untuk membujuk Dr. Bruce Banner, seorang Ilmuwan yang memiliki
kepribadian dan raga ganda karena efek percobaan Sinar Gamma, yang kini
mengasingkan diri dan mengabdikan diri untuk bantuan medis kemanusiaan di
daerah Calculta, India. Awalnya Bruce Banner yang tidak ingin lagi
terusik dan kekuatan Mahluk hijau dalam dirinya muncul kembali, agak enggan
untuk bergabung, tapi berkat kecerdikan Black Widow sang Hulk akhirnya bersedia
bergabung dengan Team bentukan S.H.I.E.L.D.
Sedangkan THOR Sang Dewa Petir, hadir
bergabung dengan Team Superhero ini secara tidak sengaja, Ketika Captain
America, Iron Man dan Black Widow berhasil menangkap Loki yang sedang unjuk
kekuatan dihadapan warga New York,Setelah itu Loki dibawa dengan sebuah
pesawat untuk ditawan di Markas S.H.I.E.L.D, THOR muncul, karena ia menginginkan Loki
untuk dibawa kembali ke dunia Asgard agar tidak membuat kekacauan di
Bumi.
Sempat terjadi salah paham dan pertarungan antara Captain America, Iron Man vs THOR di sebuah Hutan karena
memperebutkan Loki, namun setelah THOR terpental saat memukul tameng Captain America hingga kondisi disekitarnya luluh
lantak, akhirnya Sang Dewa Petir menyadari bahwa yang dihadapinya
adalah Orang-orang berkekuatan khusus yang memiliki tujuan sama dengan dirinya,
yaitu melindungi kehidupan di Bumi, maka bergabunglah THOR dalam Team para Superhero pembela
kebenaran dan penyelamat Bumi "The Avengers".
Para Superhero ini akhirnya berkumpul menjadi satu di
Markas S.H.I.E.L.D yang sangat canggih, berupa kapal induk dengan 4
baling-baling di kedua sisinya, Kecanggihan Teknologi membuat Kapal Induk yang
dijuluki "Heli carrier" ini bisa terbang bahkan mampu
menghilang.
Ternyata tidak sedikit kendala untuk menyatukan para
Superhero ini terlebih masing-masing memiliki ego yang besar. Misalnya saja Captain America dengan latar belakang sebagai
seorang prajurit perang yang terbiasa dengan koordinasi dan perencanaan, sering
terjadi perselisihan dengan Tony Stark yang terbiasa bekerja sendiri dan
beraksi secara spontan. Belum lagi dengan adanya masalah-masalah masa lalu dari
tiap karakter dan juga misi tersembunyi S.H.I.E.L.D di balik penggabungan para
pasukan super melalui proyek "The Avengers Initiative". Di saat
mereka menghadapi masalah dengan kekompakan, waktu tidak lagi tersisa banyak
ketika Loki mulai membuka gerbang untuk memasukkan banyak Pasukan Chitauri
dari dunia lain untuk menghancurkan Bumi. Keadaan menjadi lebih rumit karena
ternyata Loki dengan sengaja bersiasat agar dirinya ditangkap, dengan siasat
nya pula ia memancing emosi Bruce Banner agar berubah menjadi Hulk. Tujuannya
berhasil, Hulk mengamuk di markas S.H.I.E.L.D dan hampir saja Black Widow
menjadi korban. Dalam setiap pertempuran selalu memerlukan pengorbanan, ketika
Loki berhasil keluar dari Ruang Tawanan dan Thor terhempas keluar dari HeliCarrier,
Agent Phil Coulson yang notabene bukan seorang Superhero berkekuatan lebih,
mencoba menghadapi Loki seorang diri, tak ayal nyawanya melayang karena tusukan
Tongkat Loki yang menembus jantungnya. Black Widow berhasil menyadarkan Agent
Clint Barton dari hipnotis Loki. Hawkeye, walaupun tidak punya kekuatan super,
namun sangat mahir memanah, bahu membahu dengan para Superhero "The Avengers" yang mengeluarkan kemampuan
terbaiknya bersama berjuang mengusir Pasukan Chitauri yang telah
memporakporandakan kota New York.
Tetapi
perjuangan Team "The Avengers" tidak hanya menghabisi Pasukan
Chitauri". Karena jika portal Planet Asgard ke Planet Bumi
tetap terbuka maka pasuan musuh akan tetap bisa berdatangan. Satu-satunya cara
mengatasi masalah adalah menutup Portal yang bersumber dari kekuatan Kristal Tesseract
dimana alat pemancar kekuatan itu berada di pucuk gedung "Stark" dan
dioperasikan oleh Prof. Erik Selvig dibawah pengaruh sihir Loki
Di sisi lain, Nick Fury sedang berselisih paham dengan
Para anggota Dewan S.H.I.E.L.D yang memerintahkan peluncuran senjata Nuklir ke
kota New York. Berbekal keyakinan bahwa team "The Avengers" bentukannya mampu mengatasi semua
kekacauan, maka Nick Fury menembak sendiri Jet tempur milik S.H.I.E.L.D pembawa
enjata Nuklir yang siap lepas landas menuju pusat kota. Tapi akung, satu Jet
Tempur lainnya berhasil mengudara beserta Bom Nuklirnya. Situasi ini
disampaikan kepada Iron Man, Dengan kekuatan super baju tempurnya, Ironman
berhasil membelokkan arah bom nuklir itu ke pintu gaib Planet Asgard
bersamaan dengan upaya Black Widow dan Prof. Erik Selvig yang telah mulai sadar
dari Hipnotis, menancapkan Tongkat Sihir Loki ke dalam titik tengah alat
pemancar energi Tesseract. Ledakan dahsyat pun terjadi di luar Atmosfer
Bumi tepat diujung pintu Portal penghubung hingga pintu tertutup yang berdampak
pula pada melemahnya kekuatan sisa-sisa Pasukan Chitauri yang masih ada
di Bumi.
Sedangkan Iron Man yang baru saja
kehabisan tenaga karena mendorong Bom Nuklir, jatuh terkulai lemas terhempas ke
Bumi, untungnya "The Hulk" dengan sigap menangkap tubuh Iron Man dan
dengan raungan nya pula ia membangunkan Tony Stark yang tak sadarkan diri dalam
baju besinya.
Kisah pun
berakhir, Loki bertekuk lutut setelah dibanting berkali-kali oleh Hulk. Agar
Kristal Tesseract tidak disalahgunakan lagi, THOR membawa kembali Kristal Tesseract
ke Planet Asgard bersama Loki yang sudah menjadi tawanan.
Setelah itu menghilang tanpa
jejak......
Setelah beberapa vakum dari tulisan ini akhirnya aku berjuang
melawan rasa malasku menulis dan kembali melanjutkan tulisanku. Entah sudah
beberapa moment yang telah terlewatkan semenjak vakum dari penulisan ini tapi
intinya aku lupa dengan kejadian-kejadian yang telah berlalu. Justru aku
bingung dengan diriku sendiri yang begitu gampang untuk melupakan sesuatu dan
padahal itu penting. Akan tetapi aku ingin mengingat-ingat lagi kejadian
tersebut.
Aku mulai dengan sepatuku yang hilang. Pada hari sabtu yang lalu
aku berangkat ke suatu tempat dengan menggunakan baju kemeja favorit aku. Maaf
aku tidak bisa menuliskan kemana aku pergi karena akupun lupa kemana aku pergi
pada hari itu. Setelah pulang dari tempat itu aku kembali ke tempat tinggal
yang berwarna cokelat, berbentuk kotak, berlantai 5, yang berada tepat didepan
fakultas FEBI. Sebelum kulangkahkan kaki ini menuju ke kamar, terlebih dahulu
aku melepaskan sepatu kesukaan ku itu. Kumulai dari melepaskan sebelah kiri
kemudian sebelah kanan. Sepatu itu aku beli di DTC atau yang biasa di sebut
darmo trade center, dtc itu adalah tempat favorit aku ketika hendak membeli
sesuatu. Dan sudah banyak uang yang aku setorkan ke pasar itu, mulai dari
sepatu, baju, celana, peralatan kuliah dan lain sebagainya. Kembali ke pesma
setelah ku lepaskan kedua sepatuku aku lupa untuk menaruhnya kembali kedalam
lemari penyimpanan sepatu. Kemudian aku berjalan menuju tangga yang berliku-liku. Tanga itu setiap
hari aku lewati dan tidak hanya sekali, mungkin paling sedikit aku melewatinya
10 kali. Mana kamarku terletak di lantai 5 lagi, kebayang gak kalau tiap hari
harus bolak-balik naik tangga sebanya 10 kali.
Keesokan harinya aku lihat kok sepatu aku tinggal sebelah yah,
kemana yang satunya aku pun menjadi bingun kepayang, karena sepatu itu sudah
menemaniku kuran lebih 5 bulan di surabaya, muali dari ke kampus, ke mol, ke tempat
wisata dan berbaai tempat lainnya. Aku tak percaya bahwa sepatu aku bisa
menghilang. Sejak saat itu aku mulai mencurigai ada yang membuang sepatu aku,
mengapa demikian?. Karena aku pernah mendengar pengumuman yang tak jelas dari
musrif bahwa barang siapa yang meletakkan sepatunya di teras maka akan di
buang. Wadduhhh dalam hatiku mengatakan. Jangan-jangan musrif itu yang membuang
sepatuku, akan tetapi setiap aku berjalan melewati tkp aku selalu melihat-lihat
di sekitar tkp. Mungkin saja sepatu yang sebelahnya ada.
Karena aku tak kunjung menemukan sepatu itu terpaksa aku kembali
menggunakan sepatu lama aku yang berwarna hitam, simpel, dan yang pastinya
murah. Yap tepat sekali sepatu itu aku beli di sulawesi, waktu itu aku kepasar
sendiria menggunakan motor milik bapakku yang berwarna hitam juga. Aku sudah
membidik toko sepatu itu jauh-jauh hari karena di dalam toko banyak sekali
sepatu yang dijajakan. Aku pun mampir dan membeli sepasang sepatu disana. Dan
harganya hanya 20 ribu.
Sepatu
hitam tersebut selalu aku gunakan ketika berangkat kuliah karena tak ada
pilihan lain lagi. Ini lah kisah
sepatuku yang hilang.
Mau cerita apalagi yah, aku bingungnih mau cerita apa, sekarang
sudah tangal 7 april tepatnya jam 03.33 sore dan habis menetik ini aku mau masuk
intensif agama di kampus. Oh ia aku punya pengalaman kemarin yang pahit.
Pada pagi harinya aku masuk intenif bahasa inggris dan yang
mengajar adalah bapak yudi seorang karyawan fakultas dakwah, dia adalah
pengajar di kelas kami yaitu kelas A. Entah kenapa aku bisa masuk kelas A.
Padahal jika dibandingkan dengan teman aku, aku kurang paham dengan bahasa
inggris terlebih-lebih bahasa arab.
Setelah pelajaran intensif selesai aku dan kawan-kawan pergi ke kelas yang berada di lantai dua. Di kelas
itu aku duduk di barisan paling depan, disamping kanan aku ada mizan yang
memakai kemeja berwarna hijau dan di samping kiri aku ada faisal yang duduk
memakai baju biru langit dan di barengi dengan jas berwarna biru tua
miliknya.
Selang beberapa menit kemudian pak prof datang dari luar pintu
menuju kedalam kelas. Dengan gagahnya beliau masuk bak seorang pangeran dengan
bibir yang selalu tersenyum dan raut muka yang selalu penuh dengan kegembiraan,
sesuai dengan karya paling terbaiknya yaitu terapi shalat bahagia. Tak hanya
itu beliau juga datang ke kelas kami dengan memakai kemeja putih dan celana
berwarna hitam. Beliau datang dan duduk di samping pak yaqien.
Beliau duduk dan setelah itu menyuruh kami berdo’a. Doa ini kami
dapatkan di pare kampung inggris, tepatnya di genta english course. Genta
adalah suatu lembaga kursus yang berada di pare. menurut ku temoat kursus itu
sangat menarik, karena genta satu-satu lembaga kursus yang menggunakan sistem
pondok pesantren. Contohnya saja ketika kita ingin memulai pelajaran, pertama-tama
kita harus membaca doa robbisyrohli dan kawan-kawan dan setelah membaca doa
tersebut kita harus mengaji minimal 10 menit per pelajaran. Dan dalam satu hari
ada 5 pelajaran yang di ajarkan disana seperti: vocabulary, grammar, speaking,
club grammar, dan club speaking. Contoh
doanya
رَبِّ شْرَحْلِيْ صَدْرِيْ
وَيَسِّرْلِيْ أَمْرِىْ وَحْلُلْ أُقْدَةً مِنْ لِسَا نِى يَفْقَهُوْ قَوْلِي
Ya Allah give me relieve make easy with my
matter, get my tongue to be fluent and release my word.
Dan
masih ada dua doa lagi akan tetapi aku lupa-lupa liriknya.
Dan setelah aku menulis doa yang di atas itu aku kemudian belajar
menulis menggunakan font arab dan aku mencoba untuk menulis surah al-fatihah
dan inilah hasil aku yang di bawah. Yang bertanda merah itu adalah kesalahan yang tidak sesuai dengan al-qur’an.
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ
الرَّحِيْمِ
أَلْحَمْدُ الِلَّهِ
رَبِّ العَا لَمِيْنَ.... اَلرَّحْمن الرحيم .... ما لك يوم الدين ..... إيا ك
نعبد واوإيا ك ن ستعين........ إهدن الصراط المستقيم..... صرا الذين أنعمت عليهم
غيرالمغدوب عليهم ولفضا الين........
Kembali ke topik yang tadi.
Setelah membaca doa tersebut
beliau memanggil perwakilan kelompok untuk di nilai tugasnya. Akungnnya
pak prof memeriksa tugas kami dari belakan padahal sejak 2 hari yang lalu kami
merevisi dengan detail tugas kami, akan tetapi yang kami revisi hanya di
awalnya saja. Oleh karena itu kami harus giat untuk merevisi kembali tugas
kami.
Ketika pak prof masih merevisi tugas yang kami serahkan, tiba-tiba
temanku yang bernama rifki dari kediri datang telat. Kemudian pak prof bertanya
“kenapa datang telat mas” tutur beliau dan rifki pun menjawab “aku ketiduran
prof” pak prof kembali bertanya “kesepakatan kita yang lalu, apabila sudah
lewat sepuluh menit maka sudah tidak bisa masuk ruangan lagi” kemudian pak prof
kembali melanjutkan pembicaraannya “silahkan tutup pintu dari luar”. Ketika pak prof mengatakan hal itu semua
teman-temanku langsung terdiam dan bungkam, seolah-olah pak prof sedang marah.
Akakn tetapi pak prof tidaklah marah melainkan tegas. Setelah rifki keluar, aku
kemudian merasa iba kepada teman aku yang satu ini, karena orangnya periang,
baik, ramah dan murah senyum dan hampir tidak pernah marah. Dan dia punya satu
hal negatif yaitu sering tidur. Yah itu
lah temanku, teman ayang aku anggap sebagai sahabat, teman yang paling care menurutku
adalah rifki.
Setelah kejjadian itu pak prof kembali memeriksa tugas kami. Dan
tak lama berselang pak ainul yaqin sudah siap dengan soal ujian yang
disiapkannya.
Ujianpun dimulai, pertama beliau menyuruh untuk menyambung ayat dan
aku tulis di atas kertas putihku. Waktupun terus berjalan dan dengan tenang
menjawab pertanyaan demi pertanyaan. 20
menit kemudian soal selesai dibaca dan waktunya menukarkan kertas jawaban dengn
teman yang berada di samping tempat duduk. Pada awalnya sudah yakin dengan jawaban
yang dijawab dengan menulis al-quran akan tetapi dari sepuluh soal berbentuk
tulisan quran tak ada satupun yang benar. Aku merasa sedih karena aku tidak
bisa perfect seperti temanku yang sudah terbiasa di imlah dengan bahasa
Al-Quran sementara aku baru memulai pada bangku kuliah ini. Akan tetapi aku
tidak menyerah dan selalu optimis akan kedepannya. Dan hasil ujianku hari itu
adalah 46, sebuah skor yang sangat kecil dan itu adalah hasil kerjaku sendiri
tanpa meniru. Dan pada minggu sebelumnya aku mendapat nilai 80 dan itu adalah
nilai sendiri aku.
Setelah ujian tafsir bki yang di bawakan oleh pak prof yang di
bantu oleh asistennya yaitu pak ainul yaqin selesai aku dan kawan-kawan kembali
ke pesma untuk istirahat sejenak sekaligus untuk mengisi perut yang
kosong. Sesampainya di pesma aku makan
dahulu kemudian muroja’ah hadits yang telah ku hafalkan malam sebelumnya.
Murojaah selesai aku kemudian shalat dan bersiap untuk terjun kefakultas untuk
ujian.
Aku menunggu selama 30 menit
tapi teman-temanku belum ada yang datang, sembari menunggu teman-teman
datang aku menghafal kembali hadits yang akan di ujiankan. Total hadits yan
diujiankan ada 9 dan sistem ujiannya yaitu dengan lisan.
Taklama berselang dari balik
pintu laboratorium terlihat seorang perempuan dengan mengenakan baju berwarna
hijau datang dari balik pintu dan mengatakan “siapa yang sudah siap, silahkan
masuk” tutur beliau. Sofi, zahra dan murni masuk duluan. Aku sempat deg-degan
ketika bu ragwan datang dari balik pintu karena aku belum siap. Kurang lebih 20
menit aku dan kawan-kawan menuggu di luar laboratprium. Betapa lamanya
teman-temanku yang berada di dalam, sejenak aku berfikir “apakah hadits yang
diujiankan itu di hafal semua atau hanya satu, kok lama sekali”. Ternyata
teman-teman aku diuji satu persatu. Dan ketika firqoh yang pertama
keluar dari balik pintu lab konseling, aku dan partner kelas ku yaitu jajang
supriatna dan rahmat faisal nst mempersiapkan diri untuk mengahadapi ujian yang
akan diberikan oleh ex mahasiswi prof ali, beliau adalah bu ragwan.
Kulangkahkan kaki aku dan kaki teman-teman menuju ruangan yang hening itu. Jajang duduk
disamping kiri aku dan faisal duduk di samping kanan aku dan aku berada di
tengah-tengah bak seorang raja yang ingin berjumpa dengan orang penting. Bu
ragwan membuka pembicaraan dengan menyuruh aku dan teman-teman mnandatangani
absen.
Pertanyaan pertama ditujukan kepada jajang, coba sebutkan hadits
tentang etika berdakwah. Di sebutkanlah dengan fasih beserta dengan artinya.
Setelah jajang diberi pertanyaan, aku kemudian bersiap menerima pertanyaan dari
dosenku ini. Pertanyaannya adalah, “sebutkan hadits tentang fitrah manusia?”,
wadduh itukan hadits yang nggak terlalu aku mengerti dan kupahami, tutur dalam
hatiku. Tapi aku mencoba menjawabnya sebagai berikut
قَالَ رَسُوْلَ
اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: مَا مِنْ مَوْلُوْدٍ يُوْلَدُ عَلَى
اْلفِطْرَةِ فَأَ بَوَاهُ يُهَوِّدَانِهِ اَوْ يُنَصِّرَانِهِ اَوْ يُمَجِّسَا
نِهِ كَمَ .............................................
Setelah ktaa كَمَ tersebut aku langsung
stop karena tak tahu sambungan setelah itu. Sebenarnya aku tidak mau
menceritakan hal ini di sini karena aku telah berbohong krpada diriku sendiri.
Sebagaimana sejak pertama kali aku berstatus mahasiswa di uin surabaya ini aku
telah menulis dan berjanji pada diriku sendiri bahwa aku tidak akan pernah
menyontek karena menyontek itu sama saja dengan membohoni diri sendiri.
Kata-kate itu aku tulis di bukuku. Tapi apalah daya aku terpaksa menengok
kebawah untuk melihat lanjutan hadits tersebut dan menengok satu persatu.
Walaupun aku telah melihat catatan di bawah bangku itu aku tetap saja
tersendat-sendat dalam menghafal hadits tersebut. Dan ibu rawan tahu kalau aku
mnyontek dengan mengatakan jangan melihat ke bawah. Sesaat setalah bu rawan mengatakan
hal itu kepada ku aku merasa sangat
bersalah dan aku down dan tak lagi sanggup berkata apa-apa. Tapi bu ragwan tetap melanjutkan pertanyaan
nya kepadaku. Coba jelaskan korelasi antara hadits tersebut dengan dakwah.
Perlahan
tapi pasti aku menjelaskan kepada beliau tentang hadits tersebut dan hubungannya dengan dakwah
sebagaimana berikut
“مَا مِنْ مَوْلُوْدٍ يُوْلَدُ عَلَى اْلفِطْرَةِ
“bahwa sanya
semua anak yang dilahirkan di muka bumi ini terlahir secara fitrah atau
suci dan tak ada satupun dosa yan dibawanya”
فَأَ بَوَاهُ يُهَوِّدَانِهِ اَوْ
يُنَصِّرَانِهِ اَوْ يُمَجِّسَا نِهِ
“maka
orang tuanyalah yang mendidiknya menjadi seseorang yang beragama yahudi,
nasrani dan majusi, jadi didikan dari kedua orang tuanyalah yang menjadikannya
beragama yahudi,d nasrani dan majusi.
Setelah waktu ujian habis ku lankahkan kaki ini keluar ruangan
untuk merasakan udara segar karena di dalam ruangan tersebut serasa berada di
rice cooker, paanass gara-gara gak bisa jawab.
Aku kemudian pulang dan
kembali ke pesma untuk mengistirahatkan pikiranku dan emosi karena aku
merasa hari tersebut adalah hari yang melahkan. Setelah hari melelahkan itu aku
tidak ingat lagi hari selanjutnya karena aku mulai melanjutkan tulisan ini lagi
setelah 1 minggu. Oh iaa, aku punya
sebuah cerita ini adalah tentang kisah hidupku di surabaya mau tahu??
Ini
jawabannya:
Pada
waktu itu, senin tanggal 14 april 2015, jam 07.00 aku berangkat dari pesma
mnuju fakultas untuk melaksanakan kewajiban sebagai mahasiswa semester 2 untuk
mengikuti mata kuliah prof ali. Seperti biasa
Tanggal
17 adalah hari dimana sesuatu yang menyibukkan sedang terjadi dan let’s check.
Senin 17 april 2015 bertepatan dengan hari dies maulidiah css mora
uin sunan ampel seurabaya. Pukul 05.00 aku bangun dari ranjang besi dengan
ukuran kotak berwarna hitam itu dan kemudian aku langkahkan kaki kecilku menuju
kamar mandi yang terletak tak jauh dari kamar aku. Aku masuk ke kamar mandi
berukuran satu kali satu itu dan segera memutar kran air yang letaknya tepat
berada di tengah-tengah dinding kamar mandi tersebut. Aku kemudian membaca doa
wudlu dan mengusap tanganku dengan air sampai kaki. Tiga menit kemudian aku
keluar kamar mandi dan kembali ke kamar untuk melaksanakan shalat subuh.
Seperti biasa aku shalat subuh jam lima atau jam enaman, maklumlah namanya juga
mahasiswa. Aku kemudian mengambil sarung kuning yang biasa aku gunakan serta
menggelar sajadah biru dengan corak volkadot berwarna kuning.
Sajadah itu aku bawa dari rumah. Sajadah dengan warna biru tersebut
dibawa oleh kakak aku yang berada di madinah yang bekerja sebagai tenaga kerja
wanita. kemudian shalat subuh dengan
penuh kekhususkan. Mulai dari takbir sampai salam aku lakukan dengan tertib.
Lega rasanya telah menunaikan kewajiban, taklama berselang aku bersiap-siap
berangkat ke auditorium untuk menghadiri acara ulang tahun css mora. Sebelum berangkat ke auditorium
terlebih dahulu aku sarapan pagi dengan nasi dan telur yang aku masak
sebelumnya tak lupa juga sambal pedas. ,
makan dulu. Makanan di piringpun akhirnya habis dan segera aku bersiap-siap
memakai pakaian. Baju batik yang berada di lemariku aku ambil serta celana
hitam yang tergantung di belakang pintu aku pakai. Kukenakan dengan rapi,
terlebuh dahulu aku kenakan kaos dalam berwarna putih dan kemudian kulapisi
dengan kemeja batik yang telah aku ambil. Lalu keu kenakan celan hitam itu dan
yang tak boleh ketingalan adalah jas css mora. Aku kemudian bercermin dan telah
rapi. Etss, tak lupa satu ritual yang tak pernah aku tinggalkan yaitu,
membahasi rambut dengan sedikit air kemudian mengambil krim rambut atau yang
biasa di sebut dengan gatsby dan setelah itu di tata dengan rapi. Pakaian sudah
rapi, rambutpun sudah menkilat saatnya berangkat.
Dengan berjalan pelan menuju pintu dan keluar dengan segera aku kemudian
melangkah ke tangga yang berada tak jauh dari kamarku. Anak tangga demi anak
tangga kulalui, dan tak terasa sudah berada di lantai dua. Rifai dan jadul aku
lihat sedang memilih-milih baju khas papua. Baju tersebut akan kami kenakan
pada acara dies maulidiah css mora yang jatuh pada hari itu. Sementara rifai
dan jadul sedang sibuk memilih-milih pakaian aku tak mau ketinggalan dengan
memilih pakaian juga. Ada beragam aksesoris pakaian yang harus dipilih
diantaranya, ikat kepala khas papua, baju singlet, rompi dengan rumbai kuning
di baian dadanya, celana, rok dari rumbai pohon kayu serta ikat kaki. Setelah
memilih pakaian tersebut aku disamperin
oleh jajang dan mengatakan “mat, kok pakai baju batik. Paduskan harusnya pakai
kemeja merah.” Ucap jajang. Akupun menjawab “ia tah, aku kira padus make baju
terserah, kalau gitu aku ke atas dulu untuk ganti baju”. Aku segera naik ke
lantai lima untukmengganti baju yang aku kenakan.
Kemeja merah, jas hitam ala css mora, celana hitam dan sepatu
hitam. Yahh pakaianku sudah seperti pejabat yang ingin bertamau, hehehe. Dengan
penampilan seperti itu aku berankat ke auditorium.
Auditoruim uinsa adalah salah satu gedung serba guna yang dimiliki
oleh universitasku ini, karena hampir semua acara-acara dilaksanakan di sana.
Auditorium ini memiliki tiga pintu yang berada di depan, samping kiri dan
samping kanan. Hampir seratus persen warna gedung ini berwarna coklat
kekunig-kuningan. Denan tinggi kurang lebih sepuluh meter, panjang tiga puluh
meter serta lebar dua puluh meter, gedung ini mampu menampung dua ribu orang.
Sebelum berangkat ke auditorium untuk acara ulang tahun CSS MoRA.
Aku dan kawan-kawan menuju tkp dengan menggunakan kemeja merah dan jas CSS
MoRA. Pada awalnya aku memakai batik dan jas akan tetapi stelah melihat
kawan-kawanku memakai baju merah aku bergegas ke kamar untukmenganti baju batik
tersebut dengan baju merah. 20 menit berselang, aku menuruni tangga pesma untuk
menambil pakaian sajojo. Pakaian sajojo ini
akan kami kenakan pada acara ulang tahun organisasi kami.
Untuk lebih mematangkan lagi tarian kami, teman aku berinisiatif
untuk menghiasi muka dengan arang, akan tetapi di pesma tidak ada arang dan
terpaksa aku meminta ke bu puji dan ternyata ibu itupun tidak memiliki
arang. Karena arang tak kunjung di
dapatkan akhirnya kami pasrah dan segera menuju auditorium.
Singkat cerita, kami akhirnya sampai di auditorium. Melihat
kakak-kakak yang sedang mengatur buku untuk dijajakan, akhirnya aku berniat
untuk membantu mengatur buku tersebut.
Aku letakkan di atas meja yan sudah dipersiapkan, ku tata satu persatu,
ku pilah dan sebagainya dan membentuk susunan yang rapi.
Aku melihat ke dalam gedun acara itu dan ternyata masih belum
ramai, hanya terlihat kakak-kakak yang sedang sibuk denan job mereka masing-masing.
Kurang lebih tiga puluh menit berlalu, matahari semakin terik dan aiduens mulai
berdatangan itu pertanda acara akan segera dimulai.
Sebelum masuk ke acara inti, terlebuh dahulu MC membuka acara
dengan segala pesan yang dibawakannya, mulai dari sambutan-sambutan, makna dari
D’SUN, proses D’SUN dan lain sebagainya. Kurang lebih 10 menit, MC kemudian beralih ke acara selanjutnya yaitu
pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh salah satu perwakilan UKM IQMA UIN SA yaitu,
aku lupa namanya tapi dia itu juara tahfidz terbaik se-Indonesia dan Asia
pasifik. Itu merupakan prestasi yang sangat membanggakan dan secara tidak
langsung saya menyaksikan tahfidz terbaik se-Indonesia dan Asia pasifik. Dengan
lantunan Kalamullah yang keluar dari lisannya cukup menghipnotis para penonton
yang datang.
Kebetulan pada acara tersebut aku juga merangkap sebagai peserta
paduan suara. Baju merah yang ku kenakan beserta jas css, seakan menyatu dengan
peserta yang lain dan membentuk suatu gabungan
yang menarik. Di pimpin oleh kakak ardha wardhani dari fakultas syariah,
kakak itu memandu kami dalam bernyanyi. Lagu pertama yang dinyanyikan adalah
Indonesia raya dengan lirik sebagai berikut, let’s check.....
Indonesia tanah airku
Tanah tumpah darahku
Sidanalah aku berdiri
Jadi pandu ibuku
Indonesia kebanggaanku
Bangsa dan Tanah Airku
Marilah kita berseru
Indonesia bersatu
Hiduplah tanahku
Hiduplah negriku
Bangsaku Rakyatku semuanya
Bangunlah jiwanya
Bangunlah badannya
Untuk Indonesia Raya
Indonesia Raya
Merdeka-merdeka
Tanahku negeriku yang kucunta
Indonesia Raya
Merdeka-merdeka
Hiduplah Indonesia Raya
WS.
Supratman
Setelah lagu Indonesia Raya dinyanyikan, dilanjutkan dengan Mars
Css dan Himne Css. (Mohon maaf lirik tidak bisa ditampilkan karena kesalahan
tekhnis)
Kurang lebih 10 menit menyanyikan semua lagu tersebut kami akhirnya
berhenti ditandai dengan kode yang diberikan oleh sang dirigen kami. Aku yang
merangkap sebagai paduan suara dan penari langsung berlari ke belakang panggung
untuk mengganti kostum paduan suara dengan kostum sajojo.
Saatnya beraksi di belakan pangung. Baru ngerasain nih, jadi penisi
sebuah acara yang lumayan besar untuk selevel kampus. Pertama-tama kami semua
melepaskan pakian akan tetapi tidak bulet, Cuma pakai kaos dalam dan celana
boxer. Kedua adalah mengambil oakaian sajojo dari dalam ts masing-masing dan
mengenakan sesuai dengan posisinya. Mulai dari ikat kepala, singlet, rompi
hitam dengan lambaian jerami di sisi tengahnya, celana hitam gombrang, rok yang
terbuat dari daunn kelapa sampai ikat kaki.
Ikat kepala, singlet, rompi
hitam dengan lambaian jerami di sisi tengahnya, celana hitam gombrang, rok yang
terbuat dari daunn kelapa sampai ikat kaki telah melekat dibadanku dan ada
sedikit hiasan cat hitam pada wajah.
Di belakang pangung kami sudah sangat siap untuk tampil, akan
tetapi ada intruksi dari kakak panitia bahwa kami tapi jam 09.30 pada jam pada saat itu menunjukkan jam 08.30 dan itu
masih ada waktu sekitar satu jam lebih. Hati kecil aku berbisik wadduhh, kok
lama sekali sihh.... inikan gak sesuai dengan jadwal kemarin yang telah
ditentukan bahwasanya kami tampil jam 09.00. padahal di saat yang bersamaan aku
juga mengikuti salah satu audisi akademi sahur indonesia atau yang biasa kita
kenal dengan nama AKSI. Sebuah acara TV yang menampilkan bakat muda da’i
indonesia yang ditayangkan di Indosiar.
Aku mengikuti audisi tersebut karena obsesi aku yang besar untuk
menjadi seorang penceramah yang hebat. Obsesi itu sudah aku usahakan
dengan berdakwa atau ceramah tarwih di beberapa masjid di
sekitar kotaku yaitu kota Pangkep.
Kembali ke topik yang tadi yaitu kebimbanganku antara tetap beraksi dalam acara ulang tahun
organisasiku ataukah pergi beraksi ke masjid untuk mengikuti acara AKSI
indosiar itu. Akhirnya aku memutuskan untuk tetap loyal kepada CSS MoRA. Yakni
dengan tetap menunggu untuk performance .
Waktu demi waktu berlalu sangat panjang bagiku karena aku berada
dalam dilema. Ku habiskan waktuku di belakan panggung yang cukup luas itu untuk
berfoto bersama teman-teman yang lain. 5
menit berlalu, 10 menit berlalu, sampai 20 menit berlalu dan akhirnya tibalah
saatnya untuk menunjukkan aksi kami, aksi yang luar biasa, yang belum pernah
kami tampilkan sebelumnya. Yaitu dance sajojo. Doa kami panjatkan sebelum
menuju panggung yang megah itu. Dengan ukuran 10 kali 5 meter kami keluar dari
belakan pangung menuju depan panggung.
Diiringi musik hutan dari barat kami masuk dengan gaya yang sangat
konyol dan bodoh. Satu persatu mulai mengambil barisan dan menyiapkan posisi masing-masing. aku berada
di bagian kanan pojok depan. di samping saya ada rafael dan di belakng ada
syarif.
Msuik sajojo diputar lewat
operator yang bertugas di posisinya, ia menyesuaikan musik sajojo dengan kami.
Dan jreeeeengg, musik sajojo di mulai.
Pada permulaan tarian aman-aman saja akan tetapi ada satu gerakan yang kulupa
pada saat performance yaitu gerkan menerik badan kesamping. Aku melupakan
gerakan tersebut karena terhipnotis oleh ratusan penonton yang meyaksikan kami
menari di atas panggung. Penonton di bawah panggung seolah-olah tak mau kehilangan sadu detikpun untuk memejamkan
matanya melihat kami menari sangking indahnya. Dan semuanya berjalan dengan
lancar sampai akhir dari tarian tersebut.
Penutupan tarian dari kami, aku masih kurang paham dengan penutup tarian
dari tari ini karena kau tidak sempat hadir dalam latihan. Ketika musik sajojo berhenti dilanjutkan
dengan musik dari barat yang diambil dari jabaonces, sebuah grup tari modern
yang terkenal lewat youtube. Gerakan
jabaoncespun kami praktekkan dan membuat seluruh penonton yang ada dalam gedung
itu melontarkan pujian dan tepuk tangan.
Tarian akhirnya selesai dan aku bergegas untuk pegi ke tempat audisi AKSI di masjid kampus. Tapi
sebelum itu aku melepaskan semua pakaianku dan segera keluar dari gedung dan
dengan cepat aku berlari ke pesama untuk mengambil seragam dakwahku.
Aku mempercepat langkah kakiku menuju masjid karena takut
terlambat, akan tetapi di msajid itu belum terlalu ramai dengan peserta dan
akhirnya kau memutuskan untuk buang air kecil terlebuh dahulu dan memakai
seragam dakwahku. Akupun segera menuju lantai dua masjid, karena di lantai dua
itulah dilaksanakan audisinya. Denagn berbagai penceramah yang datang dari
berbagai daerah aku tak mau kalah dengan mereka senga menunjukkan antusiasku. Sebelum tampil kami di briffing dulu oleh
crew AKSI agar mengetahui tata cara seleksi.
Aku sempat berfikir dalam haiti apakah aku bisa lolos dengan jalan
ini, tapi aku pasrah dengan Allah sang maha pemberi kemudahan. Di saat yan bersamaan ak melihat nanik, teman
kelas intensif bahasa inggris semester satu ikut juga dalam audisi kali itu,
tapi nanik ini bigung karena dia sudah mendaftar jauh-jauh hari dan namanya tidak tercantum dalam formulir.
Akhirnya dia hanya bisa menonton kami berdakwah.
Setelah acara briffing itu kami sempat berfoto bersama dengan para crew dan peserta yang lain untuk
dokumntasinya, lumayanlah hitung-hitung narsis.
Aku dan kawan-kawan menunggu di samping tempat audisi sambil
menyaksikan teman-teman yang lain tampil dan menunjukkan bakat mereka
masing-masing. Pada awalnya aku minder dengan diriku karena aku melihat banyak
peserta yang ikut dan semua memiliki talenta dan keunikan masing-masin tapi aku
tidak menyerah.
Peserta pertama dipanggil, dan sepertinya aku mengetahui peserta
yang tampil pertama itu. Dia adalah mahasiswa BKI semster 6 selekting dengan
kak rafi dan kawan-kawan. Ia menyampaikan ceramahnya dengan berapi-api dan
penuh semangat seolah-olah sedang berorasi akan tetapi itulah ciri khas mereka.
Setelah peserta pertama tampil kemudian dilanjutkan dengan peserta
kedua, ketiga, keempat dan seterusnya. Hingga sampailah giliranku untuk tampil.
aku tampil pada urutan ke sebelas. Aku masuk dari sebelah kiri kamera. Dengan sarung kuning yang kukenakan, baju
kokoh putih serta jas hitam yang melekat pada tubuhku aku maju dengan percaya
diri. Pada awalnya aku grogi karena baru kali ini kau mengikuti audisi dakwah
yang diadakan oleh acara tv. Ok aku memperkenalkan diriku, mulai dari nama,
asal, tempat tinggal dan judul ceramah. Dan berikut isi ceramah yang aku bawakan. Let’s check......
بِسْمِ اللهِ
الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
اَلْحَمدُللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ اَلْصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى اَشْرَفِ
الْأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ وَعَلَى اَلِهِ وَ اَصْحَابِهِ اَجْمَعِيْنْ
رَبِّ اشْرَحْ لِى صَدْرِى وَيَسِّرْ لِى اَمْرِى وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِنْ
لِسَانِ يَفْقَهُوْا قَوْلِي. اَمَّا بعْدُ
Senandung
puji syukur marilah kita sanjung tinggikan atas kehadirat Allah Qadirabbul
Ghafur, yang telah menciptakan 7 lapis langit yang makmur serta 7 lapis bumi
yang subur. Allah suka kepada hambanya yang bersyukur, Allah murka kepada
hambanya yang Kufur lagi takabbur. Padahal kulitnya sudah kendur, Ubannya pada
menabur, toh yang namanya bersyukur juga belum diatur.
Tak
lupa pula selawat bertangkaikan salam marilah sama-sama kita hadiahkan kepada
putra Abdullah Buah hati Aminah Kekasih Allah Muhammad Rasulullah. Yang telah
membawa umatnya dari zaman Jahiliyyah menuju zaman Islamiyyah,
Pada
kesempatan kali ini saya akan membawakan sebuah ceramah dengan tema bersyukur
Sudah
sepatutnyalah kita sebagai manusia yang dhoif, manusia yang lemah bersyukur
kepada Allah SWT. Sebagaimana dalam firmannya An-nahl 114
(#rãà6ô©$#ur |MyJ÷èÏR «!$# bÎ) óOçFZä. çn$Î) tbrßç7÷ès? ÇÊÊÍÈ
“Dan
bersyukurlah kamu semua akan nikmat Allah jika kamu benar-benar menyembah
kepadanya.”
Memang
kalau kita perhatikan dengan sekasama, nikmat Allah yang dicurahkan kepada kita
sangat banyak sekali. Sebagai contoh kecil saja, mulai dari bangun tidur itu
sudah nikmat Allah, kita bisa berjalan itu sudah nikmat Allah, kita bernafas
itu sudah nikmat Allah. Serta kita diberi anggota badan yang super kompleks.
Kita di beri mata untuk melihat, di beri akal yang bisa berfikir, di beri hati
yang bisa merasakan dan masih banyak lagi nikmat Allah yang ada di muka bumi
ini yang tidak bisa kita hitung. Dan ada sebuah pepatah mengatakan, “andaikan semua ranting pohon yang ada di
dunia ini engkau jadikan sebagai pena, dan air yang ada di lautan engkau
jadikan sebagai tinta dan daun-daun yang ada di muka bumi ini engaku jadikan
sebgai alas untuk menuliskan dan menggambarkan nikmat Allah maka mustahil kata
Allah untuk menuliskan dan menggambarkan seluruh nikmat Allah yang ada di muka
bumi ini.
Maka
tak patutlah rasanya jika kita tidak bersyukur kepada Allah. Bahkan Allah
mengatakan di dalam Al-quran, sebuah ayat yang sama dan hebatnya lagi di ulang
sampai 31 kali.
فَبِأَ يِّ
آلآءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبآنِ
“Maka nikmat Tuhan yang
manalagi yang kamu dustakan”
Mudah-mudahan
kita dimasukkan oleh Allah kedalam golongan-orang-orang yang ahli bersyukur dan
dijauhkan dari sifat kufur.
Wasasalamu
‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Setelah tampil aku merasa lega dan
langsung kembali ke tempat duduk aku yang berada di samping tempat audisi. Dan
aku kembali memerhatikan teman-temanku yang tampil selanjutnya. Ada yang
menarik dari pakaiannya, dari isi pidatonya, dari penampilannya dan lain
sebagainya. 30 menit kemudian aku memutuskan untuk kembali ke asrama untuk
menenangkan diri dengan tidur.
Akupun berjalan menuju pintu keluar
yang berada di bagian selatan masjid lantai dua, dengan menenteng tas yang ada
di pundak serta dengan perasaan yang kacau balau karena sesuatu yang membuatku
menjadi kacau. Aku segera menruni anak tangga dan dan menghampiri sepatu hitam yang aku pakai. Dan aku langsung balik e pesma untuk
istirahat. Di tengah perjalanan aku ada niat untuk singgah di auditorium untuk
membantu kakak yang lain kan tetapi aku lebih memilih untuk ke pesma makan dan
istirahat.
Di dalamkamar, aku merenung sejenak.
Aku merenungi kisahku pada hari itu. Sungguh suasana hati yang sangat kacau
balau dan penyebabnya aku tidak tahu. Seolah-olah aku merasa bersalah kepada
diriku. Mungkin penampilanku yang kurang maksimal serta ketidak ikut sertaanku
ke acara ulang tahun organisasi ku serta faktor lain yang menyebabkan aku
menjadi pusing setengah mati.
Beberapa
saat kemudian aku merebahkan badanku untuk tidur dan tak lema kemudian nanang
datang dan membangunkanku untuk makan akan tetapi aku sudah makan dan kembali
melanjutkan tidur.
Sangking capeknya aku dan kegalauan
yang terus ada aku kebablasan dan tertidur mulai dari jam 1 siang sampai jam 7
malam. Aku tidak menyangka akan tidur selama itu dan aku belum pernah tidur
siang selama itu. Ketika aku bangun lampu masih belum menyala dan nanang masih
tidur, entah kenapa dia belum bangun, mungkin dia juga kecapean.
Aku masih bermalas-malasan di
ranjang keciku, entah kemalasan apa yang hinggap di badanku. Dan kemudian aku
menelpon ibu dan menceritakan semua apa yang aku alami seharian itu. Aku
menghabiskan waktu aku berbicara dengan ibuku sebanyak 18 menit 19 detik. Sebuah waktu yang singkat untuk
berbicara dengan ibu.
Rasa kegalauan masih menghinggap di dalam fikiranku hingga akhirnya
aku shalat dan menjama’ muta akhirkan semua shalatku mulai dari shalat ashar, magrib dan isya.
Kulangkahkan kaki kecilku ke toilet yang berada tak jauh dari kamarku. Aku
memutar keran air dan mulai membasuhi anggota tubuhku dengan air wudhu. Setelah
itu aku berjalan menuju kamar dan menyegaerakan diri untuk shalat. Ku gelar
sajadah dan dan ku ambil sarung serta segera bertakbir kepada Allah.
Shalat
dengan khusuk.......
Kurang lebih 15 menit aku shalat,
aku bersiap untuk mencari makanan karena kau sangat lapar. Seperti biasa aku
selalu berpakaian selayaknya anak muda jaman sekarang. Dengan menenteng sendal
yang aku ambil sebelumnya dari kamarku, aku segera menuju lantai satu akan
tetapi aku melihat teman akrab yaitu muhammad khoir al-fikri. Ia adalah teman
kelasku yang berasal dari jakarta tapi ia mondok di jawa barat.
Aku singgah di kamarnya sambil
menanyakan apa saja yang terjadi setelah penampilan sajojo tadi dan aku juga
ingin melihat video yang direkam oleh temanku ini pada saat kami beraksi di
panggung auditorium itu.
Sehabis dari kamar fikri aku seera menuju ke lantai satu dan sekeluar untuk membeli makanan dengan sepeda
yang berada di parkiran pesantren. Aku
menggayuh sepeda itu dengan kedua kakiku.
Dengan melintasi gbeberapa gedung yang berada di universitas itu
seolah-olah aku diantar keluar pintu gerbang.
Di tengah perjalanan membeli nasi aku berjumpa dengan kaka kelasku,
ia seorang mahasiswa BKI ssemester 4 dan kebetulan ia juga berasal dari
sulawesi selatan sama seperti aku. Dengan baju biru yang dikenakannnya serta
sepeda merah yang dibawanya dia menghampiri aku dan berkata “kamu mau kemana”,
akupun menjawab “ aku mau pergi beli beras sama makanan”. “ohhh, kalau begitu
aku nitip, ini ada baju punya si jadul, aku mau ngembaliin punyanya” ucapnya.
Cukup singkat pembicaraan kami. Dan aku segera menuju warung untuk
membeli beras dan makanan. Tak hanya itu
aku juga mengatakan kepada sultan untuk singgah di kost annya. Akan tetapi setelah jauh-jauh datang dari
warung menuju kost annya ternyata aku
hanya diperlihatkan saja tanpa singgah. Tapi itu aku maklumi karena dia ada
rapat dengan angkatannya.
Esok
harinya......
Tepat sehari setelah ulang tahun organisasi aku, tepatnya hari
jum’at. Seperti biasa aku bangun pagi dan melaksanakan kewajiban sebagai umat
islam yaitu shalat. Hari iu aku memiliki rutinitas yaitu senam bersama dengan
tema-teman kelas dan juga dosen kami yaitu pak agus santoso. Sebelum berangkat,
terlebih dahulu aku mandi dan makan agar tidak loyo saat senam. Dengan lauk
telur yang aku masak kemarin aku menyantapnya dengan lahap. Perut terisi
hatipun senang begitulah kira-kira yang bisa aku gambarkan pada hari itu.
Makanan akhirnya habis dan aku segera ke fakultas untuk olah raga.
Ternyata di dalam fakultas sudah ada teman-teman yang sedang senam dengan
gembira dan aku tak mau ketinggalan dengan ikut serta bersama mereka. aku
mengambil posisi paling belakang agar bisa bermai-main serta gila-gilaan.
Kurang lebih 30 menit kami senam gembira akhirnya pak agus
menghentikan dan menyuruh kami untuk berkumpul dan membahas tentang nama untuk
gerakan shalat tersebubt. Sebenarnya
nama dari gerakan shalat itu sudah ada tapi
agar lebih mudah menginatnya maka kami berinisiatif untuk memberikan
nama.
Pemberian nama akhirnya berkahir dan terbentukalah nama baru untuk
senam sholat kita. beralih ke diskusi yang lain yaitu tentang tinggal di rumah
dosen. Pada awalnya kami menerima saran dari pak agus akan tetapi salah seorang
dari kami mengatakan bahwa kalau tinggal di rumah dosen itu agak susah karena
kita tidak tau rumah dosen itu dimana saja dan juga ada beberapa dari kami yang
ikut UKM dan organisasi jadi cukup sulit untuk bisa tinggal di rumah dosen.
Karena matahari semakin terik dan suara majidpun semakin ramai
terdengar maka diskusi segera diakhiri dan kami bersiap-siap pulang. Dengan
melewati dua buah pintu aula yang besar kami melankahkan kaki menuju tangga
kampus dan segera cabut dari fakultas.
Hari itu bertepatan dengan hari jum’at yaitu hari rayanya orang
muslim. Aku ke pesma untuk mnyiapkan diri untuk datang ke rumah Allah yang
berada di dalam universitas kami. Pada hari itu aku memakai darung andalanku
yaitu sarung berwarna coklat kekunig-kuningan dengan jas hitam serta bayu kokoh
putih. Setelah itu aku langsung menuju masjid tersebut. Seperti biasa aku
sebelum aku masuk masij aku terlebih dahulu untuk membaca do’a sebelum masuk
masjid.
Let’s
check.....
اَلَّهُمَّ
اْفْتَحْلِىْ أَبْوَابَ رَحْمَتِكَ
Ya Allah bukakanlah saya pintu kasih sayang-Mu
Doa itu sering aku baca ketika hendak masuk masjid. Tidak hanya itu aku juga sering melakukan
shalat tahiyyatul masjid, yaitu shalat untuk menagungkan masjid dan itu
merupakan salah satu sunnah dari Rasulullah. Setelah shalat sunnah aku duduk
dan mendengarkan adzan ke-2 yang sedang
dikumandangkan. Tak lama kemudian khotbahpun dimulai dengan khidmat.
Matahari semakin tinggi serta panas yang menyerang bumi makin menggelora
pertanda shalat jum’at di kampusku berakhir. Di bawah terik matahari aku
berjalan menyusuri debu yang beterbangan di sekeliling kampus seolah-olah
menari dalam buaian.
Bangunan kotak persegi panjang menungguku. Entah apa yang terjadi
selama ritual ibadah kami dimula. Di dalam gedung itu terjadi kegaduhan antar
penghuni kamar karena salah satu dari kamar lantai lima kemalingan. Munji, yah
itulah nama yang sering kami panggil untuk dirinya. Munji adalah salah satu
mahasiswa UIN sunan ampel surabaya fakultas ekonomi dan bisnis dengan jurusan
akuntansi. Ia baru saja kehilangan handphone asus zenfone 5 yang baru dibelinya
5 bulan yang lalu.
Mahasiswa akuntansi itu
kehilangan hanphonenya ketika ia sedan melaksanakan shalat jum’at dan
berikut kronologinya.
Let’s
check.....
Jum’at 18 april 2015. Suasana pesma
pada jam sholat jum’at memang sangat sepi sehingga memungkinkan orang-orang
yang tidak bertangung jawab melakukan hal-hal yang tidak diinginkan. Ketika itu
aku pergi shalat jum’at dan aku melihat si munji masih bersiap-siap untuk
shalat. Entah apa yang terjadi ketika semua orang sudah tidak ada di pesma ada
orang nakal yang menyelinap masuk ke dalam kamarnya. Munji yang tidak berada di
tempat kejadian tidak tahu apa-apa tentang hal itu akan tetapi ada sebuah
indikator yang membuktikan cukup kuat bahwasanya hanphone munji itu dicuri.
Yang pertama, munji menaruh kunci lemarinya di atas meja dan setelah shalat
jum’at kunci itu sudah tercolok di lemarinya. Yang kedua, pintu kamarnya tidak
terkunci dan itu menindikasikan bahwa maling bisa saja masuk dengan leluasa.
Yang ketiga adalah semua barang mewah yang terletak di kamar itu dan nampak
oleh mata hilang semua, seperti handpohone teman kamarnya yang juga menghilang.
Setelah mengetahui kronologinya beberapa jam kemudian munji datang
ke kamarku. Pada saat itu aku sedang makan mie sedap rasa kari ayam. Ia
kemudian bertanya kepadaku, “mat kira-kira kamu pernah lihat oran
mencurigakangak” akupun menjawab “biasanya ji, kalau lagi sepi terutama kalau
hari jum’at atau sedang hujan-hujan, ada orang yang melompat dari lobang pagar
bu puji dan naik ke pesma.. nah mungkin itu salah satu sebab nya juga”.
Waktu demi waktu berlalu, detik ke menit, menit ke jam. Hingga
akhirnya matahari tenggelam di ujung barat pertanda siang akan berganti dengan
malam. Pada malam harinya di pondok
pesantren ma’had al-jami’ah sunan ampel mengadakan festival pesantren dan aku
ikut berpartisipasi dalam acara tersebut yaitu lomba pidato tiga bahasa dan aku
mengambil pidato bahasa inggris. Aku sebenarnya tidak terlalu menguasai bahasa
ingris akan tetapi aku memberanikan diri untuk tampil. dan berikut teks pidato
yang aku bawakan pada malam hari itu.
Let’s
check.....
بسم الله الرحمن
الرحيم
Asslamu
‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Exelency : Prof A’la as the rector of UINSA
Respectable : all of functionaries center of ma’had al
jami’ah UINSA
Honorable : all my friend whom i love
First
of all lets pray and thanks unto our god Allah SWT who has been giving us some
mercies and blessing so we can attend an gather in this place in good condition
and happy situation.
Secondly
my peace and salutation always be given to our prophet muhammad SAW who has
guided us from the darkness to the
brightness, from the stupidity to the cleverness, from jahiliah era to the
islamiah era, namely islamic religion that we love. So by his guidance we
arrable to differentiate the good thing and the bad one. The right way and
wrong one in order to enter god’s paradise.
Thirdly,
i dont forget to say thanks so much to the master/mistress of ceremony the
handsom boy or the beautiful girl who has been giving me time to standing in
front of you all.
Dear
ladies and gentleman
Standing
infront of you all, i would like to deliver my speech under the title
“Indonesians Youngth”
Before
i speech abaout indonesia, i wanna explain to you abaout indonesia.
Indonesia
is a big country with many population of human, indonesia is a rich country
with many character, languange, culture, people and the other. Not only that
indonesia has five big island, they are sumatera, borneo,
celebes, java and the last papua. And those are indonesia’s island. As far as
we know our country have a big society
and bigger than other country.
And
all of territory of indonesia, sixty
percent is a sea and fourty percent is a island. Therefore, because sea of
indonesia wider than ocean, so our country has many animals in the sea. And
half of people of indonesia is a farmer and fisherman.
Not
only that our country have a spectacular story, why did i say like that...
why... why... do you want to know? Why
did indonesia has a spectacular history, because it’s can freedom with it’s
effort. Three hundred fifty years ago,
we were colomized by netherland and we were colomized 3, 5 years by japan. And
it needed very big effort to defence by japan and netherland.
Back to the topic we are young,
what the young man ..... I've heard that the youth
is the hope of the nation. Therefore let us be proud
of as a youth because the future is in our hands. and Bung Karno once
said that, give me 100 parents then will
I lift up the semeru mountain of roots
and give me ten youth i will roll the world
because time is not
possible, then my speech will be continued later.
and do not forget to support me, by the
way, type Pesma space send to 7288...
dengan arti sebagai berikut.
Let’s
check.....
Asslamu
‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Yang
terhormat : Prof A’la sebagai
rektor UINSA
Yang
terhormat : para pegawai ma’had al jami’ah UINSA
Yang
terhormat : dan semua
teman-teman yang aku cinta
Pertama-tama
marilah kita panjatkan puji syukur kita kepada Allah swt, yang telah memberikan
rahmat sehingga kita bisa hadir dan berkumpul di tempat dalam situasi yang sgenan
dan kondisi yang baik.
Yang
kedua, shawlawat beserta salam marilah kita kirimkan atas nabi kita muhammad
SAW yang telah membawakita dari alam kegelapan ke alam yang penuh cahaya, dari
zaman kebodohan menuju zaman ke pandaian dan dari zaman jahiliah menuju zaman
keislaman yan bernama agama islam. Karena bimbingannyalah sehingga kita bisa
membedakan antara yang baik dan yang buruk, jalan yang salah dan jalan yang
lurus dengan tujuan agar kita bisa
memasuki surga Allah swt.
Yang
ketiga, aku tak lupa untuk mengucappkan terima kasih kepada pembawa acara yang
telah memberikan aku waktu untuk berpidato. Berdirinya aku di sini untuk
menyampaikan pidato aku yang berjudul “pemuda indonesia”.
Sebelum
aku menjelaskan tentang pemuda indonesia, terlebih dahulu aku akan menjelaskan
tentan indonesia.
Indonesia
adalah negara besar dengan populasi manusia yang banyak. Indonesia adalah
negara kaya dengan adanya berbagaia macam karakter, bahasa, adat, dan lain
sebagainya. Tidak hanya itu negara kita memiliki lima pulau yang sangat besar,
diantaranya ada pulau jawa, sumatra, kalimantan, sulawesi dan papua, dan itu
semua adalah milik indonesia. Sejauh yang kita tahu bahwa negara kita memiliki
masyarakat yang besar dibandingkan dengan negara lain. Oleh karena itu kita
harus bangga dengan negara kita ini.
Dan
dari seluruh wilayah yang dimliki oleh indonesia, enam puluh persen adalah laut
dan sisanya adalah daratan. Oleh karena laut dari indonesia sangatlah besar
dibandingkan dengan daratan maka kneara kita memiliki banyak biota laut yang
beraneka ragam. Serta setengah dari penduduk indonesia adalah nelayan dan
petani. Tak hanya itu, negara kita memiliki sejarah yang spektakuler. Kenapa
aku mengatakan demikian... kenapa.. apakah kamu mau tahu? Kenapa indonesia
memiliki sejarah yang spektakuler,
karena kita bisa merdeka dari penjajah dengan usaha sendiri. Tiga ratus
lima puluh tahun kita dijajaholeh belanda serta tiga oma setengah tahun dijajah
oleh jepang dan itu membutuhkan usaha yan sangat besar untuk bertahan dari
jajahan mereka.
Kembali
ke topik kita, kita adalah pemuda. Aku pernah mendengar bahwa pemuda adalah
harapan bangsa. Oleh karena itu kita harus bangga sebagai pemuda karena masa
depan berada di tangan kita. bung karno pernah mengatakan bahwa, berikan aku
seratus orang tua maka akan ku cabut gunung semeru dari akarnya dan berikan aku
sepuluh pemuda maka akan kuuncangkan dunia.
karena
waktu yang tak memungkinkan, maka pidato aku akan dilanjutkan pada waktu yang
akan datang.
Menghilang
tiba-tiba dan sipp up date lagi..
Up date lagi nih
kawan-kawan. Sudah seminggu ini tidak
melanjutkan aktifitas yang diwajibkan oleh prof ali aziz. Setelah hampir
semunggu ini tidak menulis akhirnya aku lanjutkan tulianku ini. Saat ini aku
mulai menulis tepat jam 01.10 hari rabu tanggal 29 april 2015 dan tiba-tiba
suara handphone asus berwarna putihku berbunyi dengan merdunya. Aku melihat hp
putih itu dan panggilan masuk dari norma teman aku dari sulawesi selatan
tepatnya di pare-pare. Kemudian ku angkat teleponnya sambil berkata “hallo, assalamu’alaikum”
ucapku. Dan di jawab oleh norma “wa’alaikumussalam”.
Di dalam percakapan itu kami
membahas tentang tugras yang diberikan oleh dosen hadits bki dra. Ragwan
mfi.il. sebenarnya tugas kami belum satu hurufpun tertulis dalam makalah dan
lebih parahnya lagi tugas itu dikumpulakan keesokan harinya lebih tepatnya jam
08.00. dikarenakan tuas yang sangat
mepet tersebut, aku mempersiapkan diri untuk berangkat ke perpustakaan. Ku
istirahatkan sejenak tubuhku yang lemas ini dan ku ambil nafas dan ku hembuskan,
ku ambil lagi dan kuhembuskan, begitu seterusnya. Sudah menjadi kodrat manusia
untuk melakukan aktivitas, salah satunya bernafas itu. Oke, selang beberapa
saat aku mengambil baju kokoh berwarna perak yang tergantung di atas ranjang
berwarna hitam itu dan segera ku kenakan akaian tersebut. Tak lupa celana
berwarna hitam dengan sabuk kulit yang menempel di pinggang celana tersebut ku
pakai, dan ada satu lagi pakaian yang tak bisa aku tinggalkan yaitu, jaket
hitam dengan bertuliskan nama aku “Rahmat Hidayat” pada pinggiran jaket
tersebut.
Aku berangkat ke perpustakaan jam 01.35 siang. Laptop dan tas yang
merupakan perlengkapan vital bagi anak kuliah tidak lupa aku bawa juga. Yapp,
aku berangkat dari kamar aku dengan nomor 42 bercat kuning dan sedikit hiasan
warna coklat tak lupa dengan ukuran 3 kali 4. Aku langkahkan kaki kecilku ke
tangga yang tak jauh dari kamar kuning itu dan perlahan kuuruni anak tangga
satu demi satu.
Saat ini aku tinggal di
pesantren ma’had al-jami’ah uin sunan ampel surabaya, lebih tepatnya berada
tidak jauh dari kapo;da surabaya, jika berjalan kaki hanya memakan watu lima
belas menit, tak jauh pula dari graha
pena, sebuah gedung dengan tinggi kira-kira seperti tiang listrik yang berada
di depan rumahku yang di susun sebanyak 100 kali. Dan sebuah kampus swasta
dengan pintu berbang berhiaskan patung naga. Yah di situlah letak kampusku. Loh
kok malah membahas kampus sih.
Kembali ke topik yang tadi, ku langkahkan kaki kecilku menuju
perpustakaan. Di tengah perjalanan menuju perpus aku melihat di sekeliling aku,
terdapat banyak kegiatan yang berlangsung ketika aku lewat di tengah-tengah
mereka. Ketika aku mengambil sepatu aku yang aku letakkan di dalam lemari aku
melihat teman pesma sedang membaca koran sambil menyilangkan kakinya. Ada yang
memesan nasi di warung top, lebiih tepatnya bu puji. Ada yang duduk di depan
teras pesantren sambil menikmati lancarnya wi-fi di sana dan masih banyak
kegiatan yang lainnya. Dan ketika aku melewati jalanan yang berada di depan
fakultas yang sedang di bangun, aku melihat pekerja proyek yang sedang memegang
handphone berwarna hitam, memiliki antena, dan layarnya kecil bahkan jika aku
pikirkan telepon tersebut, itu seperti kalkulator. Akan tetapi telepon itu
lebih gede dan lebih tebal. Entahlah, aku lupa nama benda tersebut, yang
pastinya benda tersebut digunakan untuk berkomunikasi antar pekerja proyek
bangunan tersebut.
Sesampainya di perpustakaan, aku memasuki pintu yang berada di
bagian belakang bangunan tersebut. Aku masuk ke perpustakaan lewat belakang
dikarenakan gedung perpustakaan juga sementara dalam tahap renovasi. Tapi itu 2
bulan yang lalu, dan saat ini gedung perpustakaan tersebut terbengkalai
pembangunannya karena penyebab yang tidak jelas. Kurang lebih 3 bulan yang
lalu, setiap aku pergi ke fakultas aku yaitu fakultas dakwah, aku sering
melihat pekerja yang berlalu lalang di gedung tersebut, dan kenyataannya saat
ini pekerja tersebut menghilang bak pasir yang di gerus ombak di lautan.
Menghilang secara spontan. Entah apa yang menjadi penyebab renovasi gedung
perpustakaan tersebut dihentikan.
Aku sebagai mahasiswa hanya bisa berdoa dan berharap mudah-mudahan
pembangunan atau renovasi gedung tersebut sesegera mungkin dilanjutkan. Kembali
kecerita yan tadi. Aku masuk perpustakaan lewat pintu belakang. Di dalam
perpustakaan tersebut sambil menunggu teman-temanku datang, aku menghibur diri
dengan memainkan hanphone asus senfone 4 dengan warna putih yang elegan dan
dengan layar yang mulus bak lantai yan sudah di pel menggunakan softener do-klin
yang baru saja sebuh dari penyakitnya. Yap kurang lebih tiga minggu terakhir
aku tidak menggunakan handphone keakunganku itu lantaran software yang berada
di dalam hanphone tersebut bermasalah atau istilah zaman sekarang nge”heng”,
entah bahasa serapan dari mana bahas nge”heng” tersebut. Pada awalnya hp
senfone 4 itu berjalan baik, layaknya hp baru yang biasa kit ajumpai. Akan
tetapi lama-kelamaan setelah aku download aplikasi, download lagu, download
buku dan lain sebagainya tiba-tiba ne”heng”.
Oh ia aku lupa kalau baru saja aku di suruh
norma untuk membuat latar belakang makalah aku yang berjudul problem solving...
dan aku akan melanjutkannya di bawah ini, tunggu dulu yahh.
Latar
belakan problem solving
Dunia dan seisinya ini tak pernah lepas dari yang namanya masalah,
entah itu masalah keluarga, keuangan, anak, karir, percintaan dan lain
sebagainya. Karena kitta diciptakan oleh Allah dari tanah dan termasuk mahluk
yang mulia diantara makhluk lainya serta di lengkapi dengan akal dan hawa
nafsu. Maka kita bisa menggunakan salah satu dari apa yang kita miliki yaitu
akal. Manusia diciptakan dilengkapi dengan akal, dimana akal ini digunakan untuk berfikir dan
melakukan hal-hal lainnya. Tentunya dengan akal ini kita bisa membedakan sesutu
itu baik atau buruk. Dan dengan akal ini otomatis secara tidak langsung Allah
menyuruh kita untuk menggunakan akal kita ini untuk berfikir. Oleh karena
manusia diciptakan dengan akal maka kita bisa mengguanakan akal ini untuk
mencari jalan keluar dari seriap masalah yang kita hadapai. salah satunya yaitu
penyelesaian masalah atau problem
solving. Pada pembahasan kita dalam makalah ini adalah problem solving dal
tekhnik konseling. Oleh karena setiap masalah harus diselesaikan denan baik.
Oh ia,
aku akan melanjutkan tulisan aku tadi malam yang sempat tertunda karena rasa
kantuk yang menyerang aku.
Hape
yang nge”heng”. Setelah beberapa bulan aku pakai handphone putih itu, tiba-tiba
saja muncul masalah dalam handphone tersebut.
Menghilang
tanpa jejak.......
Oh
ia, pada tanggal dua mei bertepatan dengan hari pendidikan nasional, asistant prof ali seorang dosen tafsir quran
bki mengadakan kajian sabtuan yang diadakan di masjid ulul al-bab. Pada kesempatan tersebut beliau mengangkat
tema tentang kisah istri rasulullah yaitu aisyah. Dari materi tersebut ada
sepenggal cerita yang membuat aku terkesan, let’s check....
Aku,
Istri Nabi yang Tertuduh
Seperti biasa, sudah menjadi kelumrahan bilamana Rasulullah hendak
bepergian, beliau mengundi nama istri-istrinya terlebih dahulu. Nama siapakah
yang keluar, dialah yang berhak mendampingi Rasulullah. Perang melawan Bani
Mustaliq sudah ditetap kandang Rasulullah sendiri yang akan pergi memimpin
peperangan. Malam itu diundilah nama para istri beliau, kiranya siapa yang akan
menemani beliau selama peperangan Bani Mustaliq.
Aisyah binti Abi Bakar, itulah nama yang disebut Rasulullah. Sontak
wajah ku merona gembira mendengar namaku disebut. Sungguh aku tak percaya. Rasa
gembira yang membara bercampur lebur dengan keraguan, apakah benar namaku yang
keluar dan berhak menemani Rasulullah berjuang membela agama Allah kali ini?
Sungguh sebuah kehormatan bagiku bisa menyertai dan melayani beliau berjihad di
jalan Allah. Peperangan dengan Bani Musthaliq terjadi selepas ayat Hijab turun.
Otomatis, aku berhijab seperti yang telah difirmankan oleh Allah SWT. Aku pun
dinaikkan di atas unta yang memanggul haudah.
Setelah peperangan rampung dan begitu mudah kemenangan diraih oleh
kaum muslimin, Rasulullah memutuskan untuk kembali ke Madinah. Kami pun berombongan
kembali menuju tanah air kami yang penuh dengan cahaya kenabian. Tatkala
semerbak aroma Madinah tercium, Rasulullah memerintahkan rombongan untuk
berhenti di suatu tempat sejenak, agar kami bisa melepas lelah malam itu. Ya,
inilah salahsatu dari kebijaksanaan Rasulullah kepada para sahabat dan umatnya.
Beliau sangat memahami betul kondisi dan keadaan kami yang memang amat sangat
letih kala itu. Rasulullah tidak memaksakan kehendaknya untuk memasuki kota
Madinah malam itu juga, beliau memilih berhenti dan mengistirahatkan semua
pasukan Islam yang telah memperoleh kemenangan.
Saat semua sahabat beristirahat dan sebagian yang lain terlelap,
aku putuskan keluar dari tenda kecilku menunaikan sedikit keperluanku hingga
tak kukira langkahku semakin menjauh dari rombongan. Gegap gempitanya malam
membuatku tak sadar, posisiku sangatlah berjarak dengan unta yang kunaiki.
Selepas merampungkan keperluanku dan hendak kembali ke rombongan, tiba-tiba aku
terkesiap bukan main. Kuraba leherku, kalung pemberian Rasulullah dari kota
Zifar-Yaman raib. Ku putuskan mencarinya. Dalam malam yang begitu hitam, amat
susah menemukan sebuah kalung. Tapi itu kalung pemberian Rasulullah. Tak boleh
kubiarkan begitu saja. Aku harus mencarinya dan menemukannya.
Mondar-mandir, kulalui berkali-kali jalan yang ku tapaki tadi, tak
jua kutemukan kalung itu. Ya Allah, istri macam apa aku ini yang menyia-nyiakan
perhiasan pemberian suami. Apalagi itu kalung yang istimewa dan impor dari
Yaman. Ku ulangi lagi pencarianku hingga aku pun putus asa dan kembali ke
rombongan dengan rasa cemas, malu, takut, sungkan bila bertemu dengan suamiku,
Rasulullah.
Astaghfirullah, Rasulullah
dan rombongan tak terlihat lagi. Mereka meninggalkanku. Bagaimana ini? Apa yang
akan kulakukan? Menyusul mereka sendirian berlari? Takmungkin .Aku buta arah
jalan ke Madinah. Teriak? Siapa yang akan mendengar. Air mataku meleleh
membanjiri pipiku. Ingin menyesali kejadian ini, tapi untuk apa? Bukankah ini
sudah takdir Allah?
Dalam kegalauanku, secercah cahaya berkilau di tanah pijakan untaku
saat istirahat tadi, kulihat sebuah logam berbentuk kalung Kudekati. Dan Alhamdulillah
kalungku ketemu. Rasa cemasku lantaran ditinggal Rasulullah bertabrakan dan
melebur menjadi satu dengan kegembiraan ditemukannya kalung pemberian Rasulullah.
Oh ya, orang-orang yang menuntun untaku mungkin mengira aku sudah berada dalam haudah
itu. Aku wanita muda bertubuh ringan, lantaran itulah, mereka begitu saja
menuntun unta yang aku tunggangi mendahului rombongan terdepan. Mereka tak
sadar bahwa unta yang mereka giring hanya sebuah haudah kosong tak
berhuni. Aku juga salah, mengapa aku tidak memberitahu mereka kalau aku keluar
sedikit lama untuk sebuah keperluan pribadiku? Memang, para wanita kala itu
umumnya berbadan lunakdan tak berlemak. Jadi ada atau tidak ada orang di dalam haudah
sepertinya sama saja.
Dengan penuh harap, semoga mereka sadar dan merasa kehilanganaku,
kuputuskan duduk di tempatku semula sewaktu beristirahat bersama rombongan.
Entahmengapa, mendadak rasa kantukbegituakrabdancepatmenyapaku.
Aku
pun pulas tertidur. Dalam kenyenyakanku, Shafwan bin Al-Muathal As-Sulamy
menyeruak, ia memang bertugas sebagai pengawal akhir rombongan. Bila ada barang
rombongan yang tertinggal, dialah yang menyelamatkan barang itu hingga sampai
ke Madinah. Shafwan menghampiriku. Ia memang mengenaliku dan pernah melihatku
sebelum ayat hijab turun. Saat ia tahu akulah yang bersimpuh dalam sengatan
kantuk itu, ia pun berucap innalillahwainnailaihrajiun, aku
terkejut dengan ‘kalimatmusibah’yang ia
lengkingkan. Seketika kututup wajahku dengan hijab. Demi Allah, takadasatuhuruf
pun yang keluardarimulutnyakecuali kalimat istirja’ itu. Mulutku juga
tak mengeluarkan kalimat apapun barang sekata. Ia rundukkan hewan tunggagannya
hingga aku bisa menaiki hewan tunggangan itu.
Kamiteruskan
perjalanan menyusul rombongan, Shafwan berjalan menuntun tunggangannya hingga
sampailah kami di sungai Az-Zahirah, tempat singgah rombongan di tengah
panasnya siang. Dan celakalah, sebagian orang menebarkan fitnah kebohongan
dengan menuduhku ini dan itu. Masihterekamdalamingatanku yang paling getol
menyebarkan berita palsu ituadalahAbdullah bin Ubay bin Salul. Selain Abdullah
bin Ubay bin Salul, Hassan bin Tsabit juga terlalu gegabah menelan dan
menyiarkan berita nista itu. Misthah bin Utsasah, Hamnah binti Jahs dan
orang-orang lain yang tak kutahu namanya satu persatu yang jumlahnya sekitar 10
sampai 40, ikut pula menjadibianggosip.
* * *
Sesampai
di Madinah, aku sakit dan merasa tak enakbadan selama satu bulan. Sungguh, aku
tak tahu-menahu fitnah kebohongan dan berita palsu itu telah memenuhi telinga
masyarakat Madinah selama sebulan. Kecurigaanku pun muncul tatkala kelembutan
Rasulullah mulai menipis dan tak seperti biasanya di saat aku melawan demam dan
sakitku. Biasanya Rasulullah begitu memanjakanku kalaaku sakit. Namun beliau
sedikit berubah. Beliau hanya menyapaku dengan bertanya tentang keadaanku,
kemudian berlalubegitusaja.
Suatu
malam, aku keluar ditemani Ibunda Misthah bin Utsasahuntuk membuang hajat.
Sewaktu hendak kembali ke rumah, Ibu Misthah tersandung sembari mencela anaknya
sendiri, Misthah.
“Sungguh
buruk kata-katamu. Apakah kau mencela seseorang yang pernah berjuang di
peperangan Badar?” kataku padanya.
“Nak,
tidakkah kau mendengar apa yang ia katakan?” ia malah bertanya kepadaku.
“Apa
yang telah ia katakan?”
Ibu
Misthah menceritakan tuduhan keji tentangku yang didengungkan oleh sebagian
orang. Sakitku makin menjadi-jadi. Dan sesampainya di rumah, aku meminta izin
Rasulullah agar menetap sementara di rumah orang tuaku, guna memastikan ke
kedua orang tuaku tentang tuduhan keji itu. Rasulullah mempersilahkan.
Lalu
aku bertanya kepada ibuku, “Ibu, apa yang menjadi gunjingan orang-orang?”
Ibuku
menenangkanku agar tidak risau dan gelisah. Mendadak mataku mendung,menderaskan
airmatadan membasahi pipiku sepanjang malam hingga pagi menjelang.
Rasulullah
yang cukupgusarakansuara-suaranegatiftentangistridanrumahtangganya, meminta
pendapat kepadaAli bin Abi Thalib dan Usamah bin Zaid. Zaid berpendapat,
“Pertahankanlah keluarga Anda. Kami hanya tahu satu kata dari keluarga Anda,
yaitu kebaikan.”
“Wahai
Rasulullah, Allah tidak mungkinmenjadikanmu bersedih dalam perkara ini.
Sesungguhnya wanita masih banyak. Tanyalah kepada seorang wanita yang
dekatdenganAisyahsupayabisa meyakinkan Anda,” begitulah jawaban Ali.
Rasulullah
bertanya kepada Barirah tentangku, apakah ada sesuatu yang meragukan dari
diriku? Barirah memantapkan hati Rasulullah dengan menegaskan bahwa tak ada
sesuatu yang meragukan pada diriku. Aku hanyalah seorang wanita yang masih muda
yang pernah tidur bersama adonan makanan, lalu memakan adonan itu. Demikian
Barirah menceritakan tentang diriku di hadapan Rasulullah.
* * *
Sepanjang
hari itu air mataku berlinang dan tidurku sangat jauh dari rasa tenang. Hingga
kedua orang tuaku berada di sisiku, aku tetap saja menangis. Dua malam satu
hari, air mataku bercucuran dan tidurku tak karuan. Salah seorang perempuan
Anshar meminta izin untuk menemaniku. Ia pun turut meratapi kesedihanku.
Rasulullah
datang ke rumah orang tuaku. Beliau belum pernah duduk di sampingku selama
tuduhan keji itu tersiar.
Rasulullah
bersabda, “Wahai Aisyah, aku telah mendengar berita tentang dirimu. Jika kau
tidak bersalah, Allah akan mensucikanmu (denganmembelamu). Dan jika kau
melakukan dosa, memohon ampunlah dan bertaubatlah kepada Allah. Karena seorang
hamba bila mengakui kesalahannya dan mau bertaubat, Allah akan menerima
taubatnya.”
Setelah
Rasulullah selesai menyampaikan kalimat itu, kuhapus air mataku hingga tak
tampak setetes pun. Aku meminta ayah dan ibuku agar membelaku di hadapan
Rasulullah. Tapi keduanya tak kuasa berkata-kata.
Dengan
sesenggukan aku berkata kepada mereka, “Aku hanyalah wanita yang masih belia,
dan memang aku belum banyak membaca Al-Quran. Demi Allah, sungguh aku telah
mengetahui apa yang kalian dengar dari perbincangan orang-orang hingga kalian
masukkan berita itu ke dalam hati kalian dan kalian percayai. Seandainya saja
aku mengatakan bahwa aku bersih dari tuduhan keji itu, kalian tak akan
mengaminiku. Dan jika aku mengakui tuduhan keji itu –meskipun Allah tahu bahwa
aku terbebas dari tuduhan itu-, niscaya kalian akan mempercayaiku. Demi Allah
aku tak menemukan perumpamaan antara aku dan kalian selain sepertiNabi Ya’kub,
saat berkata: Bersabarlah dengan kesabaran yang baik. Hanya Allah tempat
meminta pertolongan atas apa yang kamu ceritakan.”
Usai
kuutarakan kegundahanku, tempat tidurkulah menjadi penenangku. Sungguh Allah
mengetahui aku benar-benar bersih dari berita miring itu dan Allah yang akan
membebaskanku. Jujur aku tak mengira Allah menurunkan wahyu membebaskanku dari
tuduhan itu. Rasanya tak pantas bila wahyu turun lalu dibaca semua orang hanya
menyoal tentang masalah pribadiku. Aku ini siapa hingga Allah membicarakan
masalahku. Aku hanya mengharap Rasulullah mendapatkan wahyu melewati mimpi
tentang pembebasanku dari fitnah itu.
Dan
demi Allah, Rasulullah enggan beranjak dari tempat itu dan tak satu pun dari
keluarga kami –ayah ibuku yang merupakan mertua Rasulullah- berminat
melangkahkan kaki, hingga wahyu turun kepada Rasulullah. Seketika keringat
beliau bercucuran bak butiran mutiara, padahal kala itu musim
dinginamatmenusuktulang kami.Wajah beliau berseri dan tersenyum.
“Wahai
Aisyah, sungguh Allah telah membersihkan
dan membebaskanmu dari tuduhan itu.” Itulah kalimat pertama yang kudengar dari
suamiku.
Spontan,
ibuku menyuruhku bangkit dan menemui Rasulullah.
“Demi
Allah, aku tak akan bangkit kepada beliau, dan tak akan memuji kepada siapapun
selain Allah.” jawabku.
Ya,
akulah istri Rasulullah yang tertuduh. Dan Allah membebaskanku dari tuduhan itu
dengan firman-Nya yang membuat air mataku teduh.AkuAisyah, istriRasulullah yang
terfitnah.
Denganmenyebutnama Allah Yang MahaPemurahlagiMahaPenyayang
“Sesungguhnya orang-orang yang
membawaberitabohongituadalahdarigolongankamujuga.
Janganlahkamukirabahwaberitabohongituburukbagikamubahkaniaadalahbaikbagikamu.
Tiap-tiap seseorang dari mereka mendapat balasan dari dosa yang
dikerjakannya.Dan siapa di antaramereka yang mengambilbahagian yang
terbesardalampenyiaranberitabohongitubaginyaazab yang besar.” (11) “Mengapa di
waktu kamu mendengar berita bohong itu orang-orang mu'minin dan mu'minat tidak
bersangka baik terhadap diri mereka sendiri, dan (mengapa tidak) berkata:
"Ini adalah suatu berita bohong yang nyata." (12) “Mengapa mereka
(yang menuduh itu) tidak mendatangkan empat orang saksi atas berita bohong itu?
Oleh karena mereka tidak mendatangkan saksi-saksi maka mereka itulah pada sisi
Allah orang-orang yang dusta.” (13) “Sekiranya tidak ada kurnia Allah dan
rahmat-Nya kepada kamu semua di dunia dan di akhirat, niscaya kamu ditimpa azab
yang besar, karena pembicaraan kamu tentang berita bohong itu. (14) “(Ingatlah)
di waktu kamu menerima berita bohong itu dari mulut ke mulut dan kamu katakan
dengan mulutmu apa yang tidak kamu ketahui sedikit juga, dan kamu menganggapnya
suatu yang ringan saja. Padahal dia pada sisi Allah adalah besar.” (15) “Dan
mengapa kamu tidak berkata, di waktu mendengar berita bohong itu:
"Sekali-kali tidaklah pantas bagi kita memperkatakan ini. Maha Suci Engkau
(Ya Tuhan kami), ini adalah dusta yang besar." (16) Allah memperingatkan
kamu agar (jangan) kembali memperbuat yang seperti itu selama-lamanya, jika
kamu orang-orang yang beriman.” (17) “Dan Allah menerangkan ayat-ayat-Nya
kepada kamu. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.” (18) “Sesungguhnya
orang-orang yang ingin agar (berita) perbuatan yang amat keji itu tersiar di
kalangan orang-orang yang beriman, bagi mereka azab yang pedih di dunia dan di
akhirat. Dan Allah mengetahui, sedang, kamu tidak mengetahui.” (19) “Dan
sekiranya tidaklah karena kurnia Allah dan rahmat-Nya kepada kamu semua, dan
Allah Maha Penyantun dan Maha Penyayang, (niscaya kamu akan ditimpa azab yang
besar).” (20) [QS:
An-Nur]
***
Jum’at
bersama prof nazarruddin umar.
Pagi tanggal 08 april 2015. Aku bangun dari mati kecilku dan
bergegas menjumpai Allah dengan wudhu dan shalatku. Tak lupa kitab yang paling
mulia di muka bumi ini aku baca dengan tartil seolah-olah aku sedang berbicara
dengan Allah.
Sebagai manusia biasa rasa lapar juga aku rasakan dan itu membuatku
bergerak menuju warung yang tak jauh dari pesantren yang menjadi kediamanku
saat ini. Nasi tahu tempe adalah makanan yang cukup bersahabat untuk kemampuan
dompetku. Hitung-hitung penghematan.
Lambat laun matahari semakin condong ke atas dan masjid di sekiar
kampus mulai melantunkan ayat suci al-qur’an pertanda sholat jum’at akan segera
dimulai. Aku tak akan menceritakan kenapa aku sudah berada di masjid karena
pada umumnya ceritaku ini sama dengan keiatanku sehari-hari.
Aku masuk ke masjid ulul al-bab dengan mengenakan sarung coklat
kekuning-kuningan serta baju takwah dan jas hitam yang melekat di badanku.
Mula-mula aku tak sadar pak prof nazaruddin hadir di masjid itu dan hal itu
baru aku sadari setelah ta’mir masjid menumukanbahwa yang akan menjadi khotib
pada kesempatan kali itu adalah prof nazaruddin.
Dengan mengenakan baju batik
berwarna keunguan serta celana hitam dan kacamata yang melekat pada
tubuh beliau cukup menggambarkan kewibawaannya.
Dalam khutbahnya aku tak ingin melewatkan satu detikpun dari
kata-katanya dan berikut sekelumit kecil tentang khutbah beliau.
Let’s
check....
Isra’
mi’rajh
1. Maha suci Allah, yang
telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al
Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya[847] agar Kami perlihatkan
kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) kami. Sesungguhnya Dia adalah
Maha mendengar lagi Maha mengetahui.
[847]
Maksudnya: Al Masjidil Aqsha dan daerah-daerah sekitarnya dapat berkat dari
Allah dengan diturunkan nabi-nabi di negeri itu dan kesuburan tanahnya.
Ini
adalah sebuah ayat yang sangat mulia, karena apabila ada ayat yang diawali
dengan `»ysö6ß pasti tidak bisa dicerna oleh akal. Oleh
karena itu beliau mengatakan bahwa surah isroil ini adalah sebuah surah dimana
kecerdasan spiritual kita bekerja.
Maha
suci Allah yangtelah memperjalankan hamba-Nya
Maha
suci Allah. Pada awalnya Allah dipuji dengan kesucian-Nya. Yang telah
memperjalankan hamba-Nya. Jadi nabi muhammad SAW itu digerakkan oleh Allah
bukan nabi yang bergerak akantetapi
posisi nabi pada saat itu adalh pasif.
Dan juga dalam ayat tersebut dikatakan bahwa memperjalankan hamba-Nya
bukan Nabi-Nya jadi posisi nabi pada saat itu adalah seorang hamba.
Bukan hanya itu dimana pada surah sebelumnya yaitu surah an nahl.
Beliau mengatakan bahwa surah an nahl
yang berarti lebah jadi pada surah an-nahl ini kecerdasan intelektual kitalah
yang bekerja. Karena sebagaimana dalam ilmu biologi bahwa lebah adalah salah
satu mahluk paling penting di dunia. Dan dari lebah ini pula kita dapat
mengambil pelajaran tentang biologi. Jadi yang berperan dalam surah ini adalah kecerdasan intelektual, dimana biolgi berperan pada kecerdasan
intelektual. Dan setelah surah isroil
ada surah al kahfi, yakni perpaduan
antara ke dua surah tersebut. Yakni kecerdasan intelektual dan spiritual.
Kembali ke topik kita yang tadi. Nabi muhammad naik ke sidirathul
muntaha akan tetapi Sebelum nabi
muhammad naik kanjeng nabi shalat sunnah dua rokaat dahulu. Dan dimakmumi oleh
nabi-nabi terdahulu. Subhanallah....Sangat banyak yang disampaikan oleh ustad
prof nasaruddin seorang menteri agama dari sulawesi selatan tepatnya dari bone.
Akan tetapi aku tidak menjelaskan semuanya karena ada beberapa yang kulupa.
Matahari semakin tinggi, ranting-ranting pohon bergoyang mengikuti
hembusan angin seolah-olah menyuruh Sang Khotib untuk menyelesaikan khutbahnya.
Ujung kaki sang khotib mencium lantai dan bergegas menuju shaf makmum.
Setelah beliau khutbah kemudian khutbah ke dua, dan sholat jumat
didirikan dan sang ikomat menyuruh untuk
imam, tapi dengan rendah hatinya beliau menyuruh orang yang iqomah tadi untuk
yang mengimami sholat.
Sholat dan beliau sholat
sunnah ba’diah dan setelah doa aku salam dengan beliau dan aku sangat bangga
dan merasa sangat super. Seusai melaksanakan shalat jum’at aku dan kawan-kawan ke peristirahatan
pertama. Di bawah terik mentari yang menyengat dan panas serta debu-debu yang beterbangan di
sekeliling kampus ku berjalan bersama-orang-orang pesma. Sampai di pintu pesma
aku berjalan dan menaiki tangga hingga lantai lima, karena di sanalah kamarku.
Gugur daun di pohon, ranting mengering di tanah gersang, batang
tumbang dimakan waktu. Bersambung...